Saturday, October 25, 2008

Riwayat Hidup Harun Yahya

Riwayat Hidup Adnan Oktar

(Harun Yahya)









November
2006







Agustus
2005

Adnan Oktar dikenal sebagai seorang
penulis dengan nama pena “Harun Yahya”.
Beliau adalah seorang ‘alim yang menghabiskan
seluruh hidupnya untuk berdakwah tentang keberadaan
dan keesaan Allah dan keluhuran akhlaq Al Qur’an
kepada masyarakat. Berawal ketika masih duduk
di bangku universitas, beliau telah menggunakan
setiap saat dalam hidupnya demi dakwah ini dan
tidak pernah takut berhadapan dengan segala
kesulitan yang merintangi jalan. Hingga kini,
beliau tetap berdiri kokoh, tegar dan sabar
dalam menghadapi segala tekanan dan fitnahan.
Di bawah ini adalah sedikit dari perjalanan
hidup Adnan Oktar, yan g juga dikenal dengan
nama pena Harun Yahya.


Adnan Oktar dilahirkan pada tahun
1956 di Ankara dan dibesarkan di kota ini hingga
lulus SMU. Komitment beliau terhadap Islam tumbuh
semakin kuat ketika beliau duduk di bangku SMU.
Pada periode ini, pengetahuan yang mendalam
tentang Islam beliau dapatkan dari membaca berbagai
buku-buku agama. Di samping itu, beliau juga
memperoleh pemahaman tentang fakta-fakta penting
lain yang kemudian beliau beritahukan kepada
orang-orang di sekitarnya. Pada tahun 1979,
Adnan Oktar pindah ke Istanbul untuk menuntut
ilmu di Universitas Mimar Sinan. Di masa inilah
beliau mulai melaksanakan misi dakwah, menyeru
manusia kepada akhlaq yang baik dan memerintahkan
yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.



Sejak sebelum Adnan Oktar memulai
kuliah di Universitas Mimar Sinan, Istanbul,
institusi pendidikan tersebut telah berada di
bawah pengaruh berbagai organisasi ilegal berhaluan
Marxisme, sehingga pemikiran kekirian tampak
jelas mendominasi kampus. Setiap orang, apakah
ia staf di sebuah fakultas ataupun mahasiswa,
adalah sosok materialis yang berpola pikir atheis.
Sungguh, para staf pengajar mengambil setiap
kesempatan yang ada untuk menyebarkan
filsafat materialistik
dan Darwinisme
dalam kuliah-kuliah yang mereka berikan kendatipun
dua hal ini tidak ada hubungannya dengan topik
kuliah mereka. Dalam lingkungan dimana ajaran
agama dan akhlaq tidak dipedulikan dan sama
sekali ditolak, Adnan Oktar menyeru orang-orang
di sekitar beliau kepada keesaan dan keberadaan
Allah. Sebagaimana mungkin telah dimaklumi,
dalam kondisi demikian, Islam tidak diberi kesempatan
untuk tumbuh berkembang. Ibu beliau, Ny. Mediha
Oktar, menuturkan bahwa pada masa itu beliau
hanya tidur beberapa jam saja di malam hari,
sebagian besar sisa waktu beliau gunakan untuk
membaca, membuat catatan dan menyimpan kumpulan
catatan tersebut.


Beliau membaca ratusan buku,
termasuk karya-karya pokok tentang Marxisme,
komunisme dan filsafat materialistik, dan mempelajari
buku-buku ideologi kiri, termasuk karya-karya
klasik ataupun literatur-literatur lain yang
jarang dibaca orang. Beliau meneliti karya-karya
tersebut, menandai bagian-bagian penting dan
membuat catatan-catatan di bagian belakang buku
tersebut. Hal ini membuat beliau sangat tahu
tentang filsafat-filsafat serta ideologi-ideologi
tersebut, jauh lebih tahu dibandingkan para
pendukung ideologi itu sendiri. Beliau juga
melakukan riset yang mendalam tentang teori
evolusi yang dianggap sebagai landasan ilmiah
dari ideologi-ideologi tersebut dan mengumpulkan
berbagai dokumen dan informasi yang berhubungan
dengannya. Setelah mengumpulkan informasi yang
berlimpah tentang berbagai kebuntuan, kontradiksi
dan kebohongan yang terdapat dalam filsafat
dan ideologi yang didasarkan atas pengingkaran
terhadap Allah ini; tanpa membuang-buang waktu
lagi, Adnan Oktar menggunakan informasi tersebut
untuk menyebarkan fakta-fakta yang ada.


Hampir
ke setiap orang, termasuk para mahasiswa dan
staf pengajar di universitas, beliau mendakwahkan
keberadaan dan keesaan Allah, serta Al Qur’an,
Kitab Suci yang diwahyukan Allah, dengan menggunakan
bukti-bukti saintifik. Di tengah-tengah pembicaraan
di kantin kampus, di koridor-koridor di saat
jam istirahat, seseorang dapat melihat beliau
sedang menjelaskan kelemahan dan kesalahan filsafat
materialistik dan Marxisme dengan mengambil
cuplikan dari buku-buku yang menjadi referensi
dari ideologi itu sendiri. Beliau memberikan
perhatian khusus kepada
teori evolusi
. Teori yang dimunculkan
oleh kelompok tertentu untuk melawan fakta penciptaan
ini diyakini sebagai sesuatu yang benar oleh
para mahasiswa universitas secara luas. Dengan
menggunakan kedok sains, teori tersebut sebenarnya
bertujuan untuk meracuni dan menghancurkan akidah
dan akhlaq dari para pemuda tersebut. Seandainya
makar jahat dari kebohongan ilmiah ini tidak
dibongkar, maka akan muncul generasi penerus
yang sama sekali tidak memiliki nilai-nilai
spiritual, moral dan religius.



Adnan Oktar memusatkan usahanya
dalam membuktikan kebohongan serta ancaman yang
terselubung dari teori evolusi tersebut. Karena
teori evolusi disebarkan dengan jalur ilmiah,
beliau berpendapat bahwa sains merupakan sarana
yang paling tepat untuk membongkar kepalsuan
dari dasar berpijak teori buatan ini. Beliau
mempersiapkan sebuah buku berjudul “Teori
Evolusi”, sebuah rangkuman dari penelitian
dan pengkajian beliau yang dalam tentang teori
evolusi. Beliau menanggung sendiri semua biaya
yang dikeluarkan untuk pencetakan dan penggandaan
buku tersebut dari uang hasi penjualan beberapa
harta warisan yang beliau terima dari keluarganya.
Kemudian beliau membagi-bagikan buku-buku tersebut
secara gratis kepada para mahasiswa dan mendiskusikannya
dengan siapapun yang ditemuinya. Buku ini memuat
ulasan yang sangat lengkap yang membuktikan
bahwa teori evolusi adalah sebuah kebohongan
yang tidak logis dan tidak memiliki nilai ilmiah
sama sekali. Setiap orang yang berdiskusi dengan
beliau dapat dengan jelas memahami bahwa teori
evolusi tidak memiliki kebenaran ilmiah sedikitpun.
Sehingga seseorang dapat dengan mudah memahami
fakta bahwa tak satu makhluk hidup pun yang
dapat muncul di dunia ini secara kebetulan kecuali
dengan kehendak Allah. Namun sebagian mahasiswa
yang taklid secara buta terhadap pemikiran materialisme,
kendatipun telah mengetahui kebenaran, secara
terang-terangan menyatakan pengingkaran mereka.
Beberapa diantara mereka sampai berani mengatakan:
Bahkan seandainya
saya melihat Allah dengan mata kepala saya sendiri,
saya akan tetap berperang melawan-Nya.


Lebih dari itu, beberapa mahasiswa militan di
universitas tersebut secara terang-terangan
mengancam Adnan Oktar dengan mengatakan bahwa
nyawa beliau dalam bahaya jika beliau tidak
mau berhenti dari aktifitasnya. Namun semua
tekanan dan ancaman ini hanyalah membuat tekad
Adnan Oktar semakin kuat dan kokoh. Reaksi yang
keras dan kekhawatiran dari kaum materialis
dan atheis adalah bukti yang nyata bahwa Adnan
Oktar berada pada pihak yang benar. Di universitas
yang didominasi oleh kaum Marxis, dimana sering
terjadi perbuatan anarki, setiap hari puluhan
orang mati terbunuh. Dalam kondisi yang demikian,
beliau secara terbuka mendakwahkan tentang keberadaan
dan keesaan Allah serta kemuliaan Al Qur’an.
Di sebuah institusi pendidikan dimana orang-orang
menyembunyikan keimanan mereka, beliau secara
rutin datang ke masjid Molla dan melakukan sholat
tanpa mengindahkan semua tanggapan dan ancaman
yang ditujukan kepadanya.



Adnan Oktar selalu menghadiri
kuliah-kuliah dengan membawa dokumen-dokumen
saintifik serta kumpulan riset-risetnya dan
melakukan diskusi dengan para staf pengajar
mengenai filsafat materialistik dan teori evolusi.
Pada saat itu, ada dua orang staf pengajar yang
tak henti-hentinya berbicara tentang evolusi
dan melakukan propaganda atheisme. Karenanya,
dua orang ini menjadi populer dan dihormati
di kalangan para mahasiswa Marxis. Namun ketidakbecusan
dalam mempertahankan pendapat mereka dalam diskusi-diskusi
mereka dengan Adnan Oktar, ditambah dengan jawaban-jawaban
yang tidak logis yang mereka berikan telah secara
gamblang memperlihatkan kegagalan dan kepalsuan
dari teori-teori yang mereka ajarkan kepada
para mahasiswa.



Suatu
hari setelah kuliah, satu dari staf pengajar
ini melakukan diskusi singkat namun cukup mengena
dengan Adnan Oktar mengenai kebuntuan teori
evolusi. Pengajar ini tidak mampu memberikan
penjelasan dan jawaban yang masuk akal atas
dokumen-dokumen saintifik dan penjelasan logis
yang diberikan Adnan Oktar. Segala yang ia dapat
lakukan adalah tergopoh-gopoh meninggalkan tempat
itu. Kekalahannya dalam berdiskusi di hadapan
mata para mahasiswa membuatnya sangat terpukul.
Semenjak itu, staf pengajar yang biasanya membuat
pembicaraan filsafat yang “serius”
dan panjang dengan para mahasiswanya di koridor-koridor
setelah kuliah kini terlihat tergesa-gesa untuk
menuju kantornya agar tidak bertemu dengan Adnan
Oktar. Sebagian besar dari para mahasiswa Universitas
Mimar Sinan pada masa itu mengetahui tentang
hal ini.


Ketika pertama kali mendakwahkan
Islam di Universita Mimar Sinan, Adnan Oktar
hanyalah seorang diri. Selama
lebih dari tiga tahun, tak seorang pun yang
menerima dakwah beliau.
Orang-orang yang
memiliki keyakinan yang sama dan mendukung beliau
secara penuh belum nampak ataupun menyertai
beliau dalam periode tersebut. Namun kurangnya
dukungan tidak merubah komitmen beliau. Beliau
sadar bahwa Allah adalah satu-satunya Penolong
dan beliau melakukan ini semua demi mendapatkan
keridhaan Allah. Kadang ada beberapa pemuda
yang mendengarkan dan setuju dengan ide beliau.
Namun ini hanyalah sebatas ketertarikan yang
tidak pernah berkembang menjadi dukungan penuh.
Tiga tahun telah berlalu di Universitas Mimar
Sinan dan dalam jangka waktu tersebut, Adnan
Oktar berusaha untuk menemukan orang-orang yang
dapat memahami keberadaan Allah. Ini adalah
periode dimana beliau melakukan sebuah perjuangan
ideologi melawan Marxisme dan atheisme seorang
diri dengan sarana yang beliau miliki. Lama
kelamaan para tokoh Marxis di kampus mulai menghindari
beliau. Merasa tak mampu membantah argumentasi
saintifiknya tentang teori evolusi dan Marxisme,
mereka tak dapat melakukan apa-apa lagi kecuali
mencemooh dan mengkritik jenggot, pakaian serta
cara hidup beliau.


Para Pendukung Beliau
Yang Pertama

Adnan Oktar memperoleh nilai
yang tinggi dalam tes masuk Universitas Mimar
Sinan. Beliau memiliki kemampuan yang mengagumkan
dalam bidang seni lukis. Beliau dapat saja dengan
mudah mengambil jurusan seni rupa dan mencapai
karir hingga puncaknya. Beliau mungkin saja
berpikir, ”Pertama-tama biarlah saya mencapai
apa yang saya cita-citakan dan setelah itu baru
saya akan mendakwahkan Islam”; namun beliau
tidak melakukannya. Beliau menghabiskan seluruh
waktu, energi dan sarana yang ada untuk tujuan
yang satu. Ketiadaan pendukung selama tahun-tahun
ini sebenarnya dapat saja mendorong Adnan Oktar
untuk berpikir bahwa segala usahanya telah sia-sia
dan lebih baik berhenti. Namun beliau tidaklah
demikian. Berbekal tekad dan komitmen, beliau
terus berdakwah menyebarkan kalimat Allah kepada
orang-orang di sekitar beliau dengan senantiasa
mengingat perkataan Bediuzzaman Said Nursi,
”Yang dibutuhkan bukanlah keahlian dalam
mengumpulkan jumlah pendengar yang banyak, akan
tetapi bagaimana untuk mendapatkan keridhaan
Allah”. Akhirnya di tahun 1982, untuk
pertama kali, beberapa mahasiswa baru Universitas
Mimar Sinan memutuskan untuk mendukung Adnan
Oktar dalam dakwahnya. Seiring dengan bergantinya
bulan dan tahun, jumlah para pemuda yang sependapat
dengan beliau bertambah. Keajaiban dalam ciptaan
Allah, kepalsuan pandangan-pandangan golongan
Marxis yang merupakan ideologi dominan waktu
itu adalah tema utama dari pembicaraan Adnan
Oktar dengan para pemuda ini. Ambisi utama beliau
adalah untuk mengarahkan para pemuda tersebut
agar menjadi orang-orang yang terhormat. Dari
tahun 1982 hingga 1984, sebuah kelompok yang
beranggotakan sekitar 20-30 orang telah terbentuk.
Pada tahun 1984, beberapa pemuda yang merupakan
anak dari kalangan keluarga terhormat di Istanbul
diperkenalkan kepada beliau. Mereka berasal
dari keluarga yang dikenal, memiliki kedudukan
serta status ekonomi yang tinggi dalam masyarakat.
Selama berdiskusi dengan Adnan Oktar, para pemuda
ini memahami secara menyeluruh pentingnya nilai-nilai
akhlaq dan mulai merubah pola hidup mereka.
Ketaatan mereka terhadap akhlaq Islam sungguh
membuat takjub masyarakat di sekitar mereka
tinggal. Selama dua tahun setelah tahun 1984,
pembicaraan yang diadakan bersama dengan para
pemuda yang waktu itu masih duduk di bangku
sekolah menengah tingkat atas swasta di Istanbul
berkisar masalah akhlaq. Selama tahun-tahun
ini, Adnan Oktar tidak lagi belajar di universitas
Mimar Sinan. Beliau terdaftar sebagai mahasiswa
di sebuah fakultas baru di Universitas Istanbul,
jurusan Filsafat. Para pemuda yang bertemu Adnan
Oktar sangatlah bersimpati kepada beliau dan
sangat kagum atas perilaku, pandangan dan sikap
beliau yang santun. Oleh karena para pemuda
ini juga memperkenalkan beliau kepada teman-teman
mereka, sejumlah besar siswa sekolah menengah
tingkat atas berkesempatan untuk bertemu dengan
beliau. Nama beliau muncul untuk pertama kali
di majalah Nokta (Titik) pada tahun 1986 dan
ini adalah kali pertama beliau dikenal masyarakat
luas.







 


Kemunculan
di Media Masa

Ihwal tentang Adnan Oktar muncul
sebagai berita utama pada majalah Nokta setelah
kunjungan Rusen Cakir, seorang koresponden majalah
tersebut, ke sebuah masjid dimana Adnan Oktar
melakukan pertemuan dan diskusi dengan para
rekannya. Laporan yang di muat dengan judul
Pendukung
setia dari kampus
” ini berkisah
tentang Adnan Oktar dan cara beliau mengkomunikasikan
pesan-pesan Islam kepada para pemuda di sekelilingnya.
Selama periode ini, banyak para mahasiswa universitas,
kebanyakan dari Universitas Bosphorus yang merupakan
salah satu universitas paling ternama di Turki,
mulai berdatangan dan ikut berdiskusi dengan
Adnan Oktar. Hingga awal musim panas di tahun
yang sama, pihak media masa memuat laporan tentang
Adnan Oktar hampir setiap hari. Banyak surat
kabar yang menampilkan nama beliau dalam judul
laporan utama. Keberhasilah Adnan Oktar dalam
mendakwahkan pesan-pesan Islam kepada lapisan
masyarakat yang terkesan paling jauh dari agama
sungguh mengejutkan kalangan media masa.



Ketika itu, karya Adnan Oktar
tentang Yahudi dan freemasonry sebentar lagi
akan diterbitkan. Adnan Oktar memusatkan kerja
kerasnya untuk masalah yang satu ini mengingat
dalam Al Qur’an Allah memalingkan perhatian
kita kepada kaum Yahudi, salah satu musuh terbesar
kaum mukmin. Dari penelitiannya, Oktar sampai
pada kesimpulan bahwa aktifitas Zionisme di
negara Turki dilakukan oleh freemasonry, sebuah
kelompok rahasia. Ada pengaruh yang terselubung
namun meluas dari freemasonry pada kantor-kantor
pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan tinggi,
organisasi-organisasi politik dan media masa.
Misi utama mereka adalah untuk secara bertahap
menjauhkan bangsa Turki dari nilai-nilai spiritual,
religius dan moral dan menjadikan mereka seperti
binatang sebagaimana yang tercantum dalam Taurat
yang sudah diubah-ubah. Untuk mencapai tujuan
ini, pandangan para materialis, teori evolusi
dan pola hidup yang amoral dan bertentangan
dengan agama disebarluaskan kepada masyarakat.
Para anggota freemasonry di semua lembaga pemerintahan,
media masa dan institusi pendidikan memegang
kendali utama dalam melaksanakan indoktrinasi
ini secara besar-besaran. Inilah yang menyebabkan
Adnan Oktar memusatkan perhatiannya kepada masalah
tersebut. Dengan melalui rintangan yang sangat
berat, akhirnya beliau berhasil mendapatkan
publikasi-publikasi yang asli dari kaum freemasonry
yang sebenarnya dikhususkan untuk kalangan mereka
sendiri. Buku Yahudi
dan Freemasonry
diterbitkan pada periode
ini dan merupakan sebuah hasil dari penelitian
yang mendalam dan terinci yang dilakukan terhadap
literatur-literatur asli freemasonry selama
bertahun-tahun. Penerbitan buku Yahudi dan freemasonry
waktu itu menjadi titik kulminasi bagi Adnan
Oktar. Masyarakat luas mendapatkan akses ke
“dalam” freemasonry, sebuah organisasi
yang melakukan aktifitasnya secara rahasia.
Buku ini membeberkan daftar anggota kuil-kuil
Freemason, jabatan tiap-tiap anggota dalam organisasi
tersebut, daftar orang-orang Freemason yang
duduk dalam pemerintahan, berbagai perusahaan
dan institusi Freemason, aktifitas-aktifitas
mereka, kekuatan ekonomi dan politik yang dipegang
oleh Freemason. Sumber utama dari segala informasi
ini adalah publikasi asli dari Freemason. Pendek
kata, buku ini membongkar wajah gelap dari freemasonry,
yakni sebuah kelompok rahasia yang memiliki
hubungan akrab dengan Zionisme. Dalam buku tersebut,
para pembaca dapat mengetahui tentang aktifitas
Freemason yang memiliki keterkaitan erat dengan
cita-cita kaum Zionis, struktur organisasi dan
hirarki dari freemasonry, simbol-simbol dan
acara-acara ritual, hubungan antara freemasonry
dan agama Yahudi, kitab Taurat yang telah dirubah
dan tradisi Kabbalah.



Terbongkarnya bagian paling
rahasia dari para freemasonry di hadapan umum
tentunya tidak disukai oleh para anggota organisasi
terselubung ini. Di lain pihak, sebagian keluarga-keluarga
elit merasa terganggu dikarenakan anak-anak
mereka mulai merubah gaya hidup mereka dan mulai
melaksanakan kewajiban-kewajiban agama. Pada
intinya, dua faktor inilah yang mendorong kaum
Freemason berupaya untuk menghentikan aktifitas
Adnan Oktar.


Mulanya, melalui
“mediators” atau “pihak ketiga”
mereka menawarkan sejumlah besar uang
kepada Adnan Oktar agar mau menghentikan
penerbitan buku Yahudi dan Freemasonry
.
Setelah mendapatkan jawaban “tidak”,
mereka mulai mengancam beliau. Setelah cara
yang kedua ini pun gagal, mereka lalu menahan
Adnan Oktar dengan tuduhan melakukan tindak
kriminal yang beliau sendiri tidak pernah mengetahuinya.
Berita yang beredar kemudian mengatakan bahwa
alasan beliau ditahan adalah karena perkataan
beliau: ”Saya
berasal dari suku bangsa Ibrahim dan Turki”

dalam wawancara yang dimuat di sebuah surat
kabar. Di saat yang bersamaan, laporan palsu,
berita yang tidak ada buktinya dan fitnah terhadap
beliau mulai bermunculan di media masa. Sudah
pasti bahwa kelompok freemasonry menganggap
beliau sebagai ancaman yang serius bagi eksistensi
mereka. Sebelum segala sesuatunya terlambat,
mereka mengambil inisiatif untuk menghentikan
aktifitasnya.


Siksaan di Rumah
Sakit Jiwa


Adnan Oktar dikurung di ruangan
bersama para pasien penyakit jiwa yang berbahaya.
Rekan-rekannya hanya diperbolehkan menjenguknya
5 – 10 menit di balik jeruji besi. Beliau
seringkali mengingatkan kepada para penjenguknya,
“Janganlah khawatir, Allah bersama kita.”


Adnan Oktar mula-mula ditahan
dan ditempatkan dalam sebuah penjara. Lalu,
beliau dipindahkan ke rumah sakit jiwa Bakirköy
dan ditempatkan di bawah pengawasan dengan alasan
yang dibuat-buat, yakni bahwa secara mental
beliau tidak sehat. Dalam rumah sakit tersebut
beiau di tempatkan di ruang 14A, sebuah bagian
khusus tempat tinggal pasien-pasien yang sangat
berbahaya dan orang-orang yang kebal hukuman.
Pembunuhan adalah kejadian biasa bagi para pasien
sakit jiwa ini, sehingga Oktar diperkirakan
akan menjadi korban dari salah seorang di antara
mereka. Untuk beberapa lama kaki
beliau dirantai ke sebuah tempat tidur

dan beliau diperlakukan secara biadab. Secara
paksa, beliau diberi obat yang mengganggu kesadarannya.
Di sisi lain, para sahabat beliau yang masih
muda yang secara diam-diam berhasil menjenguk
dan melihatnya menyaksikan bahwa beliau tidak
pernah kehilangan komitmen dan semangat selama
berada di rumah sakit tersebut. Segala sesuatu
yang beliau alami justru meningkatkan komitmennya.
Ekspresi wajah beliau yang terlihat dalam foto
yang diambil di depan jendela jeruji merupakan
indikasi yang terang bahwa Adnan Oktar bertekad
untuk meneruskan perjuangannya. Oktar dimasukkan
dalam penjara dan rumah sakit jiwa secara keseluruhan
selama 19 bulan untuk kemudian dinyatakan terbukti
tidak bersalah dan dibebaskan oleh pengadilan
karena pernyataanya terbukti tidak bersifat
ofensif. Setelah dibebaskan, beliau melihat
bahwa selama berada di rumah sakit jiwa, jumlah
pendukung dari kalangan muda meningkat pesat.
Sebagian dari mereka melihat beliau untuk pertama
kali di rumah sakit tersebut. Karena ada larangan
mengunjungi beliau, mereka hanya dapat melihatnya
dibelakang jeruji besi rumah sakit. Pembicaraan
yang berlangsung beberapa menit yang mereka
lakukan dengan Adnan Oktar di belakang jeruji
besi ini -seseorang hanya dapat pergi ke tempat
tersebut dengan memanjat pagar rumah sakit-
membuat para pemuda ini memiliki rasa kecintaan
dan hormat yang mendalam terhadapnya.



Semenjak tahun 1979, yakni ketika
Adnan Oktar mulai mendakwahkan Islam, tujuan
beliau yang utama adalah membongkar wajah asli
dari teori evolusi. Teori evolusi selalu menjadi
topik yang memiliki prioritas di atas yang lain.
Dengan kebulatan tekad, beliau melakukan aktifitas-aktifitasnya
melawan Darwinisme. Pada tahun 1986, beliau
mengumpulkan semua hasil risetnya yang berharga
mengenai Darwinisme dalam buku: “Makhluk
Hidup dan Evolusi
”. Dengan menggunakan
sumber-sumber ilmiah, buku ini membeberkan kebuntuan
teori evolusi dan menyodorkan fakta penciptaan.
Selama bertahun-tahun, buku tersebut dijadikan
rujukan utama anti-Darwinisme. Dalam tahun-tahun
tersebut, para pendukung Adnan Oktar juga memusatkan
pekerjaan mereka dalam masalah ini. Mereka mengerahkan
segala upaya untuk memberitahukan kepada orang-orang
tentang kebohongan teori evolusi. Di kampus-kampus
dan sekolah-sekolah, penjelasan ilmiah tentang
kebohongan teori Darwin disebar luaskan kepada
para pelajar. Hal ini merupakan kejutan besar
bagi staf pengajar senior yang meyakini secara
buta ajaran Darwinisme. Ini adalah kali pertama
dalam hidup mereka menjumpai mahasiswa-mahasiswa
yang tahu banyak tentang teori evolusi. Yang
membuat mereka terkejut, ternyata para pemuda
ini mengetahui teori tersebut lebih banyak dari
mereka sendiri dan mempertahankan teori penciptaan
dengan argumen-argumen yang meyakinkan. Di beberapa
universitas, diselenggarakan konferensi tentang
teori evolusi. Para mahasiswa dan staff pengajar
yang atheis yang antusias mengikuti konferensi
ini merasa kecewa dan terkejut dengan bukti-bukti
ilmiah yang dibeberkan dalam konferensi tersebut.
Berita bahwa teori evolusi ternyata tidak terbukti
secara ilmiah bahkan tersebar di berbagai pameran
buku, pusat-pusat kebudayaan hingga di kendaraan-kendaraan
umum. Ini hanyalah pembukaan dari kampanye yang
sedianya akan diadakan pada tahun 1998. Tujuan
kampanye tersebut sangatlah jelas: untuk
menghapus teori evolusi dan materialisme dari
sejarah.



Hingga saat Adnan Oktar dibebaskan pada tahun
1988, kebanyakan dari teman-teman beliau telah
berada di bangku Universitas. Usaha Adnan Oktar
untuk menyebarkan pesan-pesan Islam dan nilai-nilai
moral tidak lagi terbatas di sekolah-sekolah.
Saat itu adalah kali pertama ketika berbagai
lapisan masyarakat menerima pandangan-pandangan
tersebut. Adnan Oktar dan teman-temannya memikul
tanggung jawab untuk mengingatkan para generasi
muda yang tidak memiliki tujuan hidup kecuali
menikmati hidup mereka sepuas-puasnya, bahwa
mereka akan dimintai pertanggung jawaban atas
segala yang mereka perbuat dan pikirkan dan
bahwa mereka pada akhirnya akan dihisab di hadapan
Allah. Oleh karena itu mereka menasehati para
pemuda ini agar merubah sikap dan perilaku hidup
mereka dengan mengarahkan diri mereka sesuai
dengan kehendak Allah. Sungguh, beberapa dari
mereka yang telah terjerumus dalam kehidupan
yang penuh kenistaan meninggalkan cara hidup
yang merugikan ini dan berubah menjadi orang-orang
yang sadar dan penuh rasa tanggung jawab. Sadar
bahwa seseorang tidak akan pernah memperbaiki
perilakunya sebagaimana ajaran Islam tanpa keikhlasan,
Adnan Oktar menasehati para pemuda yang mengelilinginya
agar menjadikan keridhaan Allah sebagai tujuan
utama hidup mereka. Beliau selalu berpesan bahwa
setiap orang akan dihisab di hadapan Allah dan
oleh karenanya mereka hendaknya berperilaku
sebaik mungkin dalam kondisi apapun.


Lembaga Riset Sains


Dua tahun setelah beliau dibebaskan
pada tahun 1988, Adnan Oktar meletakkan landasan
ideologi dari Lembaga Riset Sains (Science Research
Foundation, SRF) yang didirikan pada tahun 1990.
Beliau menyelenggarakan diskusi-diskusi tenta
ng nilai-nilai moral dengan rekan-rekan beliau
yang memiliki pandangan yang sama. Pada masa
inilah pijakan intelektual dari SRF dibentuk
dengan masukan-masukan dari Adnan Oktar. Akhirnya,
pada bulan Januari 1990, Adnan Oktar dan rekan-rekan
mudanya mendirikan SRF untuk melaksanakan aktifitas
mereka melalui sebuah institusi dan agar dapat
menjangkau masyarakat luas. Lembaga ini memungkinkan
diselenggarakannya beberapa aktifitas; anggota
lembaga tersebut menerbitkan buku-buku dan melakukan
kajian kultural, menyelenggarakan berbagai panel,
diskusi dan konferensi untuk mempertahankan
dan menghidupkan nilai-nilai moral. Setelah
pendirian lembaga tersebut, sebuah penggerebekan
besar dilakukan oleh polisi terhadap sekitar
100 orang yang sedang menghadiri pertemuan rutin.
Lebih dari seratus anggota ditahan dan diinterogasi
oleh polisi. Di hari berikutnya, beberapa media
masa milik freemasonry memberitakan kisah penggerebekan
ini sebagaimana sebuah sindikat kejahatan besar
telah tertangkap. Sebagian besar dari anggota
tersebut dibebaskan setelah 3-4 jam. Namun berita
bohong dan tuduhan keji yang diberondongkan
oleh media mas a berlangsung selama beberapa
hari. Kalangan pers menulis skenario yang tidak
masuk akan tentang Adnan Oktar dan para anggota
SRF. Tujuan utama pemberitaan yang subyektif
ini adalah untuk membohongi pihak keamanan dan
institusi peradilah dengan berbagai tuduhan
yang dibuat-buat. Namun segala upaya ini sia-sia
belaka. Adnan Oktar yang ditahan dan diinterogasi
selama seminggu akhirnya dibebaskan karena tidak
ditemukannya elemen kejahatan dalam peristiwa
tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa kelompok
yang sama melakukan ini semua sebagai cara untuk
memberikan peringatan keras.









Sejumlah tuduhan
dan makar telah dilakukan terhadap Adnan
Oktar karena keyakinan dan aktifitas dakwahnya.
Beliau telah ditahan berulang kali, dipenjara
selama berbulan-bulan, akan tetapi pada
akhirnya senantiasa dinyatakan tidak bersalah.
Gambar ini memperlihatkan beliau sedang
dibawa ke pengadilan oleh petugas keamanan.

Selama tahun 1990, aktifitas SRF
terus berjalan dengan tekad yang lebih kuat.
Di pertengahan tahun 1991, dua orang anggota
Lembaga melangsungkan pernikahan secara resmi.
Akan tetapi keluarga dari kedua mempelai melakukan
gugatan terhadap pernikahan tersebut. Anehnya
Adnan Oktar lah yang disalahkan atas terjadinya
pernikahan yang wajar tersebut, yang tidak mengandung
satu unsur pun yang tidak sah. Alasan tersebut
mengakibatkan Adnan Oktar ditahan lagi. Namun
kali ini keberadaan makar yang terselubung sangatlah
terlihat. Para petugas yang menggerebek rumah
Adnan Oktar di Ortaköy dimana beliau tinggal
dengan ibunya menemukan satu paket kokain yang
terselip dalam sebuah buku. Terdapat sekitar
seribu buku dalam rak-rak yang menutupi dua
tembok rumahnya, dan para petugas tersebut menemukan
kokain dalam waktu beberapa menit saja seolah-olah
mereka lah yang baru saja menaruh kokain di
tempat itu. Segera setelah kejadian ini Adnan
Oktar yang saat itu berada di Izmir dengan beberapa
rekan beliau ditahan. Beliau kemudian dipindahkan
ke Markas Besar Keamanan, Istanbul, dan ditahan
selama 62 jam. Setelah itu, beliau dikirim ke
Lembaga Kedokteran Forensik (Forensic Medicine
Institution) untuk menjalani test kokain. Hasil
test tersebut sungguh sangat mengejutkan! Dosis
tinggi dari produk metabolisme kokain terdeteksi
dalam darah beliau! Tetapi setelah beberapa
lama, bukti-bukti menunjukkan bahwa ini adalah
sebuah makar. Pertama-tama, kokain yang dianggap
telah ditemukan di rumah Adnan Oktar ternyata
bagian dari makar tersebut. Beberapa saat sebelum
makar ini dilakukan, Adnan Oktar memperoleh
firasat bahwa ada rencana jahat yang sedang
ditujukan terhadapnya sehingga beliau meninggalkan
rumahnya di Ortaköy, Istanbul. Lalu beliau
menelpon ibunya dan mengatakan bahwa kemungkinan
besar sebuah makar
jahat sedang dilakukan terhadapnya. Lalu beliau
meminta bantuan ibunya untuk membersihkan dan
mengecek rumah secara menyeluruh dengan bantuan
beberapa orang lain agar nantinya mereka dapat
menjadi saksi
. Ibu Adnan Oktar, Ny. Mediha
Oktar lalu memanggil salah seorang tetangga
dan penjaga rumah dan mereka bersama-sama membersihkan
rumah secara keseluruhan, membersihkan debu
yang menempel pada buku-buku di atas rak-rak
satu per satu. Kendatipun Adnan Oktar tidak
pernah pulang ke rumah setelah pembersihan ini,
16 petugas polisi yang menggerebek rumah tersebut
dengan tiba-tiba menemukan “satu paket
kokain” dalam sebuah buku. Tetangga Ny.
Mediha Oktar dan penjaga pintu memberikan kesaksian
pribadi mereka di hadapan umum dengan mengatakan
bahwa, ”Kami
sebelumnya telah membersihkan seluruh buku-buku
Adnan Oktar satu demi satu; dan tidak ada satu
paket semacam itu di tempat tersebut
.”


Bagian kedua dari makar kokain
tersebut adalah adanya produk metabolisme kokain
yang terdeteksi dalam darah Adnan Oktar. Bukti-bukti
ilmiah dan pengadilan membantah tuduhan ini.
Adnan Oktar berada di Markas Besar Keamanan
selama 62 jam dan tes kokain dilakukan setelah
62 jam tersebut. Dengan mengetahui kadar produk
metabolisme kokain dalam darah beliau, seseorang
dapat menghitung secara pasti kadar kokain yang
masuk dalam tubuh. Di samping itu, hasil penghitungan
ini dapat menunjukkan berapa jam yang lalu kokain
tersebut dikonsumsi. Dosis kokain yang terdeteksi
dalam darah Adnan Oktar ternyata berada pada
level yang mematikan jika ditelan 62 jam yang
lalu. Dengan kata lain, dosis kokain yang sedemikian
tinggi akan membunuh beliau jika beliau menelannya
62 jam yang lalu. Temuan ini dengan jelas membuktikan
bahwa kokain yang terdeteksi dalam darah Adnan
Oktar memasuki tubuhnya dalam kurun waktu 62
jam tersebut. Beliau diberi kokain selama beliau
ditahan di Markas Besar tersebut. Kokain
tersebut dicampurkan dalam makanan beliau ketika
sedang dalam penahanan polisi.
Kebenaran
temuan ini juga dikonfirmasi oleh 30 lembaga
kedokteran forensik internasional termasuk Scotland
Yard. Mereka semua memeriksa berkas yang dikirimkan
kepada mereka yang berisi tentang kasus ini.
Kesimpulan hasil pemeriksaan mereka adalah:
Kokain tersebut
telah dicampurkan ke dalam makanannya ketika
beliau berada dalam penahanan polisi. Peristiwa
ini adalah sebuah makar.
Kemudian, Lembaga
Kedokteran Forensik Turki juga menkonfirmasi
bahwa kokain telah
dicampurkan ke dalam makanan ketika beliau sedang
dalam penahanan polisi. Adnan Oktar pun dinyatakan
tidak bersalah dan dibebaskan.
Kendatipun
demikian, makar kokain ini memberikan sebuah
fakta penting: ada kelompok jahat yang memiliki
rasa permusuhan yang sangat mendalam terhadap
Adnan Oktar dan, oleh karenanya, menghalalkan
segala cara untuk menghalangi aktifitas beliau.
Adnan Oktar mengumumkan bahwa pihaknya tengah
mempersiapkan sebuah buku baru tentang freemasonry
yang akan membongkar strategi rahasia mereka
di Turki. Telah terbukti bahwa pusat-pusat Masonik
(sebutan lain dari freemasonry), yang sebelumnya
telah melakukan intimidasi terhadap Oktar melalui
penahanan dan tekanan, berada di balik makar
kokain tersebut.



Melalui makar kokain tersebut
terdapat niat busuk dari organisasi gelap freemasonry,
yakni agar Adnan Oktar mendekam dalam penjara
selama bertahun-tahun terlepas adanya fakta
yang menunjukkan bahwa Adnan Oktar tidak pernah
melakukan satu tindak kejahatan pun. Maksud
jahat yang lain adalah untuk menunjukkan bahwa
beliau adalah seorang pencandu obat terlarang
sehingga hal ini akan menjatuhkan kehormatan
beliau di depan publik. Sungguh, tindakan beberapa
media masa yang dikuasai oleh Freemason yang
melakukan kampanye penghinaan terhadap beliau
merupakan bentuk nyata dukungan yang mereka
berikan terhadap Freemason. Beberapa surat kabar
menuliskan kata-kata penghinaan dengan huruf
yang berukuran besar sebagai judul artikel utama.


Tujuan utama mereka adalah untuk menghentikan
segala aktifitas orang-orang yang memiliki komitmen
dalam menyebarkan kalimat Allah dan akhlaq yang
mulia. Perjuangan Adnan Oktar berada pada posisi
berhadap-hadapan dengan cita-cita mereka, dan
mereka menggunakan cara yang keji ini untuk
mendirikan sebuah masyarakat yang benar-benar
materialis yang sama sekali tidak mengenal nilai-nilai
moral. Sikap subyektif yang ditunjukkan pihak
media masa ini menjadi semakin kentara di tahun-tahun
berikutnya. Sebuah surat kabar yang sangat anti
terhadap Adnan Oktar menyediakan delapan kolom
untuk berita yang berisi penghinaan terhadap
Adnan Oktar; namun berita bahwa Adnan Oktar
telah dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan
oleh pengadilan tidak dimuat, atau dimuat dalam
beberapa baris saja dan itupun dengan kata-kata
yang kurang pada tempatnya.


Fakta bahwa kaum freemason dan
materialis bahu membahu dalam melawan Adnan
Oktar adalah bukti yang paling nyata bahwa beliau
berada di pihak yang benar. Segala penghinaan
terhadap kaum muslimin yang disebut dalam Al
Qur’an ditujukan pula terhadap beliau.
Beliau dikatakan sebagai “tukang
sihir”
, “orang
gila”
dan
“orang yang berjuang untuk keuntungan
diri sendiri”
. Semua cemoohan yang
menjijikkan terhadap beliau dan yang disebarluaskan
ini dikarenakan kejujuran dan kebersihannya.
Namun, Adnan Oktar sering kali menekankan bahwa
penghinaan dan serangan sebagaimana yang dilakukan
sekelompok orang yang berada pada jalan yang
sesat tersebut terhadap diri beliau merupakan
penghormatan bagi dirinya.


Adnan
Oktar Mengasingkan Diri

Sejumlah tuduhan dan makar
telah dilakukan terhadap Adnan Oktar karena
keyakinan dan aktifitas dakwahnya. Beliau telah
ditahan berulang kali, dipenjara selama berbulan-bulan,
akan tetapi pada akhirnya senantiasa dinyatakan
tidak bersalah. Gambar ini memperlihatkan beliau
sedang dibawa ke pengadilan oleh petugas keamanan.


Setelah Adnan Oktar menyusun misi
Lembaga Riset Sains, beliau mengawasi secara
dekat aktifitas lembaga tersebut selama dua
tahun tanpa henti dan menjelang tahun 1991,
beliau menghabiskan seluruh waktunya untuk menulis
buku. Khususnya setelah makar kokain dilakukan
terhadap beliau, beliau mengasingkan diri dengan
tujuan menghindarkan diri dari makar dan serangan
yang serupa, dan untuk memberikan waktu bagi
penulisan buku-buku. Beliau menghabiskan waktu
di rumah beliau. Kadang-kadang beliau mengunjungi
teman-teman beliau dan ikut serta dalam beberapa
diskusi. Beliau senantiasa menolak ketika dimintai
wawancara oleh beberapa surat kabar dan stasiun
televisi meskipun mereka sangat mengharapkannya.


Dalam masa ini, keikutsertaan
Adnan Oktar dalam aktifitas Lembaga Riset Sains
terbatas pada memberikan ide-ide bagi tahap
peletakan prinsip-prinsip dasar dari lembaga
tersebut. Beliau hanya dapat memberikan beberapa
rekomendasi kepada anggota lembaga tersebut
tentang prinsip-prinsip Al Qur’an dan
perilaku yang baik. Periode ini berlangsung
hingga 12 November 1999, yakni di saat polisi
melakukan operasi terhadap anggota Lembaga Riset
Sains.



Satu di antara cita-cita Adnan
Oktar adalah untuk melakukan perubahan radikal
pada keyakinan masyarakat tentang agama, yakni
bahwa “agama
hanyalah diperuntukkan bagi orang-orang tua
dan sebagian kalangan masyarakat saja
”.
Anggapan ini benar-benar menjadi penghalang
masuknya kebenaran Al Qur’an kepada sebagian
besar masyarakat. Mereka yang dianggap contoh
teladan bagi generasi muda adalah kaum homoseksual,
penipu, orang-orang yang tidak senonoh dan lain
sebagainya. Sejumlah besar masyarakat yang mengalami
degradasi, yang sama sekali tidak memiliki nilai-nilai
agama dan akhlaq, mendzalimi diri dengan mengarahkan
diri mereka ke kehancuran hari demi hari. Namun,
masih ada harapan untuk menyelamatkan sebagian
besar dari orang-orang ini seandainya kepada
mereka disampaikan kebenaran. Untuk menghilangkan
anggapan yang dipercayai masyarakat luas sebagaimana
di atas, Adnan Oktar melakukan inisiatif untuk
menghubungi orang-orang yang dapat melakukan
perubahan “simbolik” terhadap masyarakat
dan memberitahukan kepada mereka tentang nilai-nilai
moral. Inilah yang mendorong beberapa anggota
Lembaga Riset Sains melakukan kontak terhadap
orang-orang yang terkenal seperti para model,
penyanyi dan artis. Hal ini diberitakan dalam
jumpa pers yang diselenggarakan oleh SRF sebagaimana
berikut: ”Dialog yang dilakukan antara
anggota SRF dengan para model didasarkan atas
niat untuk membuat mereka mengenal nilai-nilai
akhlaq yang baik. Khususnya selama tahun 1994-95,
beberapa anggota SRF menjalin persahabatan dengan
beberapa model. Dalam masa ini, para anggota
SRF menjelaskan kepada orang-orang ini tentang
degradasi moral yang dialami masyarakat dan
memberitahukan kepada mereka tentang keberadaan
Allah. Banyak buku-buku tentang keajaiban Al
Qur’an dan akhlaq yang baik diberikan
kelpada mereka. Pendekatan yang tulus tersebut
mengakibatkan kebangkitan spiritual dalam diri
beberapa orang tersebut.” Gülay
Pinarbasi
adalah contoh yang nyata dari
adanya kebangkitan spiritual ini. Ia adalah
seorang model wanita sebelum bertemu dengan
anggota SRF; namun setelah itu ia memutuskan
untuk merubah cara hidupnya. Dengan segera ia
meninggalkan cara hidupnya terdahulu dan memulai
kehidupan yang mulia. Ia menghabiskan waktunya
untuk melakukan studi religius dan ilmiah, dan
setelah beberapa saat ia memulai karirnya sebagai
kolumnis dalam sebuah surat kabar konservatif.
Selain itu, beberapa model pria yang juga tersentuh
oleh kebenaran yang disampaikan oleh anggota-anggota
SRF berhenti dari karir mereka dan memulai merubah
haluan hidup mereka ke arah yang sama sekali
berbeda dengan yang sebelumnya.



Di awal 1998, Adnan Oktar dan teman-teman
melakukan kampanye intelektual besar-besaran
melawan Darwinisme. Kampanye ini diawali dengan
menyebarkan secara gratis ribuan buku karya
Adnan Oktar, yang berjudul Kebohongan
Teori Evolusi
dan selebaran lain yang
diambil dari buku tersebut disebarkan di seluruh
penjuru Turki. SRF lalu menyelenggarakan serentetan
konferensi “Runtuhnya
Teori Evolusi dan Fakta Penciptaan

di seluruh Turki. Tiga konferensi pertama yang
diselenggarakan di Istanbul dan Ankara menampilkan
para ilmuwan tingkat dunia dari Amerika sebagai
pembicara. Kemudian konferensi yang serupa diselenggarakan
di 120 kota besar dan kecil di Turki. Dalam
konferensi tersebut, anggota SRF, masing-masing
dengan bidang spesialisasi mereka, memberikan
ceramahnya. Tujuan dari semua ini adalah untuk
membungkam dengan bukti-bukti ilmiah ajaran
Darwinisme,
sebuah teori bohong yang disebarkan dengan kedok
sains. Sehingga dengan konferensi ini pemikiran
dan pemahaman kaum materialis menjadi hancur
lebur. Aktifitas yang dilakukan oleh SRF dibawah
pimpinan Adnan Oktar tersebut meraih keberhasilan
yang besar. Orang-orang, yang dulunya tidak
memiliki pengetahuan tentang teori evolusi,
saat itu mendapatkan kesempatan untuk mengetahui
bagian dalam dari teori evolusi dan berbagai
dimensi dari pemalsuan saintifik yang telah
tersebar ke seluruh dunia. Rakyat Turki akhirnya
menyadari fakta bahwa sistem pendidikan yang
ada ternyata didasarkan pada pendoktrinan teori
evolusi terhadap otak genearsi muda. Ini adalah
bagian dari rencana tersembunyi dalam penghancuran
nilai sosial dan moral generasi masa depan.
Di samping itu, mereka mendapatkan kesempatan
untuk mengetahui bahwa filsafat materialis dan
teori evolusi, yang disebut-sebut sebagai dasar
pijakan ilmiah dari filsafat materialis tersebut,
adalah sumber dari ajaran komunisme, penyebab
munculnya tindakan anarki dan teror di berbagai
negara. Penerbitan buku-buku, penyelenggaraan
konferensi, pembuatan kaset video dan CD adalah
bagian dari aktifitas-aktifitas pokok yang dilakukan
dengan kontribusi dari SRF. Beragam produksi
tersebut pada intinya berkisar seputar masalah
kebohongan teori evolusi, latar belakang ideologi
dari teori tersebut serta fakta penciptaan.
Buku-buku tersebut ditulis dengan nama pena
Harun Yahya
dan produk-produk yang dihasilkan oleh SRF terdiri
dari lebih dari 100 buku yang membahas masalah
politik, saintifik dan agama, 5 film dokumentari,
lusinan kaset dan CD interaktif seputar teori
evolusi dan fakta penciptaan. Koleksi yang berkualitas
tinggi dengan tampilan yang menarik serta isi
yang sahih atau diakui keabsahannya ini merupakan
sumber materi yang penting.



Tekanan lagi…


Segala aktifitas yang penuh komitmen
ini sangat membuat geram dan marah pihak-pihak
tertentu. Dengan dukungan dari kelompok materialis
dan freemason, mereka melakukan serangan terhadap
aktifitas-aktifitas SRF. Mereka mengeluarkan
pernyataan seperti: “Konferensi
yang diadakan oleh Lembaga Riset Sains harus
dihentikan sama sekali.
” Tujuannya
tiada lain adalah untuk mencegah segala kajian
ilmiah yang menyangkal teori evolusi. Mereka
menjadi marah dan merasa tidak mampu melawan
pukulan mematikan yang diberikan oleh aktifitas
SRF terhadap filsafat mereka. Mereka hanya mengklaim
agar semua aktifitas ini dihentikan sesegera
mungkin, tanpa memberikan argumentasi ilmiah
apapun. Di mata masyarakat Turki, mereka terlihat
tidak mampu berdiri mempertahankan serangan
total terhadap teori evolusi yang mereka yakini
secara buta. Perjuangan Adnan Oktar dan kawan-kawan
untuk membuktikan kebohongan teori evolusi berlangsung
hingga musim gugur tahun 1999. Ini berbarengan
dengan saat ketika berita tentang “Global
Freemasonry
”, sebuah karya besar
Harun Yahya yang terdiri atas tiga volume, beredar…sebuah
ancaman besar bagi beberapa kelompok tertentu.
Tanpa mengambil resiko, mereka merencanakan
makar, melontarkan tuduhan dan membuat provokasi.
Beberapa saat kemudian terjadi operasi besar
polisi Republik Turki! Sudah barang tentu Adnan
Oktar secara terang-terangan tidak dituduh “mengajak
orang kepada jalan Allah, mengingatkan mereka
akan Allah, agama dan akhlaq Islam yang baik,
dan agar mereka menjauhi materialisme, kekufuran
dan akhlaq yang buruk.” Di mata mereka
yang ingin menghalangi beliau, ini semua adalah
“tindak kejahatan” yang beliau lakukan.
Sementara itu, media masa, seperti biasanya,
melakukan tugasnya dengan menyebarkan kenyataan
yang ada sebagai gambaran yang sama sekali berbeda
kepada masyarakat…Menjelang tanggal 12
Nopember 1999, beberapa media masa yang sangat
anti terhadap Adnan Oktar menggunakan cara yang
biasa mereka gunakan untuk menyebarkan penghinaan,
tuduhan palsu, skenario dan segala kebohongan.
Penghinaan dan kebohongan yang tak terbayangkan
muncul di media masa setiap hari dan sangatlah
menarik bahwa ini semua satu demi satu di bantah
dengan kebohongan yang lain. Apa yang dilakukan
media masa tersebut hanyalah pencerminan dari
rasa permusuhan mereka terhadap Adnan Oktar
selama bertahun-tahun. Namun, seperti yang Adnan
Oktar selalu katakan, mereka sebenarnya tunduk
kepada kehendak Allah dan, kendatipun tidak
menyadarinya, mereka menjalankan peran yang
diperuntukkan bagi mereka yang sebaik mungkin
sebagaimana yang telah Allah takdirkan untuk
mereka.


Mereka tidak menyadari bahwa mereka
sebenarnya melakukan peran mereka dalam kehidupan
kaum muslimin dalam artian bahwa kaum muslimin
diuji dan mendapatkan keridhaan Allah melalui
apa yang mereka perbuat terhadap kaum muslimin.
Di samping itu, ini adalah cara bagaimana Allah
menjadikan orang-orang yang memperjuangkan kebenaran
terlihat jelas agar dikenali oleh setiap orang.


Berpedomankan ayat Al Qur’an:
“Tolaklah
(kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik

(QS. Fushshilat, 41:34), beliau melakukan pendekatan
secara baik-baik dan toleran kepada mereka yang
memiliki rasa permusuhan terhadap beliau. Dan
beliau menekankan fakta bahwa, ”Ketentuan
yang Allah ciptakan senantiasa sempurna, terdapat
kebaikan dalam segala hal
”. Kesempurnaan
takdir yang diciptakan Allah insya Allah akan
disaksikan oleh setiap orang.