Wednesday, April 27, 2011

damba

Seperti apa harap dan imaji yang bisa tersampaikan ketika semua telah berubah. Pedih, ah itu hanya kata kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak seharusnya ada. Pedih hanyalah rasa panas karena gesekan keinginan dan kenyataan tak bersambung, melontar dalam rasa dan menyuruh pikiran menuangkan persepsinya bahwa rasa itu rasanya seperti ini, tak terjabarkan hanya dengan lima huruf pedih, meski di dalamnya bercampur baur antara asa, sesal dan sesuatu sakit lainnya. 

Saturday, April 16, 2011

gerimis

Ramah tamah pun berjalan singkat, seiring ketidakfasihanku dalam mengolah bahasa verbal, sebagaimana gerimis diluar. Tak lepas pula rasa takut dan bersalah sejak perjalanan lama yang selalu dihiasi perspektif jangka pendek nan emosional. Hanya ingin membuktikan bahwa aku ada eksis dan beginilah adanya. Juga masih jauhnya perjalanan menuju sesuatu yang teramat indah untuk dilagukan pada saat sekarang, masih terlalu dini dan belum berasa apapun bahkan untuk dinistakan.