Thursday, July 15, 2010

robek

ksatria tersebut berpakaian seragam kebesaran dengan senyum dan wajah sendunya yang membuat rasa welas dan kasihan atas derita serta perjuangannya, terlihat sangat meyakinkan, cerdas, tulus dan tidak banyak memiliki kata untuk diucapkan selain janji yang melambung setinggi langit namun betapapun para bijak bestari dan cendekia membuat peringatan atas apa yang akan terjadi toh... sang ibu memilihnya untuk menjadi pangeran untuk bersama melampaui badai angin penuh kekuatan menghadang di depan. dengan imbalan tinggi dan betatapun apa semua harus dijalani meski sudah diketahui kekejaman dan kelicikannya namun apa daya tiada yang mampu menyentuhnya.

akhirnya pertiwi pun robek sobek dan berantakan hingga tidak jelas lagi siapa yang menjadi nahkoda atas apa yang terjadi. peredaman emosi anak-anak dan keluarga besar sang pertiwi pun selalu berulang terjadi dengan variasi yang aneh dan alur yang tentusaja periodik dua atau tiga bulanan untuk kemudian hilang disapu angin tanpa ada keributan ataupun pertanyaan yang bisa menghasilkan sesuatu demi tanda tanya yang semakin banyak dan lebih banyak lagi.

terlihat betapa kejamnya sang ksatria tersebut ketika dilambari ketulusan akan kebaikan untuk semua harus merelakan anggota keluarganya untuk dikorbankan. sudah barang tentu merupakan shock therapy yang jitu bagi para hidung belang lain yang bagaikan tikus clurut harus tunduk dan patuh meski hanya di depan muka sang ksatria untuk kemudian menjadi drakula dan angkara di sisi lain ketika tidak terlihat atau harus memberikan upeti kepada sang maharaja. tanpa harus berbasa basi sebab semuanya memang sudah menjadi kebiasaan dan tradisi adiluhung yang sangat sulit untuk menjadi sebuah keagungan lain yang berbinar cerah bercahaya bagi kemiskinan yang sudah demikian menjamur bagaikan hama wereng yang harus bagaimanapun dihilangkan meski dengan cara mereka harus membelinya dan mengeluarkan keringat untuk sesuatu yang memang sudah sangat sulit untuk dinalar.

tiada lagi anak-anak pertiwi yang memiliki sorot mata cerah, curiga demi curiga dibalut raut murung tersedia dengan bumbu-bumbu cacian di segenap jalan-jalan yang ada. tiada lagi hasrat untuk saling sapa ketika bertemu dengan tetangga, bahkan dengan teman atau anggota keluarganya. sudah terlalu sibuk memikirkan nasib mau apakah untuk mengisi kehidupan yang semakin janggal, aneh dan bergerak secepat kilat.

tak ada lagi yang mau mengerem laju naiknya harga, semua dilandasi kepentingan bersama yaitu untuk kesejahteraan semua, bahkan tarif-tarif yang semakin mencekik itupun dirasakan sebagai sebuah keharusan agar bisa hidup setaraf dengan negeri lain agar bisa sama-sama melaratnya baik wacana maupun moral, lantaran tak ada lagi ruang untuk saling ingat mengingatkan, menjadikan lupa sebagai sebuah obat paling mujarab, karena berondongan informasi yang bercampur aduk meski robeknya martabat pun akan dilupakan sebab memang sudah tak ada gunanya lagi.






Natalie Imbruglia - Torn

I thought I saw a man brought to life
He was warm
He came around
And he was dignified
He showed me what it was to cry

Well you couldn't be that man I adored
You don't seem to know
Or seem to care
What your heart is for
I don't know him anymore

There's nothin' where he used to lie
My conversation has run dry
That's what's going on
Nothings right
I'm torn

I'm all out of faith
This is how I feel
I'm cold and I am shamed
Lying naked on the floor
Illusion never changed
Into something real
I'm wide awake and I can see the perfect sky is torn
You're a little late
I'm already torn

So I guess the fortune tellers right
I should have seen just what was there and not some holy light
But you crawled beneath my veins
And now, I don't care
I have no luck
I don't miss it all that much
There's just so many things
That I can't touch
I'm torn

There's nothin' he used to lie
My inspiration has run dry
That's what's going on
Nothing's right
I'm torn

Chorus