Friday, August 28, 2009

antara Merdeka, Ramadhan dan Lomba Blog DJ 2009

lomba blog dijaminmurah.com 2009 Lomba Blog DJ 2009Pembelajaran dan cobaan menuju Indonesia yang gagah perkasa tidak terelakkan dengan cobaan dan ujian baik dari dalam maupun dari luar, menggunakan atas nama apapun untuk merongrong kedaulatan dan cita-cita besar Proklamasi 1945. Proses yang akan selalu terulang dimana dalam wahana pemikiran dan paradigma untuk memerdekaan, membangun maupun menyejahterakan warga negara dari banyak sekali kepentingan baik yang bertubrukan maupun seia sekata dengan kebijakan-kebijakan yang kadang dilihat dari beda kacamata memiliki nyawa dan ruh yang berlainan. Semoga apa yang terjadi adalah benar-benar naluriah alamiah bukan atas skenario tertentu untuk mengajak mengarah pada satu pemikiran tertentu yang destruktif bagi rakyat banyak di masa depan. Sebagaimana niatan menulis antara Merdeka, Ramadhan dan Lomba Blog DJ 2009.

Berulang-ulangnya aksi teror hingga pengklaiman hasil jerih budaya nenek moyang oleh bangsa lain tak lain hanyalah cambuk dan energi demi tercapainya nasionalisme yang lebih bermartabat apabila disertai dengan solusi dan tahapan penyelesaian yang memuaskan warga negara. Saling tuding sudah tidak jamannya lagi, menyatukan persepsi kebangsaan atas nama kepentingan negara dan rakyat banyak sudah seharusnya menjadi nafas para politikus dan pemegang kekuasaan. Daripada nanti ketika turun takhta akan dicaci dan dipenjarakan karena kesalahan dalam merujuk paradigma sehingga tidak ada lagi salah arah penyelesaian permasalahan bangsa. Barangkali konsep-konsep optimisme untuk penyelesaian kedepan akan beradu tajam dengan penyelesaian masa lalu yang dianggap sebagai pesimisme karena mengungkit kuburan permasalahan meski dalam benak tiap kepala anak bangsa masih membekas dan menjadi "unfinished bussiness", baik sadar atau tidak sadar semua masalah bangsa harus diselesaikan dengan bijak secara negarawan dan kerelaan atas nama kebenaran yang bisa diungkapkan demi pembelajaran generasi penerus agar tidak merasa dibohongi dan memiliki kewarasan berpikir yang prima tanpa "missing link" dalam mencerna keindahan sejarah masalalu.

Lomba Blog DJ 2009 lomba blog dijaminmurah.com 2009

Tanpa menafikan ajaran agama yang lainnya. Beruntunglah negeri Indonesia memproklamirkan diri pada hari Jumat Legi, 9 Ramadhan 1364 Hijriyah, namun lebih dikenal sebagai 17 Agustus 1945, apa misterinya angka-angka tersebut biarlah menjadi kajian pihak lain yang bersangkutan. Indonesia merdeka disaat berlangsungnya bulan suci Ramadhan, memiliki makna yang sangat dalam, dimana akan selalu ada proses penyucian kembali kepada pemerintahan maupun proses-proses demokrasi yang janggal. Tercermin dari sikap penghayatan serta perjuangan rakyat kecil yang tidak mengenal rasa lelah dan kesal pada pemimpinnya, sejauh untuk kemaslahatan bangsa semua maka seluruh rakyat Indonesia akan mengamininya, betapa kekuatan rakyat pada 10 Nopember 1945 di Surabaya, atau pada Serangan Umum 1 Maret di Jogja, pada peristiwa Bandung Lautan Api, dan peristiwa-peristiwa besar di Sumatera, Sulawesi maupun belahan bumi Indonesia lainnya betapa seia sekata dan tak terkoyakkan.

Jenuh dan terlalu banyak kehancuran dan kehancuran yang dirasakan di masa lalu yang tidak boleh dilupakan, semuanya adalah perjuangan untuk membuktikan kebesaran bangsa ini, namun belum teruji benar ketika untuk mengakui dan mengungkapkan kebenaran atas peristiwa masa lalu, sehingga kadang luka-luka bathiniah bisa dikelola oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan kepentingan sesaat untuk menjerumuskan dan mencelakakan pihak lainnya karena permasalahan masa lalu yang belum pernah tercerahkan untuk diselesaikan bahkan ketika sedang menjalani masa-masa transisi keadilan setelah reformasi besar yang dengan cepat diubah arahnya karena kekosongan kekuasaan dan deadlocknya kompromi akan permasalahan yang mencederai hak asasi manusia, bahkan salah perlakuan atas usaha-usaha penyelesaian kasus pelanggaran berat hak asasi manusia karena kepentingan elite tertentu. Seakan mereka menafikan bahwa lahirnya negara proklamasi ketika saat bulan suci umat Islam tidak ada sangkut pautnya dengan keberadaan Tuhan semesta alam sebagai penentu dan pemberi ridha atas keberlanjutan misi kebenaran dan eksistensi Illahiyah. Sebagai misal bahwa pemilihan tanggal 17 adalah jumlah rakaat sholat wajib selama satu hari, kemudian angka 45 dan lain sebagainya yang mengarah kepada pengakuan eksistensi-Nya.

Sekaranglah saatnya sebelum terlalu jauh untuk melupakan, dicanangkan suatu kemauan politik penyesalan akan masa lalu, karena akibat-akibat yang tidak menyenangkan disaat ini disamping gejolak perekonomian dan makin beratnya beban hidup yang harus ditanggung pribadi demi pribadi insan warga negara. Tentulah para penguasa adalah persona-persona yang mencerminkan idea bijak bestari dimana bisa menempatkan kesalahan sebagai proses pembelajaran bersama demi kebaikan yang dicita-citakan bersama. Hal inipun menjadi semangat pembangunan di banyak negara maju agar tidak ada lagi potensi-potensi gesekan untuk berkonflik dan diadu domba tanpa mengetahui untuk apa gerangan. Cukup membinarkan mata hati ketika seorang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berkomentar atas perih hati dari ulah anak bangsa yang tidak waras dalam menjalankan misinya untuk merongrong bangsa ini:
"Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita."

(Konferensi Pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasca ledakan bom Kuningan, Jum’at 17 Juli 2009)
Semoga usaha bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang insya Allah juga masih menjabat pada periode mendatang, tidak mengalami hambatan yang berarti dalam menumpas terorisme sekaligus kado hadiah bagi kemerdekaan Indonesia ke 64, juga sebagai berkah Romadhon tahun 1430H, sebagai pembuktian bahwa umat Islam sebagai mayoritas agama yang dipeluk di Indonesia masih solid untuk membangun negara dalam kerangka demokrasi dan perdamaian dunia, tanpa secuil niatan untuk mencelakai dan menodai aspek-apek Hak Asasi Manusia Universal sebagai momentum terciptanya kembali semangat menyejahterakan rakyat dan bangsa Indonesia, dengan menumpas dan membina kejahatan-kejahatan hak asasi manusia maupun para perongrong negara penyebab hancurnya perekonomian dan rasa percaya diri atas rasa kebangsaan dan menuju idea pembangunan pro kerakyatan idaman seluruh masyarakat.

Keputusan terbaik untuk saat ini memang harus dibicarakan dan diinisiasi sendiri oleh Presiden, terutama untuk kasus-kasus pelecehan budaya dan hak atas nama kempemilikan budaya maupun wilayah yang selalu di coba oleh bangsa lain untuk diklaim, harus menjadi semacam "second wind" atau energi tambahan sebagai cambuk semangat membangun pengertian bersama untuk menumbuhkan rasa nasionalisme yang semakin lama semakin berkembang menurut perjalanan zaman, agar tidak tergilas karena kesalahan-kesalahan yang tidak prinsipil.

Semangat Ramadhan yang suci hendaknya memberikan semacam "ice breaker" terutama karena berdekatan dengan peringatan kemerdekaan yang ke 64, serta setelahnya adalah pelantikan pemimpin bangsa Indonesia hasil pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang baru saja sukses dilakukan. Tahun 2009 merupakan tahun yang sangat sibuk dalam peristiwa politik, semoga datangnya bulan penuh rahmat dan berkah ini menyirami jutaan hati insan Indonesia untuk bisa memelihara hati dan jati diri bangsa perjuangan para leluhur bangsa. Mawas diri kepada lingkungan, dapat berjamaah dan mengenal tetangga dengan lebih baik melalui serial ibadah Ramadhan, yang menempatkan ukhuwah pada akhirnya sebagai simbol kemenangan setelah berpuasa sebulan. Bukankah dengan ukhuwah pula negeri ini bisa bersatu, bisa mengenal baik dan buruk, saling mengingatkan antar tetangga dalam kehidupan berbangsa yang arif, serta memelihara kebijakan-kebijakan lokal sang jembatan hati, ideologi, ekonomi, budaya maupun kehidupan sosial yang selama ini tidak tertelaah karena kesibukan sehari-hari dalam pekerjaan dan tugas-tugas profesional yang diemban.

Mudik sebagai wujud budaya kerakyatan adalah berkah Ramadhan dan kemerdekaan sekaligus, dimana setiap keluarga dapat berbahagia berkumpul, saling memaafkan dan menabur persaudaaran kembali. Sebuah tradisi yang indah apabila bisa diceritakan oleh jutaan mulut dan hati yang merayakannya secara resmi dan dirayakan secara nasional. Berkumpulnya jutaan tenaga kerja di wadah lingkungannya sendiri untuk merencanakan masa depan bersama setelah berhari raya. Membawa pulang seperangkat oleh-oleh dari wilayah lain menjadikan kultur ke-Indonesia-an akan semakin berkembang, dan bagaimanapun zakat dan sodakoh memberikan sedikit banyak pemasukan bagi kas daerah. Sebuah keindahan tiada tara yang tak sanggup jutaan blog bisa menceritakkannya, wallahualam...

Demikianlah tulisan enteng-entengan ini disubmitkan juga sebagai peserta "Lomba Blog dijaminmurah.com 2009". Sebagai apresiasi kepada usaha-usaha dalam membangun memajukan dunia Informasi dan Tehnologi secara murah di Indonesia namun tetap bergengsi dengan domain sendiri. Sebagai implikasinya dalam mendukung idea pro rakyat kecil agar bisa membuka usaha maupun untuk sharing saling bertukar informasi melalui internet agar tidak terlalu terdesak dalam percaturan informasi dan tehnologi. Adapun jika berminat untuk menjadi klien pemasar domain dan hosting termurah tidak harus mengikuti Lomba Blog DJ 2009 ini namun silahkan membuktikan sendiri dan membandingkan harga-harga paket yang edan-edanan di:
Adapun lomba blog dijaminmurah.com 2009 adalah Lomba yang menyediakan banyak hadiah bagi para pemenang digelar mulai tanggal 20 Juli 2009 hingga 12 September 2009 dan pengumuman pemenang pada tanggal 13 Oktober 2009. Monggo yang berminat agar segera menulis dan mensubmit blognya disana, thema tulisan adalah tentang Kemerdekaan Republik Indonesia atau Bulan Ramadhan.

Sebagai informasi, Ayo buruan mendaftar dan saling memberikan sharing atas tema yang diusung lomba blog dijaminmurah.com 2009 ini. Semoga sukses dan menikmati kemurahan paket-paket yang tersedia, omong-omong saya juga menghostingkan satu blog di dijaminmurah.com dan sekarang semakin yakin setelah manajemennya diusung langsung oleh PT. Ardh Global Indonesia, untuk kemudian mari mendengarkan lagu sebagaimana kebiasan postingan disini...



Kesaksian
Iwan Fals - Kantata Takwa

Aku mendengar suara
Jerit makhluk terluka
Luka luka hidupnya
Luka

Orang memanah rembulan
Burung sirna sarangnya
Sirna sirna hidup redup
Alam semesta luka

Banyak orang hilang nafkahnya
Aku bernyanyi menjadi saksi
Banyak orang dirampas haknya
Aku bernyanyi menjadi saksi

Mereka dihinakan
Tanpa daya
Ya tanpa daya
Terbiasa hidup sangsi

Orang orang harus dibangunkan
Aku bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan harus dikabarkan
Aku bernyanyi menjadi saksi

Lagu ini jeritan jiwa
Hidup bersama harus dijaga
Lagu ini harapan sukma
Hidup yang layak harus dibela

Tuesday, August 25, 2009

memaafkan kemiskinan

telaga ngebel ponorogo - memaafkan kemiskinan - suryaden.blogspot.com - rusli zainal sang visionerAndaikata saling memaafkan adalah perbuatan yang dilindungi dengan undang-undang, betapa menarik dan damainya Negeri Begajul, sebab penghargaan atas kata maaf akan berada pada tempat yang sangat mulia. Akan tetapi semua orang juga tahu apalagi malaikat bahwa untuk mengucapkan kata maaf dari lubuk hati terdalam sangatlah sukar. Harus berhadapan dengan ego dan conciousness yang tidak diketahui oleh para ahli dimana letaknya. Kesadaran untuk mengungkapan jati diri maupun rasa cinta yang terdalam bagi diri sendiri apalagi ketika harus menghadapi permasalahan tentang cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Beruntung bisa menikmati keindahan telaga ngebel, sekedar untuk bisa merefleksikan sesuatu bahwa dari perjalanan panjang kehidupan yang akan dicari dan memuaskan hati hanyalah pancaran keindahan dari apa yang bisa kita saksikan. Semua seakan-akan hanya akan terlihat semu ketika di hari ini, dalam rasa lapar dan dahaga menikmati kedahsyatan bulan puasa. Dalam upaya memenjarakan dan memusnahkan sedikit demi sedikit ketidakmampuan dalam membangun cahaya hati, cahaya yang dahulu diabadikan ketika lahir di dunia, sebagai sebuah cahaya dan putihnya hati sebelum terkoyak-koyak oleh hawa nafsu dan salah arah pendidikan apalagi pendidikan untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Tidak ada salahnya memang untuk berangan-angan dalam menemukan dan membangun jati diri menuju nirvana dengan panduan-panduan yang ada dalam menjalani bulan ramadhan ini. Mengapa angan-angan karena dalam perkembangannya sangat sedikit insan kamil yang bisa dilahirkan dari perpaduan siksa dan kenikmatan dunia. Betapa banyak orang harus berangan-angan dan berimajinasi untuk mendapatkannya, merekapun berusaha untuk membangun image-image seperti halnya seorang teman yang bertanya tentang siapa Rusli Zainal sang Visioner. Ataupun yang sudah percaya diri untuk mengatakan dan menjelaskan tentang Rusli Zainal Sang Visioner. Demi kemaslahatan umat dan orang banyak memang baik adanya, namun untuk jangka panjang dan nilai-nilai yang muncul entah siapa lagi yang mau tahu. Bahkan dalam kontes pemilihan orang nomer satu kemarinpun yang berpikir jauh ke depan malah tergilas dengan kepentingan-kepentingan mendadak seperti kepentingan untuk membuat hangus terorisme.

Alam kesadaran memang tidak diketahui dimana letaknya secara fisikali, namun bisa dirasakan dan disentuh, bahkan diremas-remas ketika memasuki bulan suci maupun ketika bulan ini berlangsung dengan operasi-operasi atas ketunasusilaan, bahkan ada pula fatwa larangan untuk mengemis dan memberi sedekah pada gembel dipinggir jalan. Memang semuanya menyesakkan dada dan membuat sakit di mata namun bukan seperti itukan cara penyelesaian dan pengurangan kemiskinan. Apakah rasa kesadaran bersaudara dan tradisi memaafkan itu hanya sekedar seremonial dalam SMS, kartu dan ucapan lebaran maupun selamat berpuasa. Sudahkah mereka kehilangan akal untuk memaafkan kemiskinan yang sejatinya adalah cambuk bagi kesadaran semua?





Throwing it all away
Genesis


Need I say I love you
Need I say I care
Need I say that emotions,
Something we dont share
I dont want to be sitting here
Trying to deceive you
Cos you know I know baby
That I dont wanna go.

We cannot live together
We cannot live apart
Thats the situation
Ive known it from the start
Every time that I look at you
I can see the future
Cos you know I know babe
That I dont wanna go.

Throwing it all away
Throwing it all away
Is there nothing that I can say
To make you change your mind
I watch the world go round and round
And see mine turning upside down
Youre throwing it all away.

Now who will light up the darkness
Who will hold your hand
Who will find you the answers
When you dont understand
Why should I have to be the one
Who has to convince you
Cos you know I know baby
That I dont wanna go.

Someday youll be sorry
Someday when youre free
Memories will remind you
That our love was meant to be
Late at night when you call my name
The only sound youll hear
Is the sound of your voice calling
Calling after me.

Just throwing it all away
Throwing it all away
Theres nothing I can say
Were throwing it all away
Yes were throwing it all away...

Friday, August 21, 2009

bulan puasa

Tak akan pernah habis untuk menguak dan menguliti bulan ramadhan, bulan penuh berkah dan keajaiban bagi mereka yang mampu memikirkan dan melihatnya. Sebulan lamanya orang-orang yang berusaha mencari cinta dan memahami arti beragama serta bertuhan. Dalam kaidah-kaidah yang sudah ditentukan di awal pendirian sebuah agama besar di dunia langsung dari surga melalui perantara utusan-utusan berkelas. Bahkan pernah ada cerita pula tentang kekaguman seorang nabi yang mendapatkan informasi tentang keunggulan bulan ini.

Keharuman ramadhan sepertinya juga setiap tahun selalu bergema entah sampai kapan, dirayakan dengan macam-macam kearifan lokal dan kemampuan. Hingga kadang aneh juga melihat betapa malahan banyak orang terjebak untuk merayakannya bukan menghayati dengan kesederhanaan yang disukai sang pencipta. Siapa yang mau mengabulkan doa orang yang saling meninggikan diri dengan gengsi tanpa melihat lingkungan sekitar yang pincang. Kesalehan-kesalehan sosial kadang tidak mempan untuk menjadi sebuah keemasan jaman meskipun katanya mereka puasa sebulan penuh. Memang bulan ramadhan adalah bulan puasa, dan setelahnya akan diakhiri dengan perayaan Ied dengan arus lalu lalang lintas daerah dari kota ke desa yang naudzubillah.

Bulan kesalehan ini akan dipenuhi dengan penggeropyokan lokalisasi, bar dan salon-salon, tanpa melihat apakah yang berkuasa dan berwajib adalah aparatus negara. Kadang jika menyaksikan hal seperti ini mafhum rasanya apabila di sini bercokol jaringan-jaringan terorisme dari kelas teri hingga kelas kakap. Cara-cara penyelesaian masalah dengan pragamatis langsung pukul tanpa memikirkan solusi untuk berperikehidupan yang layak dan sentosa tanpa ada rasa saling ancam dan menghormati privasi sesama manusia.

Betapa nikmatnya hidup para teroris atau pengajar-pengajar kesesatan dalam kekerasan, mereka dibiarkan saja hidup berkeliaran dengan kadang dimanfaatkan untuk membacking sesuatu permasalahan, memang hidup sudah semakin sulit disini, dan setiap orangpun tahu bahwa semuanya memang dibiarkan sebagaimana ayam yang dilepaskan dari kandang untuk berjuang hidup sendiri. Betapapun agung dan genuine dari atas sebuah ajaran agama ketika berhadapan dengan realitas sosial, maka manusia sendirilah yang menentukan, sebagaimana semua orang dituntut untuk berilmu tinggi, namun tak ada cara-cara atau metode-metode untuk membantunya. Mereka sudah kehilangan sosok yang dipercaya, sebab ketika muncul orang yang dapat dipercaya tidak membutuhhkan waktu lama bagi mereka untuk berpikir dan berubah haluan untuk menjungkalkannya.

Semoga di Ramadhan 1430H semuanya bisa menemukan pencerahan masing-masing, ketika sudah berduyun-duyun mendapati kesalahan dan penipuan besar-besaran dalam skenario besar yang sangat memuakkan. Namun apakah memang jika sudah kepalang basah ceburkan diri sekalian. Ah... semoga saja tidak dan semuanya memang sudah berjalan ke arah yang benar, benar dan sudah tidak bisa mundur lagi, karena memang tidak ada yang salah... karena perbedaan adalah rahmat, maka kapanpun mulai puasa dan kapan mengakhirinya seharusnya tidak ada permasalahan, bahkan untuk cara pengamalannya. Selamat menjalankan puasa.

Monday, August 17, 2009

Dirgahayu Indonesia

64 tahun sudah Indonesia Merdeka, semua rakyat Indonesia tentunya bisa mengetahui apa maksudnya merdeka itu, dalam arti yang sebenarnya maupun konotatifnya. Dirgahayu Republik Indonesia, kau hadir tentunya bukan untuk sekedar guyon. Engkau hadir tentunya untuk menyelesaikan permasalahan, bukan menambah ketidakjelasan. Kau hadir tentunya dengan rencana dan hitungan yang matang. Kau terlahir bukannya untuk menjadi pecundang... Dirgahayu.

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, tentunya saat itu masih dengan pendapat, visi dan jiwa yang penuh perjuangan mereka para founding fathers merancang pula sebuah Konstitusi beserta pengantarnya. Sekedar mengingat bahwa kehadiran Indonesia Merdeka adalah benar-benar untuk rakyat Indonesia bukan untuk pengelola, staff maupun administratur pemerintah. Semoga semangat Pembukaan UUD 1945 masih nyata didalam segenap jiwa bangsa, bukan sekedar untuk menagihnya namun melaksanakan dari lubuk jiwa yang nyata, senyata-nyatanya. Sebab dalam pendirian negara Indonesia tentunya campur tangan para utusan tuhan dengan kontraknya masing-masing, tidak bisa disepelekan begitu saja... DIRGAHAYU PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA KE 64, 17 AGUSTUS 2009. Merdeka dan harus selalu merdeka.... Dirgahayu.

Pembukaan UUD 1945

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu susunan negara Republik Indonesia dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.




Nocturno
Kantata Takwa

Aku rasa hidup tanpa jiwa
Orang yang miskin ataupun kaya
Sama ganasnya terhadap harta
Bagai binatang didalam rimba

Kini pikiranku kedodoran
Dilanda permainan yang brutal
Aku dengar denyut kesadaran
Tanganku capek mengetuk pintu

Sialan!
Sialan!

Jaman edan tanpa kewajaran
Gambar iklan jadi impian
Akal sehat malah dikeluhkan
Monyet sinting minta persenan

Sialan!
Sogokan!
Sialan!
Sogokan!

Aku panggil kamu jiwaku
Kugapai kamu dikegelapan
Jadilah kamu bintangku
Jadilah kamu samuraiku

Sialan!
Sogokan!
Godaan!
Sialan!
Sogokan!
Godaan!
Sialan!
Godaan!

Sialan!

Friday, August 14, 2009

Perwita

terowongan mrawan sang banyu tirta perwita sariMenantimu, untuk hadir dalam suasana penuh bunga harapan dalam wewangian asmara. Hanya pesona biji kedua mata serta pernik-pernik kehausan akan sebuah ruangan dalam tak berukur tiada batas luas tidak bertepi seakan selalu mengendap dalam benak memenuhi seluruh ruangan rumah darah menjadi bergejolak beresemangat untuk selalu hidup meski beribu tahun bermilyar detik hingga malaikan pencabut nyawa tak akan pernah berani untuk mengusik percintaan kita. Cinta nan tidak pernah kering maupun gugur, sebuah hasrat hati mengejawantah menjadi sebuah bayangan semu kehidupan, kehidupan bisu karena terlindas wanginya bunga dari indahnya pengharapan dan permasalahan yang muncul karenamu sang perwita.

Tiada pernah dalam sedetikpun waktu melupakan gejolak asmara indah bagai dentuman tiap tetes perwita menggelegar di hati dan kepala. Hanya dirimulah sang bidadari dimana kubisa menyanyi hingga serak habis suara, laksana burung merak mengeluarkan bulu-bulunya untuk mencari sebuah aroma indah nan harum sang betina, entah untuk apa, saat itu tidak pernah kupahami hingga waktu berselang mencekam, dicekam sebuah bayang, sebuah roh, sebuah hati yang ternyata pernah mencintai, bukan penyesalan menjadi muncul karenanya namun sebuah harapan untuk bisa hidup menikmati dunia yang katanya hanya sekejap dengan butiran-butiran permata bercahaya meski harus kulewati jalan seram hitam tak bersinar cahaya, apapun akan kulakukan untuk mencapaimu, menggapaimu untuk bisa menyanyikan sebuah lagu terindah, untuk kita semua, ya semuanya tanpa kecuali.

Entah siapa mengatakan bahwa cinta laksana air, air yang selalu memenuhi ruangan yang dilewatinya hingga penuh, kemudian meneruskan perjalanan untuk memenuhi apa yang ada dihadapannya. Apakah itu logis dan apakah kita adalah air, apakah air adalah sebuah wujud perlambang cinta sejati, ataukah harus menjadi air sejati sang tirta perwita sari, tetes air menjadi sebuah benih kehidupan, mungkin tetes air banyu tirta perwita sarilah yang bisa menjadikan kehidupan ada, kehidupan semesta alam, ataukah karena satu kesatuan dengan semesta berawal dari Nur Muhammad. Tetes air itupun meski berada di tempat terpencil akan membawa mahluk dari surga, entahlah mungkin seperti Telaga Ngebel, yang menyimpan sejuta ilmu pengetahuan dan misteri. Ya memang semuanya berawal dari sana cinta, air, bumi, serta semua semesta raya, berawal dari sebuah cahaya... dan berakhir pula menjadi cahaya, lantas kemanakah cahaya itu saat ini.

Mungkinkah cahaya meliputi banyak sekali cinta di dalammnya sebuah cahaya cinta, cinta sejati tuhan untuk dirinya sendiri, bertajali dengan cintanya dalam sebuah cahaya dariNya dan untukNya sendiri. Mungkinkah hingga begitu nasib cinta kita, andaikata memang seperti itu untuk apa ada arti pencarian sebab semuannya berasal dari satu dan untuk satu. Kuyakin dirimu pula merasakan hal ini dalam lubuk hati terdalam, dalam nadi-nadi penuh darah cintamu itu, oh kekasihku you the sweetest song that i can sing, aku mencintaimu sebagaimana harapanku bahwa cahaya itu sebagaimana awal mula penciptaan, sebuah cahaya akan cipta dan cinta mengejawantah menjadi sebuah ruang, ruang tak terperi, berwarna keemasan namun keras laksana intan permata. Beruntunglah jika nanti kita bisa berjalan di atasnya, menuju ruang waktu tak terbatas, semoga, semoga bersama cinta kita bisa berjalan menikmati kemenangan di sana. Oh perwita.... masih panjangkah terowongan ini?



You to Me are Everything
The Real Thing

I would take the stars out of the sky for you
Stop the rain from falling if you asked me to.
I'd do anything for you
your wish is my command

I could move a mountain when your hand is in my hand.
Words cannot express how much you mean to me.
There must be some other way to make you see.
If it takes my heart and soul
you know I'd pay the price.
Everything that I possess I'd gladly sacrifice.

Oh you to me are everything
The sweetest song that I could sing
Oh baby
Oh baby
To you I guess I'm just a clown
Who picks you up each time you're down
Oh baby
Oh baby
You give me just a taste of love
To build my hopes upon.
You know you've got the power girl
To keep me holding on.
So now you've got the best of me
Come on and take the rest of me
Oh baby

Though you're close to me
we seem so far apart.
Maybe given time you'll have a change of heart.
If it takes forever
girl then I'm prepared to wait.
The day you give your love to me won't be a day too late

Oh you to me are everything.
The sweetest song that I could sing.
Oh baby
Oh baby
To you I guess I'm just a clown
Who picks you up each time you're down
Oh baby
Oh baby
You give me just a taste of love
To build my hopes upon.
You know you've got the power girl
To keep me holding on.
So now you've got the best of me
Come on and take the rest of me
Oh baby

Oh you to me are everything.
the sweetest song that I could sing.
(Your the sweetest song that I could sing.)
Oh baby (oh baby)
Oh baby (yes I need you baby)
You to me are everything.
The sweetest song that I could sing.
Oh baby (you are everything to me)
Oh baby (cant you see)
You to me are everything.
The sweetest song that I could sing.
(Your the sweetest song that I could sing.)
Oh baby
Oh baby (you're everything)
You to me are everything.
The sweetest song that I could sing.
Oh baby
Oh baby (your the sweetest song)
You to me are everything.
The sweetest song that I could sing.

Monday, August 10, 2009

Telaga Ngebel

telaga ngebel ponorogo jawa timur indonesiaGunung Wilis yang membentang dari Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, Madiun, bahkan Nganjuk menyimpan berjuta keindahan alami, diantaranya adalah Telaga Ngebel. Telaga ini berada di atas perbukitan dengan jalan yang berliku menanjak dan dapat dicapai dari banyak wilayah seperti Ponorogo, Madiun, bahkan dari Trenggalek. Entah ada apa di telaga Ngebel namun suasana magis sangatlah terasa kental disana, meski dikelilingi dengan aspal bahkan kantor koramil hingga rumah-rumah penduduk, namun simpanan magis itu sangat kental, entah karena sepi atau memang menyimpan sesuatu, sesuatu yang indah, sangar bahkan misterius berada dalam selimut indahnya telaga ngebel yang sunyi tenteram dan damai, dengan perjuangan panjang untuk dapat mencapainya. Telaga ini lebih indah dibandingkan telaga di dekatnya yang berada di kaki Gunung Lawu, namun entah mengapa juga telaga ngebel ini sangat rapi dalam menyimpan keindahannya seakan hanya insan dengan kemauan keras saja yang bisa menjangkaunya.

Teriring salam dan kebahagaiaan mengucapkan selamat ambalwarsa pertama kepada komunitas blogger Kota Reyog semoga bertambah jaya dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan, dan terimakasih telah membawa kami sampai ke Telaga Ngebel Ponorogo yang indah dengan simpanan kemisteriusannya. Menambah nikmat dan semangat meski harus dengan penuh tanda tanya dan memberanikan diri untuk melalui jalan berliku dan menanjak melalui bukit-bukit tepian jurang dan kampung-kampung pemberani di pinggir-pinggir jurang yang curam itu. Begitulah perjuangan anak manusia untuk mempertahankan dan menantang hidup demi sebuah masa depan, masa bertemu dengan tuhannya sebagaimana misi yang di embannya sebagai mahluk sekaligus kalifah tuhan di dunia penuh intrik kebiadaban ciptaan manusia itu sendiri.

keindahan telaga ngebel ponorogo

Terbayang disini kesombongan manusia dalam memporak-porandakan alam, semoga Telaga Ngebel bisa mempertahankan diri dalam keasriannya, ataupun jika akan menjadi lebih baik harus dengan perencanaan yang matang. Janganlah seperti seorang gadis yang harus kehilangan nilai-nilai kegadisannya hanya karena salah dalam menentukan garis hidupnya, bukan hanya seorang gadis namun semua orang juga akan menuai bencana ketika salah dalam menentukan arah kehidupannya. Berkacalah pada telaga Ngebel yang sakti, indah namun menyimpan sebuah kekuatan bumi maha dahsyat dibawahnya, bahkan kadang bau belerang masih halus terasa. Sangat indah namun menyimpan energi luar biasa dari dalam bumi, entah mengapa juga sebuah kantor kecamatan pun harus berada di puncak dan senantiasa menjaga telaga ini, apakah didalamnya ada terowongan rahasia ataukah black hole yang menuju ke dimensi lain?.


Lihat Peta Lebih Besar

Hadir dan rasakan sendirilah keelokan telaga Ngebel ini, sebuah cermin kehidupan dengan binar-binar cahaya permata menghiasi percik air di lidah-lidah air yang menyembul. Niscaya di sini akan berfikir jernih setelah melakukan perjuangan untuk mendaki puncak bukit dimana diatasnya ada genangan air diatas sebuah kawah bagian dari nadi-nadi darah bumi. Rasakan kesederhanaan menu dan mewahnya pemandangan di telaga Ngebel. Niscaya akan lupalah kemauan untuk merusak alam dan kehidupan, kembali dengan kesegaran jiwa setelah menyaksikan sendiri sebuah keajaiban pori-pori bumi sang pondasi kehidupan yang selalu dirusak sendiri oleh manusia, namun dengan sombongnya mereka mengatakan masih memiliki hati, memiliki nurani sementara dalam praktek mereka selalu menggunakan hasil hutan untuk sarana pencarian uangnya. Mereka telah menebangi, merusak dan menghakimi habitat alam untuk dijadikan sarana kehidupan saat ini, bahkan uang hingga nota-nota itupun dibuat dari kertas. Hanya sebuah kertas namun dibalik itu adalah penderitaan, penderitaan panjang di depan mata kita.

Marilah menyelamatkan bumi sang pondasi kehidupan, sebab tiada lagi sumber lain selain mengeksplorasi dengan otak cerdas demi masa depan, dari tanah kembali ke tanah bukanlah harus dengan membunuh sesama dengan logam milik bumi untuk membunuh, bukankah setiap orang diciptakan dengan maksud baik. Sudahkah kita harus merestui sebuah pembunuhan kejam yang dipentaskan di media-media sang raja dan tuhan informasi atas nama terorisme, sudahkah kita menyetujui kebiadaban harus dibalas dengan kebiadaban, haruskah kita semua mengamininya, haruskah semua otak dan hati waras mengatakan dan memberikan restu pada sebuah kebiadaban meski sudah dikemas dalam seragam rapi, namun dengan senjata yang tidak kalah mematikannya.

Sangat kontras melihat keindahan Telaga Ngebel di Ponorogo, dengan kesederhanaannya, kemudian kembali ke sebuah dunia nyata yang penuh dengan iritasi kedamaian hati, penuh intrik untuk saling bunuh, penuh dendam kesumat dalam nuansa kuasa. Semakin sulit memang untuk mempertahankan kewarasan atas nama kesederhanaan dan kedamaian dalam hamparan kekuasaan penuh noktah-noktah keserakahan dalam bungkus kebaikan nama yang memang sudah dipesan untuk membunuh keselarasan kehidupan demi sebuah kenikmatan dan kuasa ketimpangan semata.

Rupanya jiwa Telaga Ngebel senantiasa merasuk ke dalam ranumnya merah bibirmu, sejenak dua jenak tiga jenak kupandang seakan kau berada di atas Telaga misteri itu, mengapa kecantikanmu semakin tak kuasa untuk di ignore. Aduhai TELAGA NGEBEL, ramailah kau dalam kepanjingan pesona jiwa alam abadi pancaran dari sang bumi dalam kedamaian tanpa nestapa yang menyelimuti para pengganggumu.




Is this the world we created?
Words and music by Freddie Mercury and Brian May

Just look at all those hungry mouths we have to feed
Take a look at all the suffering we breed
So many lonely faces scattered all around
Searching for what they need

Is this the world we created?
What did we do it for?
Is this the world we invaded
Against the law?
So it seems in the end
Is this what were all living for today?
The world that we created

You know that every day a helpless child is born
Who needs some loving care inside a happy home
Somewhere a wealthy man is sitting on his throne
Waiting for life to go by

Is this the world we created?
We made it on our own
Is this the world we devastated
Right to the bone?
If theres a God in the sky looking down
What can he think of what weve done
To the world that he created?