Thursday, October 28, 2010

tercoba

Rasanya teguh tidak akan perih mau apa?, juga bukan berpengaruh pada siapapun. Bukankah narsis tidak hanya sekedar lipsync. Betapa keputusan dan kesetiaan ada di luar logika biasa seperti yang dilakukan Mbah Marijdan sang Samurai Jawi, bukan juga seperti hacking wep password wifi network, atau membuat mobil keluarga indonesia harus ideal dan terbaik, apalagi Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia yang sama sekali berlainan dengan mobil keluarga ideal terbaik indonesia yang seharusnya, sentah seperti apa, tidak ada yang mau tahu tentunya.

Keteguhan ini sedang berada pada cobaan terberat sepertinya, belok kanan perih, belok kiri tertekan, maju ada tembok, kebelakan ada jurang. Bagai telur diujung tanduk, mau mati pun tidak tahu caranya, dan tentu saja yang menjadi pertanyaan adalah, apa enaknya mati, off dan berada di suatu tempat yang tidak ketahuan apakah tempat itu bernama, dimana, dikoordinat mana, ataukah hanya lebur dengan angin, api, tanah dan air yang selalu turun ketika pagi hari menjadi embun. Siapa mau mencoba kalau memang tidak tahu ada apa mendapat apa, hanya hari demi hari berlalu dengan sepi, tanpa tepi untuk meminang kegelapan dan menggauli kehancuran tanpa alasan yang harus dibuat-buat, as usual.... jalani saja sampai kapan.

Mampukah menghadapinya, pertanyaan yang semakin tolol terdengar dan terngiang, bukan hanya kemauan untuk menghadapi, bukan hanya kesiapan, namun siapkah menyesali nanti ketika semua sudah terlambat, ketika sesal dan sesak menyapa setiap hari dengan lebih sakit dan dalam, laksana merapi yang selalu istikomah membelai amarahnya, memendam dan menghujamkan pada apapun yang berada disekitar tubuhnya.

Tidak, tidak akan seperti itu, apapun kebaikan haruslah diutamakan, dijalankan semampunya tanpa harus menistakan sekitar. Menghargai dan saling memberikan jalan terbaik bukanlah amanat yang terlalu berat untuk dilaksanakan, dilakukan bahkan ketika hal itu diperjuangkan pun tak lebih hanya penderitaan jeritan hati dan rahsa akan diri sendiri. Siapapun memiliki kebaikan betapa kecilnya, meski raung amarah seakan tanpa tepi mengajak menghancurkan apapun yang ada, ketika kemanusiaan dan nyawa masih melekat. Namun entah ketika itu dilakukan berjamaah, dengan seragam, bahkan dengan segala sumpah dan baiat. Semoga keteduhan hati dan pikir bisa mengaliri insan-insan yang telah membatu hatinya, meski langitpun tak menjanjikan apapun demi sebuah kebaikan ketika terjadi ini dan lain hari.






Another Day | Dream Theater

Live another day
Climb a little higher
Find another reason to stay
Ashes in your hands
Mercy in your eyes
...If you're searching for a silent sky...

You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So die another day

The coldness of his words
The message in his silence,
'Face the candle to the wind...'
This distance in my voice
Isn't leaving you a choice
So if you're looking for a time to run away...

You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day

They took pictures of our dreams
Ran to hide behind the stairs
And said maybe when it's right for you, they'll fall
But if they don't come down
Resist the need to pull them in
And throw them away
Better to save the mystery
Than surrender to the secret

You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day