Tuesday, July 20, 2010

tdl, tarif dasar lain-lain

entah apa yang dicari mengapa kemiskinan dan ketidakteraturan selalu menjadi masalah, keseimbangan macam apa sebenarnya yang dibutuhkan. ataukah kemalasan untuk selalu mendapatkan sesuatu yang baru menjadi sebuah kendala. betapa detik demi detik adalah perubahan, perubahan dalam hal apapun meskipun secara makro tak terlihat. atau bagaimanakah ketika sebuah keniscayaan untuk berbuat baik harus dibombardir dengan segala maca video saru yang memang tak akan pernah habis selama tidak ada ukuran yang jelas untuk memahaminya. sangat memalukan memang ketika saru ditutup dengan kemesuman, serta ketika kotor dan miskin harus dipunahkan dengan kemiskinan, dimana kemiskinan melawan kemiskinan dalam arti yang lain.
lain kata ketika persaingan yang tak pernah memberikan impas modal ditengah permainan politik para tikus. seberapapun menabung beras pastilah ukurannya akan segitu terus karena memang ada gerakan tikus untuk menyeimbangkannya dalam arti ada penabung ada pembobol ada pencuri dan ada yang pura-pura nabung. disisi lain pun ada yang pura-pura berbuat ksatria untuk mengeruk apapun yang dimauinya, dalam setiap hal, baik hal yang halal maupun yang haram, apabila memang tidak ada konversi atas halal haram sebagaimana arah kiblat yang harus pas menunjuk ke arahnya, meleset sedikit tak akan dapat onta di surga.

berjudi memang tidak baik karena merugikan namun ketika sumber nilai alat tukar tidak akan pernah ditambah maka sudah barang tentu teori ada gula adam semith akan berlaku karena memang dibuat begitu. lain halnya ketika memiliki perspektif keadilan untuk semua dimana semua harus diimbangi dari satu kenaikan dengan kenaikan yang lain sebagai alat tukarnya. memang hidup menjadi tidak ada tantangan sebab yang kaya ataupun yang miskin tidak akan pernah merasa kekurangan, bahkan para penganggur pun mendapatkan jatahnya sebagai seorang penganggur yang bagaimanapun adalah seorang manusia yang memiliki kebutuhan dasar yang harus dicukupi oleh yang berwenang.

bagaimana lagi ketika mencari ilmu setinggi langit hanya untuk mengakali dan ikut arus dalam sistem yang memang pada dasarnya tak bisa dipercaya. dengan menyediakan alat tukar yang tidak sebanding lagi dengan jumlah manusia yang setiap detik lahir ke bumi. tanpa dihargai dan tanpa diberi atau diperhitungkan aspek dan kebutuhannya. mengapa juga harus berpikir seperti itu karena memang kotak itu sudah dibuat ketika berhadapan dengan kuasa dunia, sebuah rejim ciptaan manusia sendiri, meski tidak diamini bersama namun dijaga oleh tentara, polisi dan bahkan satpol keple.

tak masuk akal ketika TDL, tarif dasar listrik, tarif dasar lombok, tarif dasar lalu lintas, ataupun tarif dasar lain-lain yang bagai dikomando serentak naik, untuk apa, dan mengapa, ataukah hanya karena semakin tinggi permintaan maka harga akan naik, tentunya bukan itu jika memang dengan rasa cinta yang total akan kemanusiaan dan sesama untuk memecahkannya. betapa bodoh ketika bercita-cita untuk merdeka namun hanya untuk secara gagah memasuki pintu ruang kasino tanpa modal dan tanpa keinginan memiliki kasino tersebut. cukupkah puas hanya menjadi pelakon permainan dengan bayaran ala kadarnya?.

i love you | omar faruk tekbilek