Thursday, June 17, 2010

gelap mata

sehubungan dengan sudah punahnya harga diri disini sudah tak ayal lagi untuk mempertahankan semua karisma citra diri yang memang tak pernah dibangun. semua berjalan apa adanya tanpa ada rekayasa bahkan renovasi ketika semua telah punah dan berantakan. tiada ada keyakinan lain yang bisa menyeteruinya bahwa kejujuran bukan harga mahal atau murah namun semuanya tergantung pada apakah terlihat indah atau karena matamu picek !!!.


bukan hal yang tanpa keniscayaan ketika berdiri sembunyi untuk mengakrabi sang karib, sebab tidak perlu harus sembunyi dan menyepi karena di keramaian pun semuanya akan terasa hambar dan sepi ketika sang karib memang sudah menjadi penguasa sejati yang tak terkalahkan oleh apapun meski cinta nan luas pun akan bermuara padanya.

yeah.. bukan itu memang karena apapun yang sudah ada tak akan pernah hilang dari pandangan mata terkecuali memang sudah dipunahkan dan tak terpakai lagi, tiada perlu jalan untuk meminta maaf kecuali perbuatan untuk membuktikannya sesakit apapun bahwa asap pastilah ada bara sebagai musababnya dan pada saatnya dapat dibedakan mana pasir mana suwasa. dimana kadang intan permata akan ditemukan setelah perjalanan sekian lama sebelum terlambat jika masih bisa ditemukan, pun tak akan pernah ketemu ketika niatan untuk menggalinya sudah dipupuskan ketika tombol start baru saja dipencet, meski untuk menyiapkannya membutuhkan peluh dan derita yang selalu saja menjadi karib dalam perjalanannya.

bukan hal mudah untuk melupakan, jadi untuk apa melupakannya tiada daya untuk melupakan segenap bagian perjalanan meski pada akhirnya hanyalah sebuah umpatan tak berkelas sama sekali namun bukankah umpatan itu adalah sebuah cambuk yang bisa membuat kita semua berdiri, berdiri angkuh di tengah mahakarya segala ucapan dan perbuatan yang mau tidak mau harus dijalankan hingga semuanya selesai untuk kemudian menuju gelap.