Wednesday, July 20, 2011

Google + Cheat Sheet + Kebebasan berekspresi internet

Didapatkan dari posting di Google + dan eh ternyata ada juga di Mashable, diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Google + baru beberapa hari namun animo user untuk mencoba dan beralih sangat gila. Dulu memang pernah ada prediksi bahwa Google akan dijatuhkan dominasinya oleh Facebook dan Twitter. Namun apa lacur ketika Google + di luncurkan.

Kunjungi halaman Mengalami Google Plus untuk bisa menilik cheat sheet Google +Kebebasan berekspresi Internet dapat dijalankan di Google Plus, selama masih limited mungkin. Sebelum Pemerintah dengan UU ITE nya merangsek dan bermain-main, namun itu bukan hal penting. Karena kebebasan berekspresi akan tidak menyenangkan ketika ada gangguan dari pihak lain, siapa saja.


Apa yang dialami Facebook nanti, ketika banyak terjadi ketidakamanan dan ketaknyamanan penggunanya. Mengapa karena kebanyakan pengguna Facebook adalah orang-orang yang bukan berasal dari dunia IT namun dari awam yang mungkin tidak tahu apa itu internet. Sementara aplikasi Facebook banyak beredar dan diiklankan habis-habisan sebagai daya tarik gadget selular hingga marketing provider selular.

Tidak ada program perlindungan bagi user, bahkan Facebook sendiri pernah ketahuan menjual detail usernya ke sebuah perusahaan. Bagaimana dengan nasib orang-orang awam yang tidak mengetahui bahwa Facebook menggunakan protokol internet sementara mereka tidak pernah sekalipun mengetahui bahwa memiliki email. Banyak idiom lucu seperti:
  1. Menerima pembukaan akun Facebook bonus email.
  2. Tidak tahu internet tapi punya akun Facebook
  3. Punya akun Facebook tapi tidak punya akun email
Twitter mungkin lebih advance daripada Facebook karena model, cara dan keamanannya yang cenderung lebih baik. Namun keterbatasan karakter yang hanya berjumlah 140, serta tweet yang dalam waktu 1.5 bulan hilang dari database. Akan membuat user mencari sarana untuk membackup apa yang sudah ditweetnya. Selain untuk mengingat pun kadang tweet adalah karya cipta bahasa dan informasi yang menarik sehingga harus di tweet, tentunya.



Bagaimanapun untuk mendapati kebebasan berekspresi internet, blogging dan penulisan serta konten kreatif adalah motor penggerak utama. Media Sosial adalah jejaring yang menghubungkan person to person secara individual, dan akan banyak layanan sosial media killer semacam Blackberry Messenger, yang akan dikelola dan seperti hal wajib yang harus dimiliki layanan seluler.

Tak lain dan tak bukan Google + sepertinya akan cepat berada di hati para sosial media yang cukup memperhatikan keamanan dan kenyamanan, meski masih dalam tahapan uji coba. Bukan terlalu berharap namun dengan lingkaran-lingkaran serta pembatasan-pembatasan yang jelas semoga saja kebebasan berekspresi internet dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus belajar hukum yang amburadul di mana pasal-pasal dalam Undang-Undang tidak harus UU ITE yang harus dihilangkan itu dapat dimainkan oleh para ahli hukum, lawyer atau pengacara brutal dan gila masalah untuk mengais rupiah.

Jangan sampai, terlalu nikmat dan tidak sadar menjadi korban sistematis yang ditanamkan di benak, otak dan ruhani kita, dari pola-pola pendidikan dan regulasi-regulasi yang berpihak pada kepentingan lain yang lebih besar dan semakin menyeruak pada kepentingan nasional atau kepentingan amanat penderitaan rakyat. Kebebasan berekspresi internet mungkin satu penanda terakhir mau diapakan bangsa ini oleh pemerintahnya sendiri.