Sunday, January 22, 2012

SOPA PIPA hanya disimpan

SOPA PIPA hanyalah disimpan, bukan dibuang atau dikubur. Jadi perang negara Amerika untuk melindungi warganya yang kreatif tidak akan berhenti sampai di sini. Seperti kasus MEGAUPLOAD yang tanpa menggunakan UU SOPA dan PIPA, namun bisa di shutdown oleh FBI dan para staffnya ditangkap serta menjadi daftar pencarian orang di berbagai negara. Bagaimanapun kasus internet akan menjadi kasus internasional sepertinya ketika berhadapan dengan penyalahgunaan hak cipta atau US Patent.

Dahulu atau mungkin setelah UU SOPA dan PIPA ini diwacanakan kerap terjadi sudah saling tuntut antara Microsoft, Apple dengan para produsen gadget opensource, Google Android atau perusahaan Samsung. Seperti kasus Galaxy Tabs yang tidak bisa dijual di beberapa negara karena kasus US Patent.

Parlemen Amerika Serikat mengklaim bahwa pencurian atau pelanggaran hak cipta telah merugikan negara sebesar lebih dari 100 milyar Dollar. Dan menyebabkan para kreatif dan tenaga kerja AS menjadi pengangguran. Pemerintah sendiri percaya bahwa produktivitas dan hasil kreativitas warga Amerika yang ber-hak cipta memberikan keuntungan lebih dari 100 juta dollar dan memberikan banyak lapangan kerja bagi warganya. Dapat dilihat betapa keuntungan yang hanya 100 juta dollar ketika dirampok dengan kejahatan hak cipta memberikan kerugugian hingga seribu kali lipat. Sehingga pemerintah AS percaya bahwa warga negara kreatif dan produktifnya berada dalam keadaan gawat sekali (Amerika innovators and job creators are under attack). Seperti di lansir di sini.

Statement from Chairman Smith on Senate Delay of Vote on PROTECT IP Act

For Immediate Release
January 20, 2012 
Contact: Kim Smith Hicks, 202-225-3951
Statement from Chairman Smith on Senate Delay of Vote on PROTECT IP Act

Washington, D.C. — House Judiciary Committee Chairman Lamar Smith (R-Texas) today issued the following statement in response to the Senate decision to postpone consideration of legislation to help combat online piracy.

Chairman Smith:  “I have heard from the critics and I take seriously their concerns regarding proposed legislation to address the problem of online piracy. It is clear that we need to revisit the approach on how best to address the problem of foreign thieves that steal and sell American inventions and products. 

“The problem of online piracy is too big to ignore. American intellectual property industries provide 19 million high-paying jobs and account for more than 60 percent of U.S. exports. The theft of America’s intellectual property costs the U.S. economy more than $100 billion annually and results in the loss of thousands of American jobs.  Congress cannot stand by and do nothing while American innovators and job creators are under attack. 

“The online theft of American intellectual property is no different than the theft of products from a store.  It is illegal and the law should be enforced both in the store and online.

“The Committee will continue work with copyright owners, Internet companies, financial institutions to develop proposals that combat online piracy and protect America’s intellectual property.  We welcome input from all organizations and individuals who have an honest difference of opinion about how best to address this widespread problem.  The Committee remains committed to finding a solution to the problem of online piracy that protects American intellectual property and innovation.”

The House Judiciary Committee will postpone consideration of the legislation until there is wider agreement on a solution.

Globalisasi yang utamanya didukung oleh kemudahan teknologi informasi rupanya mulai merugikan para kapitalis di beberapa pihak. SOPA PIPA mungkin hanya wacana, karena tanpa di tandatanganinya  UU ini pun, FBI bisa berbuat banyak dengan dasar undang-undang yang lainnya. Kegalauan seperti ini mungkin akan menular dengan cepat. Buah simalakama, ketika mengenalkan teknologi dengan harapan dapat menjual hardware dan software untuk kemudian dapat menguasai pola pikir dan gaya hidup, namun bisa juga menjadi bumerang karena adanya fasilitas copy dan paste.

Satu sisi copy paste bisa memperluas jangkauan ketika publikasi atau seperti yang dilakukan para buzzer untuk mendapatkan Retweet dan marah ketika di copy dan paste, tanpa menyebutkan atas nama atau izin. Etika online mungkin penting, namun tidak memberikan hasil dan uang yang lebih banyak. Jalan pintas kadang menjadi acuan dalam gaya hidup instan ini. Sementara ribuan perut juga menanti cara mendapatkan uang yang dengan cara yang berbeda, jika kejahatan adalah istilah dari orang yang mengaku dirinya baik. Meski pada prakteknya juga menebar ketidakadilan dengan pembatasan-pembatasan dan kalim-klaim, yang cilakanya kita juga mengamininya.