Monday, August 13, 2012

Permintaan Maaf yang tak akan diterima

Hari raya lebaran atau hari Idul Fitri 1433 H akan segera hadir. Saat ini para pemeluk agama Islam masih melakukan ritual puasa Ramadhan yang akan diakhiri dengan bubaran, lebaran, idul fitri atau bakda. Orang-orang juga melakukan ibadah mudik untuk berkumpul dengan sanak saudaranya di tempat asal. Memohon maaf pada orang tua, handai taulan, melakukan wisata kuliner hingga pamer kesuksesan semasa di perantauan atau di Udik, kata orang sana.

Saturday, August 11, 2012

senyapnya nestapa

Terkesiap darah di dada, hingga terasa sesak. Nafas yang sebisanya melegakan tak terasa lagi. Entah ada di mana udara yang selalu membuat segar. Terasa sangat keropos tubuh ini, bahkan ketika berjalan tak berasa lagi menempel di bumi. Tuhan, ada apa gerangan dengan diriku. Mengapa tubuh ini hilang seperti tertelan kesedihan yang teramat panjang, dalam dan tak bertepi. Hidup yang dibangun dengan harapan seakan musnah hanya dalam satu detik. Detik yang membuatku terbangun dari tidur yang memang sudah tak pernah nyaman lagi.

Saturday, August 4, 2012

kopi internet sehat tanpa paste khas bogor

Cerita kopi khas Bogor ketika menjadi penggemar internet dan kopi itu sehat, meski keduanya tidak harus ada dan saling duduk bersama seperti itu. Salah satu kegunaan kopi untuk berinternet adalah menjaga agar tidak dehidrasi dan terlalu lemas jika dibandingkan dengan hanya minum air putih. Air putih selain kurang sangar juga tidak berasa, sementara kopi memiliki banyak manfaat positif yang bisa ditemukan di internet. Kesehatan fisik dalam berinternet diperlukan untuk menjaga kewarasan, jika badan sehat maka ketika berinternet ketika melakukan twitwar misalnya, mata tidak terlalu capek dan bisa kopi paste dari internet untuk pencarian hal-hal bahan untuk dituitkan, melawan twit yang dianggap lawan.

Wednesday, August 1, 2012

Neverland

Sejauh apa mata memandang, sejauh perjalanan yang mengikis hari. Demi hari demi sehirup nafas dan demi sedegup jantung. Seteguk indahnya dunia itu raib seketika, hingga hari dan batas yang tak lagi bisa ditentukan. Menjadi hilang tak ada lagi pukau, tak ada lagi tawa, tak ada lagi senyum. Hanya mendung dan kelam menyelimuti apa yang dipandang, didengar, dilalui, serta hanya getir dan pait saat kegembiraan di luar diri meraja.