Wednesday, June 23, 2010

frozen

masih sanggupkah untuk selalu membunuh, mematikan hanya untuk memainkan apa yang sudah tertatto di benak sebagai sebuah cita. semua yang mengganggu jalannya pencapaian dari segala angan yang selalu terukur dengan indikator yang nyata-nyata diangkakan bahkan menjadi sebuah batasan atas berjalannya keinginan atas keteguhan untuk selalu digapai dan digapai. sebagai sebuah frasa cinta diri untuk selanjutnya sebagai landmark atas apa tercipta dari sebuah semesta yang sebenarnya adalah sebuah kotak kecil, ranum memang, dan menggoda untuk selalu diniscayakan sebagai sebuah keluhuran atas nama pencitraan diri sebagai ejawantah kepada sehelai daun yang sebenarnya adalah bagian dari pohon besar dengan penuh dedaunan dan bunga untuk terlihat betapa subur dan kokohnya pohon tersebut menaungi tanah di bawahnya.


rasanya bukan sekedar tingginya sebuah pohon namun kemampuannya untuk menaungi dan menghasilkan banyaknya buah secara teratur adalah sebuah perimeter penamaan atas tumbuh dan suburnya dia sebagai mahluk yang memiliki makna bagi sekitarnya. bahagia sebuah pohon mungkin ketika banyak mahluk lain yang bernaung dan memanfaatkan apa yang ada padanya. tak pernah berusaha untuk mematikan dirinya kecuali ketika memang para sahabatnya tidak lagi memberinya air, udara ataupun sari-sari tanah untuk bisa diolahnya lagi menjadi daun dan buah untuk dikembalikannya lagi kepada bumi asalnya.

sebuah pohon yang tumbuh dalam sebuah perkampungan rimba akan terlihat sebagaimana mestinya meski ada yang tinggi maupun patah, semua menjadi sebuah semesta alam yang terlihat biasa, bahkan kadang indah ketika dapat memaknainya. dengan jujur dan penuh kehati-hatian bahwa ada sebuah celah ketika memastikan untuk mengambil sebuah makna untuk kemudian diambil dan digunakan bahwa celah itu meski sekejap pastilah akan mematikan salah satu dan menghidupkan yang lainnya sesuai dengan apa dukungan kejadian saat tersebut. bukan konteks namun hanyalah sebuah hal yang mungkin hanya akan membuat pening untuk diraba dan diabadikan sebagai sebuah pegas yang melempar sesuatu kepada sesuatu pun untuk menjadi sesuatu demi sesuatu dan hal yang lainnya.

tidak ada yang tidak penting dalam helai-helai sayatan waktu yang musnah terbunuh atas apa demi makna yang tidak pernah bisa tersirat ketika semakin banyak yang akan terbuang disaat menuju sesuatu secara tajam meruncing bahkan untuk merobek sesuatu rangkaian kegelapan yang setelahnya akan penuh dengan cahaya perak yang melingkupi jutaan warna didalamnya.

juga tak ada kerugian ketika harus menyelami alam gelap demi sayatan demi sayatan waktu yang selalu saja terbunuh untuk memahami betapa bekunya waktu disaat celah-celah itu tidak menampakkan diri untuk bisa melihat dan menyadari jalannya sang waktu yang sudah dijerat dan dibunuh dalam sebuah ruang dingin tanpa pori demi menunggu sobeknya masa untuk melelehkannya menjadi air segar yang berguna demi pohon-pohon di rimba raya maupun membasahi tanah untuk kembali memberi celah waktu demi sayatan waktu selanjutnya dalam konteks yang diingini tanpa harus membunuh dan menyobek apapun kecuali waktu demi langgengnya harap.







You only see what your eyes want to see
How can life be what you want it to be
You're frozen when your heart's not open
You're so consumed with how much you get
You waste your time with hate and regret
You're frozen when your heart's not open
If I could melt your heart
We'd never be apart
Give yourself to me
You are the key
Now there's no point in placing the blame
And you should know I'd suffer the same
If I lose you, my heart would be broken
Love is a bird, she needs to fly
Let all the hurt inside you die
You're frozen when your heart's not open
If I could melt your heart
We'd never be apart
Give yourself to me
You are the key
You only see what your eyes want to see
How can life be what you want it to be
You're frozen when your heart's not open
If I could melt your heart
We'd never be apart
Give yourself to me
You are the key
If I could melt your heart
We'd never be apart
Give yourself to me
You are the key
If I could melt your heart