Monday, February 13, 2012

desir

Hadirmu adalah bahagia, tak pelak lagi, tak ada sangkal. Bahkan hanya ketika melihat sebuah bayang yang itu adalah pertanda hadir atau lewatmu. Apalagi ketika jemari tersebut beradu dengan jemariku, tak hilang rasanya meski terbasuh air berkali-kali. Tak terasakah berapa nilai sepi ketika tiada hadir dan bayang tersebut. Jiwa haus ini hanya bisa meraba dan menerka sejauh mana bayangan itu berharap atau bahkan tak.

Kelamnya gelap terus menyusup dan bahkan kadang menghina, mengapa tak pernah selesai berada dalam lapangan harap. Kelu bagaikan batuan karst yang dipenuhi pori-pori lobang sebesar goa. Dilewati angin basah yang membuat didalamnya terasa mendesir, selalu dan selalu saja desir itu membalik segala gempita, pun hanya untuk mencari bayang yang selalu hadir meski dalam terka cipta. Namun membawa daya untuk melanjuti hidup dengan mata air jernih dalam desiran kelu sang batu.

Tak berujung, memang mungkin akan sangat jauh melelahkan bahkan keras. Namun begitu ku yakin bahwa kita pernah memiliki itu untuk yang kesekian kali bahkan mungkin nanti.



Whitney Houston | Didn't We Almost Have It All

Remember when we held on in the rain 
The night we almost lost it 
Once again we can take the night into tomorrow 
Living on feelings 
Touching you I feel it all again 

Chorus: 
Didn't we almost have it all 
When love was all we had worth giving? 
The ride with you was worth the fall my friend 
Loving you makes life worth living 
Didn't we almost have it all 
The night we held on till the morning 
You know you'll never love that way again 
Didn't we almost have it all 

The way you used to touch me felt so fine 
We kept our hearts together down the line 
A moment in the soul can last forever 
Comfort and keep us 
Help me bring the feeling back again 

Chorus 

Didn't we have the beat of times 
When love was young and new? 
Couldn't we reach inside and find 
The world of me and you? 
We'll never lose it again 
Cause once you know what love is 
You never let it end 

Chorus