Thursday, January 29, 2009

Langit tetap akan runtuh....

Goncangan sudah terasa seiring dengan naiknya cukai rokok sekaligus pengharamannya bagi anak-anak dan ibu-ibu yang hamil, terus terang saja salut dengan meleknya orang-orang tua itu dengan kepedulian kesehatan ibu dan anak-anak. Kemudian pengharaman Golput juga menjadikan saya semakin salut dan marah kepada (pinjam istilahnya grubik, yang membuat cekakaan pada komentarnya di Arisan) MU (Manchester United) Indonesia.

Kenapa salut, karena mereka adalah orang-orang yang sudah kenyang asam garam pengalaman, dan kemungkinan juga punya daya linuwih melihat beberapa tahun ke depan (jumlah rekening tabungannya... ?) bahwa ketika pemerintah tidak memiliki dukungan dari rakyat maka seiring dengan sulitnya kehidupan dikhawatirkan akan lebih cepat menjadi pemicu konflik horisontal maupun struktural di berbagai ranah dan tingkatan.

Mengapa marah, karena menghina sang Nabi dan menggunakan kata "haram" bagi sesuatu yang tidak diharamkan olehnya, meskipun dengan pertimbangan yang panjang namun mereka tidak boleh membuat hukum baru yang jelas-jelas pasti dilanggar banyak orang, betapa nanti kata "haram" itu akan menjadi sebuah lelucon dan tidak sakral sebagaimana mestinya. Dalam hal ini mereka tidak bisa membumikan ayat-ayat-Nya dengan benar, membuat marah sekaligus malu karenanya.

Pengharaman golput jika memang untuk mengantisipasi keruntuhan langit di Andunisiya ini (suka sekali dari blog xkh) seyogyanyalah dibarengi dengan pelaknatan atau kutukan kepada para politisi dan parte-parte yang busuk, tidak memiliki program jelas, tidak merakyat, tidak membumi, tidak jujur, dan membeli suara dengan iming-iming bantuan atau amplop. Bahkan jutaan tiang bendera dan baliho seakan merusak keindahan kota, yang sebenarnya juga tidak pernah ditata oleh yang seharusnya menata, tapi karena kesadaran warga yang ditekan dengan komando dari RT dan RW yang mengatasnamakan lomba atau mengaburkan obyek permasalahan dan tanggung jawab yang seharusnya bukan beban warga.

Langit tetap akan runtuh meskipun harga bahan bakar diturunkan, minyak tanah diganti dengan gas, nakhoda kapal diganti sarjana, akan ada UU kerahasiaan negara, gaji pns dinaikkan, pajak dan bunga bank diturunkan.

Langit tetap akan runtuh meskipun ribuan sarjana lulus kuliah, ratusan partai bermunculan, para bandar narkoba dan miras dipenjarakan, presiden dan kabinetnya diganti, buku sekolah dapat di download gratis dan gedung-gedung kuliah menjadi pencakar langit.

Langit tetap akan runtuh meskipun disangga dengan jutaan tiang bendera partai, dan silat lidah para ahli kotbah di mesjid-mesjid ketika jumatan menghubungkan antara politik, partai dan agama, namun tidak menghargai kenyataan kemajemukan budaya, perempuan, dan kesulitan rakyat kecil semakin mempercepat runtuhnya langit demokrasi, keamanan dan kesejahteraan andunisiya tercinta....