Saturday, July 24, 2010

mimpi indah

toyor, sebuah kata yang baru terdengar bagi saya, menurut apa yang sudah ada dalam bahasa jawa padan katanya adalag jeguk, atau saya lebih suka dengan 'jagur', dalam bahasa indonesia baku bisa diartikan dengan 'pukul'. entah dari mana asal kata 'toyor' ini, sayangnya saya tak peduli dengan itu, toh semuanya adalah bahasa manusia, yang asal usulnya juga dari keragaman cara melihat keindahan masing-masing dari akal maupun budi, disesuaikan dengan apa yang menjadi kesukaan dan persetujuan bersama secara lokalitas. hingga berkembang menjadi dipakai banyak orang, meskipun hal itu tentunya tidak harus diperjuangkan dengan banjir darah karena apa sih pentingnya identitas, kelokalan dan lain sebagainya yang malah diplesetkan menjadi personal brondong, eh personal branding, sebuah makna aneh dalam menjual pesona diri pribadi.

mengapa harus branding, apakah ada unsur sesuatu didalamnya, entah.. mungkin memang harus di toyor, sebagaimana toyoran pengawal presiden pada hari anak nasional 2010 pada 23 juli 2010 yang ternyata hari anak nasional 23 juli adalah juga hari ulang tahun salah satu anak presiden soeharto tanpa ada makna tanggal yang lebih berarti terkecuali dengan kejadian 23 juli 2010, mungkin akan bermakna karena ada kekerasan terhadap anak secara nyata dengan perwakilan negara oleh pasukan pengawal yang terhormat kepada anak indonesia secara langsung dan live, sebagai gambaran betapa hari anak nasional hanyalah sesuatu yang mengada-ada, hanya seremonial, dan malah pada saat seremoni kekerasan terhadap anak malah disuguhkan secara benar dan oleh tentara yang setiap saat adalah perwakilan bentuk kenegaraan.

sungguh celaka ketika pada perayaan hari anak nasional 2010 yang bertema "ANAK INDONESIA BELAJAR UNTUK MASA DEPAN" dan sub thema "KAMI ANAK INDONESIA, JUJUR, BERAKHLAK MULIA, SEHAT, CERDAS DAN BERPRESTASI", pada puncak perayaannya di tandai dengan Pencanangan Gerakan Nasional "INDONESIA SAYANG ANAK" yang ternyata memang hanya sebatas sebagai bahasa pidato saja, tanpa ada praktek yang benar, apalagi mengacu pada pendidikan yang seharusnya memang sangatlah berkaitan apalagi dengan rencana mimpi besar tentang pendidikan karakter yang akan dilakukan secara holistik, namun apa daya semuanya seakan hanya sebuah mimpi indah yang berakhir dengan terbangun tiba-tiba karena terkena toyoran.

kondisi semacam ini memang tidak patut untuk diingat, namun harus menjadi pelajaran yang nyata, sebagai bekal untuk menjalani apa yang tersedia dan diproduksi oleh negara tercinta yang memang sudah di toyori oleh banyak hal, semacam utang yang selangit namun masih dianggap proporsional, bencana lapindo yang hanya dilihat sebelah mata, ledakan tabung gas elpiji 3 kiloan yang hanya dirasakan sebagai toyoran empuk, hingga kasus-kasus bentrok berdarah di pasar-pasar tradisional, pasar pinggir jalan, perkebunan-perkebunan milik negara yang hanya dianggap lelucon, padahal sebuah perang saudara yang tak bisa hanya dianggap sebagai saling toyor antar warga saja.

aneh bin ajaib, anak-anak perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia yang tengah melangsungkan Kongres Anak Indonesia (21-24 Juli) di Pangkal Pinang, telah menghasilkan delapan butir pernyataan. biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, hasil rumusan diskusi akan dibacakan pada puncak peringatan Hari Anak yang dihadiri oleh presiden. sayangnya, “Suara Anak Indonesia” demikian tajuk dari delapan butir itu disebut, tiba-tiba dibatalkan oleh panitia untuk dibacakan di depan SBY. alasan panitia ada perintah dari istana tanpa ada penjelasan lebih lanjut, meskipun acara ini toh hanya membutuhkan waktu lima menit saja.

bagaimanapun semoga tahta pak presiden masih mampu bertahan, demi pengiritan dan hemat energi karena biaya kampanye dan pemilihan lagi yang tidak sedikit, dan menghabiskan banyak kertas serta menyibukkan para tukang cetak, yang mending mencetak uang lebih banyak saja, untuk dibagi-bagikan kepada para petinggi agar hidupnya lebih makmur dan cukup melayangkan toyoran saja kepada musuhnya tanpa harus dengan kekerasan yang lebih keji, apalagi harus mempersenjatai paramiliter yang semakin banyak saja yang mendaftar menjadi member.

sultan of swing | dire straits

You get a shiver in the dark
It's raining in the park but meantime
South of the river you stop and you hold everything
A band is blowin' Dixie double four time
You feel alright when you hear that music ring

And now you step inside but you don't see too many faces
Comin' in out of the rain you hear the jazz go down
Competition in other places
Oh but the horns they blowin' that sound
Way on down south, way on down south London town

You check out Guitar George, he knows all the chords
Mind he's strictly rhythm he doesn't wanna make it cry or sing
Yes and an old guitar is all he can afford
When he gets up under the lights to play his thing

And Harry doesn't mind if he doesn't make the scene
He's got a daytime job, he's doin' alright
He can play the honky tonk like anything
Savin' it up for Friday night
With the Sultans... with the Sultans of Swing

And a crowd of young boys they're fooling around in the corner
Drunk and dressed in their best brown baggies and their platform soles
They don't give a damn about any trumpet playing band
It ain't what they call rock and roll
And the Sultans... yeah the Sultans play Creole

Creole

And then the man he steps right up to the microphone
And says at last just as the time bell rings
'Goodnight, now it's time to go home'
And he makes it fast with one more thing
'We are the Sultans... We are the Sultans of Swing'