Monday, August 23, 2010

anak smp

Anak Sekolah Menengah Pertama atau anak SMP menurut pandangan teori perkembangan anak yang dilontarkan oleh Jean Piaget kurang lebih juga hampir sama dengan yang dilontarkan oleh James Mark Baldwin, menjadi empat tahap perkembangan yang lebih kurang sama dengan masa infancy, pra-sekolah, anak-anak, dan remaja. Masing-masing tahap membawakan gambaran realitas yang dilihat oleh individu pada umur-umur tersebut. Merujuk hal itu maka anak SMP atau esempe sudah masuk dalam masa perkembangan remaja, dimana umurnya rata-rata antara 11 hingga 15 tahun, secara normal, namun apabila memasuki masa SMP dengan model akselerasi karena kecerdasannya maka sudah barang tentu tidak bisa digolongkan dalam jenjang-jenjang yang normal, namun secara kecerdasan umur kemungkinan keadaan yang sama masih bisa di permaklumkan, sebab hormon-hormon ataupun perkembangan jasmani secara biologis tentunya hampir bisa dipastikan sama dengan yang lainnya, dalam situasi yang wajar.

Agak kompleks memang pandangan Piaget mengenai hal ini dimana beliaunya melihat sendiri perkembangan anaknya sejak kecil, karena memang Piaget sebelum menjadi seorang ahli psikologi dia adalah ahli molusca, atau kerang-kerangan. Selain sebagai anak yang terlalu cepat kematangannya, entah ketika masih SMP dan bersekolah menjadi anak SMP seperti apa. Jean Piaget merincikannya dengan tahapan-tahapan sejak lahir hingga 2 tahun, anak sedang menjalani tahap sensori motorik dimana anak mempelajari obyek yang permanen dan melulu menjelajahi dunia dengan gerakan dan indera yang dimilikinya.

Kemudian tahapan selanjutnya adalah tahap pra-operasional, anak pada umur 2 hingga 7 tahun mulai bisa mengatur dan memanage kemampuan motoriknya, bisa menggamar ataupun mewarnai dengan halus, tidak terlalu sering menjatuhkan barang mainannya dan lain sebagainya, bahkan sudah mulai bisa bermain-main dengan sepeda atau kecakapan motorik lainnya dalam hal seni maupun memainkan alat musik. Masa-masa itu adalah masa yang sangat menarik ketika ingin mempelajari embodied cognitive atau bagaimana individu mewujudkan kognisinya, tentunya bantuan dan panduan orangtua, lingkungan dan sosialnya akan sangat mempengaruhi perkembangan anak. Selanjutnya sebelum memasuki remaja atau SMP, anak memasuki tahapan operasional kongkret, pada usia 7 hingga 11 tahun, dimana seorang anak sudah mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian nyata. Maka disekolah sudah bisa diajari menulis, membaca hingga berhitung analisa ataupun fisika, tergantung bagaimana mengajak mereka berpikir sebab landasan dan pondasi berpikir mengalami masa yang sangat istimewa di periode tahapan ini.

Ketika menginjak usia 11 tahun ke atas atau sudah memasuki masa-masa sekolah menengah pertama atau SMP atau malah ketika masih kelas 5 atau 6 SD anak sudah mulai bisa diajak berdiskusi tentang pemikiran-pemikiran yang abstrak, dan terlihat sekali rasa ingin tahunya akan hal-hal yang diluar logika, atau minimalnya hal yang baru yang tidak harus bisa dilihat dengan mata telanjang atau kongret lebih tepatnya. Memang masa-masa awal ini seiring dengan perkembangan dan perubahan struktur jasmaninya yang menjadi lebih matang menuju kedewasaan adalah periode taktis untuk mencetak pemikiran menuju arah yang baik atau sangat buruk sekalipun. Dimana faktor pendidikan yang memiliki perspektif yang salahpun akan menjadi benar di benaknya apabila setiap hari di hajar dengan pemahaman-pemahaman yang salah. Masa-masa istimewa dimana remaja SMP akan bertualang kemanapun logika berpikirnya mengajak, masa dimana energi dan kekuatan fisik masih berada pada puncak dan menuju titik tertinggi pencapaian-pencapaian achievmentnya, saat ini lah waktu spesial untuk memberikannya harapan akan kehidupan dan kematangan sosial yang lebih baik, dengan pola didik dan asuh yang pas dan dukungan lingkungan yang seharusnya istimewa bagi semuanya.

Bukan saja anak SMP yang masih mengalami perkembangan seperti ini saja, namun akan selalu terjadi pada usia selanjutnya hingga kematangan sosial dan pemikirannya diasah di sekolah maupun dilingkungan sekitar kehidupannya. Masa-masa yang sangat rawan karena kehausan akan pemaknaan diri dan pencarian dirinya sangat memerlukan perhatian meskipun hal itu harus selalu dilakukan bukan hanya ketika menjadi anak SMP namun ketika menjadi mahluk hidup yang menjalani kehidupannya seperti kita semua. Juga setelah periode tersebut masih ada masa operasional formal dan lain sebagainya yang juga didetailkan dalam sub-sub tahapan yang kapan-kapan bisa dicoretkan disini. Selain mendukung perbaikan hasil pencarian keyword anak SMP Selain lagi tentang natur dan nurture, yang juga memiliki perbedaan pandangan akan hal tersebut diatas dimana natur mempercayai kesiapan kognitif untuk melakukan dan nurture yang mempercayai bahwa kognisi dibentuk oleh pengalaman. Bukan hanya anak SMP kumat edane atau anak SMP beringasan... hahaha.




Kumpul Bocah | Vina Panduwinata