Tuesday, May 15, 2012

Princess of the Universe

Gunung Salak dan Sukhoi Super Jet 100 buatan Rusia yang hancur menabrak bukit cukup menggelitik. Pada akhirnya selain masih harus mencari kotak hitam, 'black box', alat perekam penerbangan, cuaca dan awan penyebab kecelakaan, tentu akan muncul juga berita tentang misteri Gunung Salak. Di Gunung Salak ini memang sudah beberapa kali terjadi kecelakaan pesawat, bahkan juga para pendaki gunung yang harus meregang nyawa karena jatuh ataupun tersesat.



Selain kecanggihan Pesawat Komersial pertama buatan pabrik Sukhoi Rusia yang juga mungkin menakutkan kompetitornya. Karena banyaknya kelebihan dan keistimewaan SSJ 100. Seperti bodi yang lebih ringan, hemat bahan bakar, jarak jelajah sekitar 5000 mil, hingga kemampuan manuvernya yang setara dengan pesawat tempur. Serta irit tenaga pilot karena tidak dibutuhkan ko-pilot untuk menerbangkannya.



Puluhan pesawat sudah dipesan oleh beberapa maskapai penerbangan nasional, bahkan terdengar kabar pesawat RI-1 pun berencana menggunakan pesawat canggih yang tidak terlalu mahal harganya ini, sekitar di bawah 300 Milyard. Pun kehandalan mesin-mesin buatan Rusia yang melegenda. Sampai senapan dan alat perang Rusia yang memiliki kualitas dan kehandalan karena diuji coba di daerah ekstrim di Siberia.

Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya sabotase ataupun kecerobohan yang disengaja untuk menghentikan Rusia atau perusahaan Sukhoi menjadi raja di bidang penerbangan komersial. Ini hanya anggapan, mungkin tidak beralasan juga, karena sepenuhnya nanti tergantung pada hasil penyelidikan di Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang gagal ujicoba karena menabrak gunung Salak di Bogor 9 Mei 2012 dengan mengangkut 46 penumpang.

Standar Prosedur ilmu pengetahuan adalah menolak klenik yang menurutnya tidak masuk akal dan logika, maka Lapan: Jangan Kaitkan Jatuhnya Sukhoi dengan Hal Mistis, adalah hal biasa. Namun apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan pikiran beberapa orang yang mampu mengambil hikmah dari kejadian, pasti kebalikannya, dan kutipan di bawah ini cukup menggelitik juga. Karena bagaimanapun kearifan lokal dan kejeniusan para peramu ilmu pengetahuan versi lain berhasil meracik kesaktian-kesaktian yang sanggup dan operasional ketika pemiliknya secara kedokteran dinyatakan meninggal dan sudah dimakamkan.


Burung Pun Bisa Jatuh di Atas Makam Syekh Raden Mohammad Hasan


Unsur mistis-klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu. Salah satunya menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohammad Hasan yang terletak di Puncak Salak I, sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut hingga Cirebon. Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua Pemuka Agama lokal pun mengakui


Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Kabupaten Bogor, KH Marsa Abdullah, dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMP Negeri 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet100 yang jatuh, Rabu lalu.

KH Marsa mengemukakan, sesuai pandangan kebatinan dia, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang itu ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya, Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng, anda percaya atau tidak terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam, bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," ujar KH Marsa.

Sopan-santun perlu dipegang, orang yang memasuki kawasan Gunung Salak, termasuk bagi pendaki. "Jadi kalau mau daki gunung Salak, jagalah kesopanan, permisi kepada orang dituakan di mana dia akan memulai pendakian," ujarnya Marsa.

Gunung Salak bukan seperti Gunung Merapi di Yogyakarta. Di Yogya, masih ada raja, jadi ada juru kunci yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang hendak memasuki kawasan gunung. Sedangkan di Gunung Salak, karena kerajaannya Siliwangi tenggelam, kuncen tidak ada.

Gunung Salak dan Sukhoi SSJ 100


"Maka datangilah pengetua setempat. Sejak dulu ada isyarat ini. Ini bukan menyembah Gunung Salak, kita tidak boleh musryik, tidak ada Tuhan yang lain yang disembah. Kalau kemusryikan, menyembah selain Allah," ujarnya

Lalu apa kaitannya dengan pesawat Rusia naas yang mengangkut 39 orang Indonesia itu? Menurut Marsa, sebelum pesawat itu bermanufer di atas Gunung Salak, sebaiknya terlebih dahulu 'meminta izin'. Bukan saja kepada makhluk gaib itu, melainkan lewat doa atau syukuran kepada Allah, agar lancar-selamat misi uji-coba terbang, termasuk di atas Gunung Salak.

Hal kedua katanya, penunggu Gunung Salak tidak menginginkan adanya kesombongan. Dia menduga, pihak Sukhoi hendak mempertontonkan kecanggihan dan kehebatan pesawat itu dengan kebolehan dan manufer di angkasa.

"Jadi mungkin ada kesombongan, seperti mau pamer pesawat. Kebetulan dia melintas, dan jatuh. Jadi Gunung Salak tidak bisa dijadikan kesombongan," katanya.

Dalam hal ini, Sukhoi, walaupun pilotnya senior, dan Sukhoi perusahaan pesawat terbang yang ditakuti Amerika Serikat, karena menggunakan mesin jet.

"Itu kesombongan yang saya maksud. Sekali lagi, di Gunung salak, ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu, burung pun jatuh kalau terbang ke Gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan," ujar Marsa.

Letak makam Syekh Hassan


Makam Syekh Hasan terletak di Puncak Manik berjarak kurang lebih 8 kilometer dari Cidahu, Sukabumi. Rute ini bisa ditempuh tiga jam jalan kaki. Jalan terjal, tidak dapat dilalui menggunaan kendaraan bermotor.

Syekh Hasan, keturunan Sultan Hasanuddin Banten. Syekh memiliki banyak keturunan ulama, misalnya, di Cijambu, Kecamatan Cigombong ada mendiang KH Jajang Zubaidi.

"Dia ini terkenal dan muridnya banyak sekali se-Jawa Barat, sampai ke Cirebon," kata Habib Mukhsin Barakbah yang tinggal di kaki Gunung Salak, Kampung Palasari, Cijeruk.

Dia bahkan mengusulkan, hikmah dari peristiwa jatuhnya Sukhoi, perlu semacam ada pengukuhan makam Syekh Hasan menjadi tempat ziarah.

Gunung Salak memang seakan menjadi kuburan buat pesawat terbang. Dalam sepuluh tahun terakhir, 2002-2012 tercatat tujuh kali musibah 'besi terbang', pesawat terbang jatuh dan bangkainya menjadi puing-puing tak bernilai.

Kecelakaan dan Pesawat Jatuh di Gunung Salak


Selain Sukhoi yang jatuh saat promosi di udara kepada para calon pembeli asal Indonesia, Rabu pekan lalu, tiga tahun silam, tiga orang tewas saat calon pilot menerbangkan pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, 30 April 2009.

Juni 2008, pesawat Casa 212 milik TNI AU jatuh pada Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut yang menewaskan 18 orang. Sebelumnya, 20 Juni 2004, lima orang tewas dalam musibah pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor.

Data sebelumnya, tiga orang tewas ketika pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada 15 April 2004. 7 penumpang tewas dalam musibah helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, 29 Oktober 2003. Dan 10 Oktober 2002, seorang tewas dalam akibat pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor.

Bukan hanya kecelakaan udara. April 1987, tujuh siswa STM Pembangunan, Jakarta Timur ditemukan tewas setelah terperosok ke jurang di Curug Orok yang memiliki kedalaman 400 meter di punggung gunung.

Gunung setinggi 2221 meter di atas permukaan laut tersebut pernah meletus pada tahun 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.

Gunung Salak memiliki beberapa puncak. Puncak tertinggi disebut Salak I setinggi 2211 meter, disusul puncak Salak II setinggi 2180 meter, dan puncak Sumbul setinggi 1926 meter.







Queen | Princess of the Universe


Here we are, born to be kings
We're the princes of the universe
Here we belong, fighting to survive
In a world with the darkest powers, heh
And here we are, we're the princes of the universe
Here we belong, fighting for survival
We've come to be the rulers of you all

I am immortal, I have inside me blood of kings - yeah - yeah
I have no rival, no man can be my equal
Take me to the future of you all

Born to be kings, princes of the universe
Fighting and free
Got your world in my hand
I'm here for your love and I'll make my stand
We were born to be princes of the universe

No man could understand
My power is in my own hand
Ooh, ooh, ooh, ooh, people talk about you
People say you've had your day
I'm a man that will go far
Fly the moon and reach for the stars
With my sword and head held high
Got to pass the test first time - yeah
I know that people talk about me - I hear it every day
But I can prove them wrong 'cos I'm right first time
Yeah, yeah, alright, let's go, let's go, ha haa
Yeah, watch this man fly, wooh
Bring on the girls - c'mon - c'mon - c'mon
Here we are - here we are
Born to be kings, we're the princes of the universe
Here we belong
Born to be kings, princes of the universe
Fighting and free, got your world in my hand
I'm here for your love and I'll make my stand
We were born to be princes of the universe of the universe of the universe
of the universe of the universe

Via Burung Pun Bisa Jatuh di Atas Makam Syekh tulisan Domu D Ambarita