Garongnomics dan Tamaknomics
Kondisi sedang tidak baik-baik saja kata Kapolri Listyo Sigit. Maksudnya apa tidak tahu. Sekarang sedang saat memikirkan nasib. Kondisi ekonomi yang limbung baik di atas maupun di sebagian besar masyarakat.
Garongnomics dan Tamaknomics
Berbagai fenomena baru seperti rojali, serakahnomics, hingga pengibaran bendera One Piece atau Jelly Roger. Ya fenomena Bajak Laut yang aktif seperti Garong dan berideologi Tamak mendistraksi anggapan baik pada Pemerintah. Mereka bisa mengenali serakahnomics, sementara tamaknomics dan garongnomics tetap always running.
Kejadian dan penemuan BBM Oplosan hingga Beras Oplosan membuat kepercayaan bahkan kepada pihak bukan pemerintah pun ada. Anehnya ada juga temuan tentang Emas Oplosan yang memiliki cap logo BUMN yang mengurusi pertambangan emas di negeri ini. Muncul kembalinya pengejaran kepada mafia minyak yang dulu memiliki Petral.
Kasus-kasus korupsi kelas kakap bernilai 200an Trilyun yang tadinya hanya dipidana 6,5 tahun. Hingga mafia jual beli kasus yang ditangkap Kejagung dan memiliki nilai trilyunan. Pada saat itu masyarakat dibuat terlena dan terbiasaa dengan jumlah uang gede. Sering mendengar jumlah ratusan milyar hingg trilyunan rupiah yang membuat lupa bahwa, ceban pun tak ada di kantong saku apalagi dompet.
Belum lagi ada apa dengan amnesti kepada pak Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada pak Tom Lembong. Memicu berbagai prediksi dan tanya pada yang kebetulan memperhatikan. Tidak berarti apa-apa bagi yang tak mau berurusan dengan hal tersebut.
Siapa dalang dan perekayasa kejadian-kejadian ini. Tentu sulit sekali diduga, ada apa dibalik ini. Bahkan ada apa dibalik pengibaran bendera one piece, yang ditangani serius oleh kepolisian dan militer. Ada apa ini? hal tidak penting justru diseriusi?.
Beda Sudut Pandang
Namun hentakan yang cukup menarik perhatian adalah pemblokiran rekening doormant oleh PPATK. Sisi masyarakat memiliki opini sendiri tentang kerugian dan kesulitannya. PPATK mengatakan bahwa ini adalah perlindungan kepada masyarakat dari adanya penyalahgunaan rekening. Baik untuk Tindak Pidana Pencucian Uang ataupun hubungannya dengan Judi Online.
Permasalahan memang seperti tak ada habisnya. Kementerian Informasi dan Digital pula yang mengeluarkan statemen aneh-aneh yang membuat opini masyarakat piknik kemana-mana. PLN perusahaan pemilik otoritas dalam hal listrik negara dan ikutannya pun dikabarkan mengalami kerugian dan angkanya cukup fantastis.
Pernyataan Pemerintah NFSW
Ibu Menteri Keuangan yang dikabarkan masyarakat di media sosial pun akan menambah pajak baru pada pembelian emas dan sebagainya. Cukup memicu pikiran dan otak masyarakat yang seharusnya tak terganggu dengan semacam keputusan-keputusan atau pernyataan-pernyataan pemerintah yang mengganggu kenyamanan. Mungkin pernyataan pemerintah saat sekarang dapat dikategorikan ke NFSW atau Not Safe for Work. Karena menganggu orang serius dan khusuk bekerja, dan tiba-tiba harus mengeluarkan kata kasar.
Petunjuk Alam
Alam juga belum lama memberikan drama atau pentas yang dunia menyaksikan serta ikut berdebar-debar. Fenomena pementasan Perang 12 hari Iran - Israel yang bisa di pandang dan dikuliti dari berbagai dimensi. Sebagai petunjuk alam.
Fenomena negara dan orang-orang tamak yang terus bekerja menghancurkan kemanusiaan untuk kepentingan kemanusiaannya sendiri. Melawan fenomena bangsa penuh ketertindasan, fitnah internasional bahkan embargo internasional untuk membungkam sebuah bangsa yang sudah eksis ribuan tahun.
Tancep Kayon
Kita berada dalam pusaran tersebut, baik secara mikro pribadi maupun makro hingga alam pergaulan internasional. Kesuksesan Garongnomics dan Tamaknomics hanya dikatakan dengan istilah serakahnomics tanpa melihat cara-cara kelompok-kelompok manusia menggarong dan membuat keadilan seakan tak pernah eksis.
Entah bagaimana dapat keluar dari pusaran atau eksis bertahan menantang masa depan. Atau mungkin cukup, diam, tersenyum namun mengetahui apa yang terjadi. Berbuat semampunya, tidak perlu FOMO, toh berdiam diri hingga mencari tempat yang jauh dari keramaian. Masalah akan mengikuti, dengan kadarnya masing-masing.
Posting Komentar