Friday, February 6, 2009

damai itu hak

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009Kontes menyamun SEO tentang kampanye damai pemilu 2009 membuat teror dengan banyaknya postingan blog yang motifnya tentang kampanye damai itu, lebih sayang lagi jika hanya untuk mendapatkan hadiah yang totalnya hanya limaratus dollar itu, bukan berarti saya tidak mau uang tapi apakah motivasi para peserta kontestan itu hanya utnuk mencari hadiah, ajang pamer skill optimasi SEO, berharap bukan itu yang menjadi latar belakang mereka ikut kontes itu, jika hanya menginginkan hadiah atau pamer kepintaran aja apa bedanya dengan para peserta kampanye pemilu legislatif 2009 itu, di permukaannya damai, namun didalamnya mereka perang untuk memenangkan kontes, walahiyung...

Kagum juga dengan ide kontes tersebut, untuk mengalihkan energi para pegiat dunia maya yang setia bergentayangan demi kecintaannya pada dunia nirprasangka ini, semoga saja dia bukanlah seseorang yang memiliki niat untuk mengalihkan perhatian anak-anak muda yang seharusnya kritis berkarya untuk bangsanya terlebih mengkritisi program-program yang ditawarkan jawara SEO politik untuk memikat hati rakyat melalui keyword penurunan BBM, sembako murah, restorasi budaya, pendidikan gratis, dan sebagainya, atau mencatat janji-janji yang diucapkan para caleg. Semoga kecurigaan saya itu tidak beralasan dan super salah, dan berharap agar kontes yang diikuti ribuan orang itu menjadi semacam doa bagi perdamaian dalam pesta demokrasi anak bangsa yang digelar sekarang, serta tidak membuat server om google tidak kerepotan mengindeks keyword yang panjangnya minta ampun.

Bukan hanya damai yang seharusnya menjadi tujuan namun masa depan kita ini yang lebih baik dan praktek-praktek keberpihakan dan pensejahteraan warganegaralah yang menjadi tujuan, bukan hanya roadmap kampanye terus kursi-kursi di gedung legislatif itu terisi namun lebih dalam dari itu tentunya, terlalu enak mereka meneguk kekayaan dan madu kemenangan pemilu jika kampanyenya hanya damai dowang tanpa melalui perjuangan keras untuk merebut hati para pemilihnya, dan sialnya memang golput diharamkan juga, sudah tentu pemilu tahun ini adalah pemilu yang paling enak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi meskipun dengan resiko friksi-friksi yang tidak masuk diakal. Semoga kontes ini tidak ada sangkut pautnya dengan fatwa pengharaman golput.

Damai, damai, damai ini bisa jadi adalah tameng dari para politisi busuk agar dengan enaknya bersembunyi di balik ketiak mahluk damai itu sendiri, agar mereka aman dan terhindar dari aksi-aksi yang mengejutkan dan menohok langsung atas kejahatan dan kebusukannya, semisal untuk kasus Lapindo dan sebagainya. Betapa mereka harus membayar mahal untuk kembali duduk di kursi itu, sementara kita selalu dibuai dan dijinakkan dengan kata damai anti kekerasan, damai anti kekerasan, damai anti kekerasan dan damai anti kekerasan. Mengapa sebuah kata kunci milik kita dipakai untuk menjinakkan kekritisan kita oleh mereka, damai itu hak dan milik kita namun kalau para politisi itu berdamai tentulah ada perawan dibalik selimut eh... udang dibalik selimut eh... salah ada anunya ... wakakaka..., wallahualam...