Monday, February 16, 2009

NLP - Neuro Linguistic Programming

Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming NLP NLP NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLPBuset, jancook, bangsat, dahsyat, mantap, seksi, cinta, romantis, weks ..... adalah sebuah kata yang bisa bermakna negatif ataupun positif, tergantung intonasi penggunaan dan konteks ketika kita mengucapkannya. Kata-kata dan kalimat yang kita dengar kadang membuat kuping merah, marah, malu dan menjadikan kita semangat lagi untuk menapaki kehidupan. Betapa kalimat dan ucapan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, entah bagi orang awas maupun para difabel yang sering berinterakasi dengan kita.

Betapa perkataan, tulisan dan apapun yang kita dengar atau lakukan akan masuk ke alam pikiran dan alam bawah sadar seseorang, baik keluarga, mantan pacar, klien, anak-anak maupun rekan kerja sekantor dan akan memberikan memberikan perubahan perilaku yang signifikan, baik yang kita harapkan ataupun tidak ternyata semuanya ada sangkut pautnya dalam berbagai kategori seperti stimulus respon ataupun aksi dan reaksi. Dalam hal ini ternyata ada orang dari Amerika (lagi-lagi Amerika lagi... bosen sebenarnya) yang meneliti hal ini terhadap para ahli terapi. Orang itu bernama Dr. Richard Bandler seorang ahli komputer dan matematika dan Dr. John Grinder seorang ahli Linguistik yang secara bersama mempelajari keahlian pakar dan ahli terapi yang sukses di bidangnya.

Penelitian itu menghasilkan sebuah teori yang saat ini sedang digandrungi oleh orang-orang di Indonesia saat ini mulai dari eksekutif, pengusaha, psikolog sampai para politisi, dan seringkali meskipun tidak dengan sadar kita pasti sudah sering melakukannya. Hal itu adalah NLP - Neuro Linguistic Programming, sebuah kata-kata yang aneh dan sangat sadis artinya karena kalo diterjemahkan secara bebas artinya adalah Pemrograman otak dengan kata-kata, seperti sebuah indoktrinasi, sugesti atau hipnotis, dan memang seperti itulah sebenarnya namun dikemas secara lebih tertata dan bisa dipertanggungjawabkan secara empiris.

Karena Neuro merujuk pada otak atau pikiran yang mengorganisasikan kehidupan kita secara mental. Linguistik untuk bagaimana kita mempergunakan bahasa untuk memberikan makna dan pengaruh. Dan Programming untuk mengurutkan proses mental yang akan mempengaruhi perilaku dalam proses pencapaian tujuan tertentu, dan dari sinilah didapatkan rumus-rumus bahasa tertentu untuk dapat memodifikasi proses mental tersebut.

Intinya dengan memakai susunan tatabahasa yang baik dengan arah yang jelas akan mengubah perilaku tertentu seperti ketika adik kecil kita tidak mau minum obat ketika sakit karena takut rasanya pahit, maka kita dapat memberikan saran dengan berkata "Ayo kita campur obatnya dengan sirup yang rasanya manis agar tidak terasa pahitnya", dengan kata lain ajaklah melakukan sesuatu dengan bahasa yang disukainya. Bukan seperti MUI yang mengajak untuk mensukseskan Pemilu Indonesia 2009 secara damai namun dengan mengharamkan Golput yang semuanya pasti sangat cinta damai.

Berbeda dengan hipnotis yang secara langsung dapat memberikan perubahan perilaku langsung dengan kata-kata yang dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadarnya seperti yang dilakukan seorang kepala sekolah SD di Kebumen untuk menggenjot prestasi anak didiknya,... ada-ada saja ya... dan NLP ini menjadi salah satu rahasia para motivator yang sedang ngetren dan laris karena kata-kata teduh dan memotivasi seakan menjadi obat bagi kelelahan-kelelahan neuro bos-bos dan eksekutif di negeri ini....

Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP
Marilah kita berkata-kata dan mencoba memberikan kalimat-kalimat yang kita program sendiri demi kebaikan anak, adik, keluarga, lingkungan dan kepada siapapun kita berinteraksi... wakaka... memangnya saya bisa... kekekekee...