Tuesday, November 5, 2013

asyura

Asyura, adalah bahasa Arab, dipungut kedalam Bahasa Indonesia dan juga diterjemahkan atau dalam bahasa Jawa dikenal di-Jawa-kan dengan sebutan Suro. Asyura sendiri memiliki arti 'kesepuluh', berada dalam bulan Muharram, yang juga tahun baru Hijriyah. Sebuah kalender dengan hitungan Komariyah atau hitungan lingkaran selesainya bulan mengitari bumi dan bumi berada pada sudut awal ketika memutari matahari, dua belas kali bulan mengitari bumi menjadi hitungan setahun dalam kalender Hijriyah ini.


Mungkin di waktu lampau juga sudah ada kalender untuk menghitung hari seperti kalender hiriyah ini, karena kalender hijriyah ditandai ddengan tahun pertama atau dihitung setelah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah, dari Makkah.

Mengapa bisa berpikir begitu?

Satu ayat dari Surat Taubah di kitab suci menyebutkan:

“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram,” (QS. At Taubah: 36)

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda tentang keutamaan hari kesepuluh bulan Muharram yang kemudian terkenal dengan sebutan Asyura, seperti ketika peritiwa Hijrah ke Medinah dan mendapati orang Yahudi sedang berpuasa di hari tersebut, dan bertanya:
“Hari apakah ini yang kalian bershaum padanya?” Maka mereka menjawab : “Ini merupakan hari yang agung, yaitu pada hari tersebut Allah menyelamatkan Musa beserta kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Maka Musa bershaum pada hari tersebut dalam rangka bersyukur (kepada Allah). Maka kami pun bershaum pada hari tersebut”

Sabda Nabi sebagai jawaban :
“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”

Dan kemudian Nabi SAW berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan (para shahabat) untuk melakukan shaum pada hari tersebut.

[HR. Al-Bukhari 2004, 3397, 3943, 4680, 4737. Muslim 1130]
Tentunya ada lebih banyak lagi cerita tentang keutamaan Asyura atau hari ke sepuluh bulan Muharram, yang masuk dalam kategori bulan-bulan suci umat beragama Islam. Banyak rahasia dan kisah-kisah inspiratif yang terjadi pada tanggal 10 Muharam atau dikenal dengan 10 Suro, sehingga kalangan tradisional banyak yang melakukan ibadah dengan caranya atau melakukan sedekahan dalam bentuk berdoa bersama.

Beberapa cerita instpiratif yang terjadi di hari Asyura atau tanggal 10 Muharram lainnya seperti:

Seorang Al-Ghazali menyebutkan peristiwa-peristiwa penting di hari Asyura, diantaranya; Penciptaan Nabi Adam, bertobat dan turun kebumi, Nabi Musa diselamatkan dan Firaun bersama bala tentaranya tenggelam di laut merah, Nabi Yunus keluar dari perut ikan, Nabi Isa dilahirkan dan diangkat ke langit, Nabi Sulaiman naik takhta di kerajaan besar... serta banyak lagi lainnya. 
Namun juga ada peristiwa tragis di hari Asyura yaitu Peristiwa Karbala. Syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW.

Jadi sepertinya penanggalan Komariyah sudah berlangsung sejak sebelum Hijrahnya Nabi, namun untuk memperingati peristiwa besar tersebut maka penanggalan Hijriyah menggunakan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai tahun pertama yang berlaku hingga saat sekarang ini. Karena tidak mungkin kita dapat menghitung, adanya penulisan sejarah bahkan cerita wayang yang penuh dengan detil tanggal, hari, jam bahkan menit hingga pakaian yang digunakan oleh tokoh-tokoh pewayangan. Selamat tahun baru.