Saturday, June 12, 2010

changes

waktu memang yang menjadi sebuah ruang tanpa batas dan tepi, hanya manusia yang menamakannya waktu dengan pembatasannya sendiri yang dipaksakan untuk mempermudah selanjutya kemudian untuk saling menindas sesamanya atas nama waktu catatan dan bermacam hal lain yang di serudukkan dalam sistem-sistem yang bermuara pada akal semesta masing-masing kepentingan untuk kepentingan itu sendiri juga. kadang banyak pihak juga bersembunyi dalam lingkaran tanpa batas tersebut, waktu ada karena diadakan ataukah memang sudah ada sendiri atau itu adalah garis lurus dimana pemakaman sebagai titik terakhir pemiliknya sendiri-sendiri tergantung bagaimana mereka memelihara dan memanfaatkan waktunya.


kembali tatkala benturan-benturan itu terulang kembali sangatlah jelas perbedaan-perbedaan yang ada mungkin bertaut dan mungkin berlawanan arah ketika jiwa dan emosi yang berada di otak melawan jiwa dan emosi yang ada di dalam hati, bukan tidak harus bisa sinkron melainkan keduanya memiliki perspektif yang saling mengkayakan seharusnya. bahwa kepala adalah sebuah manajer madya dengan otak sebagai eksekutor, bukan tidak mungkin bahwa bisa merubah apapun yang ada, namun memang begitulah adanya dan sangat jauh puncak intelejensia yang bisa menganalisa hal tersebut karena kadang hati bisa dimaknakan dengan ruh jiwa dan sebagainya yang kadang langsung dihakimi menjadi sesuatu yang berbau sihir sementara sihir biasanya berasal dari kekuatan logika akal yang dibelokkan begitu rupa sehingga meski abstrak namun masih dalam kategori logis karena bisa dijelaskan dengan matematika dan analisis terpadu bukannya sebuah rasional kejiwaan yang diluar penalaran logis namun masih diterima sebagi sesuatu yang bisa dirasio meski entah letaknya dimana, ah .. keyakinan mungkinkah itu sebuah hal yang logis meski rasional karena bisa dirasakan.

bukan tidak mungkin bahwa ilmu pasti adalah ilmu yang paling tidak pernah pasti dan pas, dan sebaliknya yang selama ini bukan ilmu pasti akan menjadi sebuah ilmu pasti, sebuah keniscayaan akan ketidakpastian yang demokratis dan tidak melulu monoton setelah ini itu dan kemudian begini atau begitu, bukankah ketidakpastian adalah sebuah ilmu pasti yang sangat indah dimana apapun bisa dibelokkan seperti halnya yang dipraktekan para punggawa di negeri ini atas kepastian hukum yang selamanya tidak pernah pasti lantaran masih bisa dibelokkan dengan indah plus pembelaan yang sama sekali tidak ada hubungannya, masihkah berharap pada kemampuan menggunakan kemungkinan semacam itu untuk mencapai sebuah samudera luas pasti namun bisa ditempuh dengan berbagai macam cara maupun permaafan yang tentunya siapapun akan bingung dan bengong untuk memahaminya bukan karena sulit namun karena benturan kenyataan pandangan mata dengan dengan pandangan mata hati yang tidak pernah menipu.

mengapa juga harus ada bentuk-bentuk perbedaan yang selalu saja diproduksi untuk menciptakan hal yang berbeda dari berbagai macam perhiasan hingga barang-barang penambah kemewahan dan prestise ketika harus menyaksikan betapa sedikitnya dan perjuangan keras untuk mendapatkannya sementara di pihak sana banyak insan yang hanya bisa menyaksikan bahkan heran kenapa ada barang dan tehnologi itu, untuk apa, apakah untuk teman dan pakaian di sini meski untuk mencapainya harus terjadi saling sikut, saling tindas, saling benci bahkan kadang ada yang tega untuk membunuh sesama demi, ya demi dan hanya demi sebuah duniawi imajinasinya sendiri. serta imaji-imaji yang di hasilkan itupun terus menerus dikembangkan untuk membuat celah lebar tak terkira dimana bukan karena kesalahan seorang bayi ketika lahir untuk hidup di daerah tertentu dengan keadaan tertentu yang sama sekali tak ada dalam referensi persekolahannya bahkan orang tuanya.

bahkan kemudian memunculkan keangkuhan-keangkuhan pribadi yang rela untuk melepaskan apapun demi yang namanya apa yang diyakininya seiring dengan banyaknya pertumbuhan pengetahuan yang dimunculkan untuk mempermudah dan memperuncing perdebatan pendapat karena kepentingan secuil yang tidak penting demi sebuah harga diri egoisme dalam proyeksi sebuah cita-cita besar yang entah apa jadinya ketika sesuatu yang universal harus terpancar dari satu rongga saja, sangat muskil ketika kemudian klaim demi klaim akan menjadi sebuah peperangan besar yang tak berujung pangkal karena memperebutkan sesuatu yang bukan menjadi miliknya. apakah benar demikian arsitektur pengubahan dunia ini hanya karena klaim yang bukan menjadi miliknya karena perasaan cemburu dan egoisme yang tentunya membuahkan banyak sekali manfaat kekuasaan dan kenikmatan, meski pemilik dan siapa yang menjadi aktor nantinya pun harus dengan rela menunggu dan menunggu saat egoisme itu meluluhlantakkan semuanya demi sebuah nama abadi yaitu keadilan.



I’m moving through some changes
I’ll never be the same
Something you did touched me
There’s no one else to blame

The love we had has fallen
The love we used to share
We’ve given up pretending
As if you didn’t care

Change changing places
Root yourself to the ground
Capitalize on this good fortune
One word can bring you round
Changes

I look into the mirror
I see no happiness
All the warmth I gave you
Has turned to emptiness
The love we had has fallen
The love we used to share
You’ve left me here believing
In love that wasn’t there

Change changing places
Root yourself to the ground
Word to the wise - well you get what’s coming
One word can bring you round
Changes

When I look into your eyes and try to find out how
There’s no way to save it now
And everything I feel
Changes
Keep looking for
Changes
Changes

For some reason you’re questioning why
I always believe it gets better
One difference between you and i
Your heart is inside your head

One word from you
One word from me
A clear design on your liberty
Who could believe when love has gone
How we move on like everyone

Only such fools
Only such jealous hearts

Only through love changes come

Change changing places
Root yourself to the ground
Capitalize on this good fortune
One word can bring you round
Changes

One road to loneliness
It’s always the same
One road to happiness
It’s calling your name

Change changing places - changes
Root yourself to the ground
Capitalize on this good fortune
One word can bring you round
Changes

Change changing places
Changes
Root yourself to the ground
Word to the wise - well you get what’s coming
One word - one word can bring you round
Changes