Saturday, February 13, 2010

made of tears

Wis gak jelas, makin aja gak jelas, mau ngapain. Rupanya memang energi yang dikeluarkan dahulu lumayan memeras harta benda untuk mencapai sebuah kenikmatan yang mungkin tak lama lagi memang harus layu dan musnah, maka dengan segala cara apapun kue itupun harus tetap hangat, enak dimakan dan tentu saja masing-masing dapat bagian dengan adil. Bukankah begitu ketika mereka iklas mengikrarkan cinta untuk berkoalisi bersama, merenggut kenikmatan bersama, meski harus tebal telinga dan wajah.. ah itu sudah biasa dan cuma omongan orang yang tidak kebagian roti saja.

Airmata orang kecil yang tiap hari harus keluar tenaga dan keringat tanpa pernah tahu sampai kapan bisa bertahan hidup, kesana-kemari tanpa ada asuransi, jangankan asuransi, jatuh lecet aja mau cari obat merah harus bingung ngutang kesana-kemari. Mungkin kemiskinan karena kurang bagian dari komisi-komisi itu sudah hal biasa dan salah sendiri kenapa miskin, wis mlarat, kesrakat ra entek-entek, ra uwis-uwis, modar yo kubur pinggir ndalan... waduh,... emang beginikah kita sekarang ini, mungkin ya mungkin juga limapuluh persen tidak.

Ketika bulan peringatan merdeka mereka berlomba masuk ke rimba hingar bingar kemerdekaan, kemudian agar bisa tetep seneng dan kuping tidak merah, menyusun sebuah rancangan Tindak Pidana Tehnologi Informasi, dan yang sedang anget juga dan sangat penting untuk ditolak adalah tawaran sebuah permen pahit. Pada penampakan awal memang keren, bisa mengatur tehnologi informasi meski kalo lebih melek lagi melihat yang terjadi disana dalam Google dan protes. Betapa permasalahan sepele yang mengakar pada hal lain, yaitu ahlak dan pendidikannya adalah hal yang lebih penting sebagai benteng warga negara agar tidak terantuk-antuk kesialan dan batu yang kadang oleh yang lebih berkuasa juga yang membuatnya.

Sikap persetan rupanya jangan terlalu di kembangkan dan dipupuk, karena ada sebuah kendaraan maha dahsyat yang akan merubah semuanya, dengan baju bersih, penampilan menarik, legal hukum yang jelas, apalagi katanya mewarisi kenabian... horotoyoh...