Tuesday, March 10, 2009

Invisible hand

Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand Invisible hand'Invisible hand' disini bukan yang dikatakan oleh Adam Smith, Milton Friedman, Leon Walras, atau Vifredo Pareto dan lain sebagainya yang membicarakan masalah ekonomi pasar hingga bisa menganalisa kapan krisis ekonomi terjadi dan disembuhkan, kapan-kapan sajalah ngomong hal itu, emang sekarang sudah krisis dan PHK sudah mulai dikampanyekan oleh 'Invisible hand' demi keamanan keuangan perusahaannya, dan kekompakan para warga dunia untuk tidak memiliki uang maupun boros berbelanja secara miskin bersama dan kompak wahaha...

Hanya karena kekacauan pikiran sajalah saya tertarik dengan fenomena 'Invisible hand' ini seperti peristiwa-peristiwa aneh yang muncul di media, tentunya memang ada sumbernya dan cilakanya ada korbannya juga, seperti kasus 'Invisible hand' yang menimpa Kiki Fatmala, eh invisible nggak ya... karena tidak kelihatan dengan jelas. Saling memamerkan foto narsis para caleg di pinggir jalan atau sawah yang dipasang oleh 'Invisible hand' karena sangat tidak teratur dan saling menutupi satu sama lain.

Terkuncinya pesawat sukhoi oleh misille yang di kendalikan oleh 'Invisible hand', namun sekarang sudah nggak ada khabarnya lagi. Terbongkarnya aib-aib para calon legislatif oleh 'Invisible hand' juga meramaikan kabar di media, ataukah 'Invisible hand' ini adalah tukang ketik di media nyata maupun siluman maya, aneh sekali... atau memang bunuh diri...

Penangkapan para koruptor untuk pembersihan dan kadang dituduh bernuansa politis juga sering bermuara pada 'Invisible hand' dari kekuasaan. 'Invisible hand' ini menyentuh kelamin-kelamin musuh kekuasaan untuk dapat diekspose menjadi aib yang sangat memalukan untuk membunuh karakter yang sudah sekian lama dibangun, 'Invisible hand' sangat cerdik dalam melihat permasalahan dalam kehati-hatiannya sehingga bisa jadi hanya karena remasan sedikit rangsang susu sebelahnya... wuakaka... namun bukan berimbas positif seperti pada para penyedia nutrisi di atas gunung nan sejuk.

Secara nalar banyak kejadian yang menimpa semuanya bukan karena 'Invisible hand' yang kadang dimaksudkan kepada Yang Di Atas, namun adalah karma, kesalahan sendiri dan keterkaitan dengan masalalu, atau permasalahan yang lainnya. Manusia kadang tidak mau mengakui dengan akalnya sendiri namun selalu berusaha mencari pembenaran dengan asal kadangkala, dan melarikan permasalahan kepada 'Invisible hand' yang diamini sebagai diluar kekuasaannya.

Dalam kontes menuju kekuasaan inipun tak luput dari 'Invisible hand' tersebut, seperti ketika setiap pilkades, banyak orang tua yang cenderung tidak tidur dan menunggu 'wahyu atau ndaru' yaitu sinar yang membawa berkah pada malam hari dan jatuh ke tempat calon yang akan menang besoknya... wallahu allam ..., semoga dalam politik kekuasaan pun para penguasa juga paham bahwa 'Invisible hand' itu memang ada dan setiap saat bisa berubah arah... dan menyerang tanpa ampun.

gambar: image invisible hand