Friday, April 16, 2010

tajamnya romantisme

Pertarungan tersebut masih saja manjadikan penasaran, entah mungkin karena hanya bisa melihat di layar kaca, tentunya hanya sebatas kerelaan para pencari gambar warta tersebut yang juga mungkin deg-degan atau mungkin sudah persiapan obat penenang agar tetap kelihatan tetep cerah disamping orang-orang yang berseteru dalam panasnya sebuah tanjung priok pinggiran laut jawa. Bahkan dengan gayanya pagi berikutnya mereka datang mengecek rongsokan mobil-mobil pasukan bayaran murahan itu untuk meyakinkan pemirsa bahwa memang dibakar dan cilakanya dipreteli orang lain untuk dijual. Benar-benar negeri yang indah.

Mungkinkah negeri ini terlalu besar untuk diurusi ataukah karena memang terlalu banyak yang dibiarkan tidak terurus karena tak menghasilkan fulus. Namun bagaimanapun dihari yang sangat saya hormati tanggalnya tersebut ada hadiah sangat menarik yaitu sebuah romantisme kekerasan yang selalu saja diproduksi dan bahkan pada akhirnya tidak ada tindakan apapun entah seorang petinggi mengundurkan diri atau apa sebagai obatnya tentunya tidak ada dalam benak orang-orang di negeri begajul. Semuanya hanyalah sesuatu, ya hanya sesuatu yang mungkin dua atau tiga hari kemudian dilupakan untuk berganti urusan, yang bencanalah, yang kebakaranlah, yang kebanjiranlah, yang korupsilah. Ensiklopedia masalah mungkin sangat romantis dan indah ketika dibaca anak cucu nantinya, betapa kesetiaan pada sesuatu yang abstrak bisa mewujud dalam kucuran darah bahkan menghilangkan kemanusiaan.

Tidak jauh beda memang dengan yang lainnya seperti perkelahian setelah nonton bola, nonton konser atau apa, semua atas nama sebuah kata "ROMANTIS", cuman disini ada romantisme keuangan karena pihak yang bersenjata dan berseragam sangat setia pada sesuatu yang abstrak juga meski romantismenya berbayar, sebuah idea baru romantic paid, dan telah banyak membawa korban hingga menumbuhsuburkan kebencian, kebencian yang semakin cantik, ranum, menggairahkan dan jelita pula karena dipupuk dengan banyak romantisme pula. Akhirnya memang semuanya berawal dari keindahan dan romantisme, betapa merekapun nanti akan berakhir dalam sebuah romantisme, sebuah romantisme semu khayalan sendiri, dan. oh.. itu sah saja tentunya, tak ada yang melarang, bahkan presidenpun hanya mengeluarkan saran seperti itu, status quo, karena sekali lagi itu adalah romantisme.

Romantis yang mendalam dan berekspresi sangat indah, dimana setiap insan pastinya terkesiap ketika melihat tontonan itu, entah mau dibawa kemana lagi bahana romantis ini nantinya, yang jelas pasti tidak jauh dengan cerita roman-roman yang selalu masih tumbuh subur dibanyak kepala yang sakit hatinya. Semoga saja masih tetap romantis, bagai lagu-lagu delapanpuluhan...



Take on Me | A-ha


Talking away
I don't know what i'm to say
I'll say it anyway
Today's another day to find you
Shying away
I'll be coming for you love o.k.


Take on me
Take me on
I'll be gone
In a day or two


So needless to say i'm odds and ends
But that's me, stumbling away
Slowly learning that life is o.k.
Say after me
It's no better to be safe than sorry.


Take on me
Take me on
I'll be gone
In a day or two.


The things that you say
Is it live or just to play
My worries away
You're all the things i've got to remember
You shying away
I'll be coming for you anyway


Take on me
Take me on
I'll be gone
In a day or two