Friday, February 27, 2009

Porno dan konyol

blog kebencian, benci benci benci benci benci benci benci benci benci benciKebingungan-kebingungan sebelum dan pasca reformasi memiliki muara yang sama yaitu ketidak jelasan kita mau ngapain. Selain pada masa orba yang gegap gempita pembangunan fisik tanpa di sodori dengan pengembangan psikis yang membebaskan, malah diracuni dengan kebencian, ketakutan dan trauma kepada gerakan politis dan organisasi massa berbasis ideologi yang digebuk habis sejak 1965 hingga peristiwa Malari, ataupun penggembosan-penggembosan gerakan-gerakan kemahasiswaan, ulama, maupun nahdliyin. Trauma itu menghebat hingga dalam bidang akademis pun kajian-kajian perpolitikan maupun ideologi harus menjadi macan ompong atau harus menghilangkan spiritnya, karena ancamannya maut ataupun kehilangan hak penghidupan.

Sakit yang tak pernah disembuhkan ini tertanam dalam bawah sadar menjadi gejala psikosomatis masyarakat kita, dimana ketika reformasi berhasil dicapai namun dengan pelintiran-pelintiran sigab dari kekuasaan lama, berhasil membuat hasil pemilu pada 1999 dan seterusnya tidak memiliki makna yang mencerahkan kehidupan berbangsa maupun kesejahteraan yang sudah menjadi agama kesekian tanpa melalui proses politik yang seharusnya dilakukan demi kemaslahatan rakyat banyak. Sehinga produk-produk pendidikan selama orba lebih melirik kepada pengembangan diri dan enterpreneurship demi kantong dan perut pribadi semata, dan address kepada isu kemasyarakatan cenderung diselesaikan sesuai pandangan pribadi masing-masing tanpa kesadaran melihat kepentingan dan peranan kekuasaan yang mengarahkan untuk itu. Semakin rakyat sadar untuk saling menolong maka penguasa akan dengan seenaknya mengeruk kekayaan negara yang tidak pernah dianggap sebagai milik rakyat. Baru ketahuan mungkin jika KPK dengan sepenuh kekuatan dan mandat rakyat membelejeti dan mengadvokasi rakyat banyak kepada anggaran-anggaran pemerintah. Jika tidak begitu maka kebingungan ini akan menjadi-jadi.

Tantangan berat bagi para kaum muda adalah untuk berani berkuasa jika mau bangkit dan membenahi keadaan. Berangkat dari keterpurukan masyarakat pada saat ini harus menjadi energi yang positif untuk membakar semangat tersebut entah dengan cara mengorganisir, membuat kelompok-kelompok komunitas, maupun secara membuat organisasi-organisasi yang nantinya dapat berperan secara strategis untuk mencerahkan masyarakat. Karena ketidak percayaan kepada partai politik yang oligarkhis dan konservatif maka hendaknya bisa ditempuh dengan membuat organisasi ataupun kelompok yang berbasis kerakyatan dengan cara-cara yang sehat, demokratis, damai dan terarah, untuk dapat melawan arus depolitisasi dengan pendidikan politik yang dapat diterima namun elegan. Bukan seperti partai politik ataupun kelompok tertentu yang cenderung untuk memobilisasi dan membuat benturan-benturan keras, menuduh sesat, dan menyebar kebencian antar kelompok hingga kalimat-kalimat truf dari tuhan seperti pengharaman, pengkafiran atau apapun.

Tools-tools yang diperlukan antara lain :
  1. Mengurangi budaya instan dan membentuk komunitas-komunitas cerdas yang aktif untuk merumuskan ideologi dan paradigma yang lebih jelas sebagai counter atas kapitalisme dan neoliberalisme yang menusuk tanpa disadari.
  2. Filter untuk men-traceroute dan menampik manipulasi dan isu-isu yang membodohkan dengan diskusi baik virtual maupun kopi darat sekaligus sebagai tempat menyusun kekuatan bargaining yang positif.
  3. Melakukan pengorganisasian massa lintas sektoral, dengan media-media populer yang menghibur dengan isi yang membangun dan mencerahkan, sekaligus media komunikasi agar tidak mudah retak relasinya dalam mengerjakan problem-problem solving dalam koridor demokratisasi dan kerakyatan.
  4. Mencetak dan mewadahi para kader muda untuk regenerasi selanjutnya dengan kemampuan analisa sosial serta peningkatan kapasitas dalam strategi perjuangan.
  5. Roadmap dan rute yang jelas, sebagai manifesto perjuangan jangka yang ditentukan bersama, baik pendek maupun panjang.
Semoga tulisan gendeng ini bisa memberikan rangsangan bagi pergerakan kaum muda yang jengah dengan politikus busuk, dan partai politik yang sudah kelihatan porno dan moncong kekonyolannya dalam parade teater kampanye politik kekuasaan selama setahun ini, untuk dapat tertawa dan saling berbagi canda maupun visi bersama yang membangun tanpa harus ikut-ikutan konyol, dalam konyologis perebutan kekuasaan yang menisbikan hajat hidup rakyat banyak.

Wednesday, February 25, 2009

reformasi deadlock

kacau balau reformasi amis busuk politik keparat blog suryaden gila mesum gadungan pengacau harapan hidup green side messageBarangkali saat ini kita sudah tidak peduli atau perhatian terhadap asal muasal kekacauan, kekisruhan, kebingungan bahkan kemurtadan terhadap gerakan reformasi pada tahun 1998. Barangkali juga kita sudah tidak peduli dengan apa maunya para penguasa yang duduk manis di kursi empuk dan menciptakan akrobat-akrobat politik beraroma syahwat kekuasaan maupun syahwat memperkaya diri sendiri. Barangkali kita juga sudah tidak pernah peduli dengan jumpalitannya saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan sengaja untuk dimiskinkan untuk kemudian dijadikan sansak latihan para jagoan berseragam atas nama kebersihan, keteraturan, ketertiban bahkan didakwa memiliki kontribusi dalam kekotoran dan musibah banjir yang menimpa permukiman-permukiman mewah apalagi yang kumuh. Barangkali kita sudah tidak peduli lagi apa yang disuarakan partai politik bahkan siapa orang yang diusungnya untuk menjadi aktor baru pesulap politik dan pengkayaan kelompok tertentu yang sebelumnya menjadi gelandangan politik dan sudah dimasukkan dalam recycle bin dunia perideologian dan wacana perubahan.

Barangkali kita adalah orang yang sangat teramat mulia budi pekertinya sehingga dengan rela dan ikhlas memaafkan bahkan melupakan siapa dan untuk apa jeratan kemiskinan dan kesulitan ekonomi saat ini, hingga melihat masalah kemiskinan ekonomi dan paradigma kepragmatisan yang berkembang saat ini sebagai sebuah idea yang tidak terbantahkan, daripada mati kelaparan secara konyol di lumbung padi yang menjadi laboratorium konglomerat penjual pupuk sekaligus racun tanah, beras dan para petani. Duhai sedih dan kelamnya sinyal reformasi dan perubahan yang menuju kearah kebaikan kita semua.

Betapa kata demokrasi sudah menjadi benda yang aneh dan beraroma busuk di hidung kita, dan membuat semua mata dan senyum menjadi sinis bahkan mencemoohkannya....

Proses instalasi yang halus dan meyakinkan seperti ketika menginstal Ubuntu Linux versi teranyar maupun yang versi 6, terjadi sekaligus berbarengan dan berbanding terbalik dengan proses reformasi perbaikan bangsa ini, sehingga tidak menghasilkan sebuah reformasi yang menggelinjang dan memuaskan hasrat rakyat banyak. Pemiskinan terstruktur dalam politik, pendidikan maupun ekonomi yang membuahkan masyarakat yang apolitis pada masa Orba masih sangat berkesan positif dan ditambah dengan para reformis gadungan yang mengacaukan derap langkah reformasi dalam mengorganisir serta mengembangkan partisipasi aktif masyarakat untuk memiliki kesadaran kiritis. Berimbas pada usaha politikus dan kaum muda yang baru terjun dalam politik untuk meyakinkan masyarakat dengan bermodalkan idealisme dan komitmen. Betapa moralitas dan idealisme baru dibenturkan dengan minimnya dukungan masyarakat, yang memang sudah dibuat apathis politik. Oh betapa suksesnya proses pembangunan "Floating Mass" massa mengambang yang berkelanjutan...

Satu dekade reformasi tetap tidak mengubah institusi partai politik, kaum muda kritis yang terjun harus tunduk pada hegemoni dalam mekanisme-mekanisme oligarkhis yang diduduki oleh penguasa tua yang konservatif. Mereka yang muda akan terdepak dan kader terbaik tidak pernah lahir, karena cenderung lebih membuka diri kepada pendatang yang membawa rupiah untuk membeli secara cash pada saat pemilihan-pemilihan di daerah, sementara kader-kader muda hanya dijadikan tim sukses dan sendiko dawuh (harus patuh).

Ruang pembaharuan demokratisasi bagai kaum muda sangat dipersempit hingga tidak bisa bersuara. Keluarnya Undang-undang hasil tarik ulur partai-partai yang sudah kuat plus politik uang dengan isi jebakan-jebakan prosedural pelindung kelompok-kelompok tertentu sangatlah menggencet kaum politikus muda kepada dilema untuk meloncat ke partai besar meski tidak senang dengan pemimpinnya ataukah menunggu saja dalam kepusingan dan resolusi-resolusinya sendiri.

Sementara kita semampunya dapat membuat resolusi-resolusi dan agenda-agenda untuk kehidupan dan berusaha untuk memberikan yang terbaik pada keluarga, lingkungan masyarakat sekitar secara arif sebagai sumbangan nyata pada kehidupan berbangsa untuk bergerak menuju perbaikan dalam aras kekritisan yang tertatih-tatih.... seperti google mail dan blogspot yang sedang crash dan mengalami kerumitan teknis diseluruh dunia saat ini.... huahaha...

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Monday, February 23, 2009

Nderek Mangayu Bagyo Blogger Bengawan

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekatSabtu 21 Februari 2009, menjadi saksi kebangkitan pebloger kawasan Surakarta Hadiningrat, berbekal sms dari dimas Panjoel tukang nggunem tapi orangnya pendiem malah cerewet kameranya yang ceprat-cepret seperti kilatan petir yang mengenai batu milik Ponari, 'Lodji Gandung, grandmall terus ketimur nanti kalo ada patung langsung ditanyain' begitulah pesan dimas Panjoel tersebut. Berangkatlah kita bertiga dari Jogloabang menuju Solo untuk ikut menjadi saksi dilaunchingnya komunitas blogger Bengawan yang bernaung dalam payung Bengawan[dot]org. Dengan benak yang bertanya-tanya apa ada hubungannya antara launching ini dengan hari bahasa ibu, entahlah... ada ato enggak ada hubungannya pokoknya brangkat....

2 jam dari Jogloabang menuju Lodji Gandrung itu, karena harus bertanya pada patung-patung yang ternyata ketika ditanya nggak pernah njawab [dasar suryaden kenthir], muter-muter sampai masuk kraton segala, akhirnya ketemu juga setelah dengan gambling bertanya meskipun tetep aja nggak paham, ternyata lonching diadakan di bale kota [nama lain lodji gandrung]. Betapa dahsyatnya Blogger Bengawan ini karena yang melaunching adalah bapak Joko Widodo, walikota Solo Raya, kemudian diramaikan dengan pemberian bingkisan dari komunitas-komunitas blogger yang menghadiri dan ikut mangayubagya bengawan[dot]org tersebut diantaranya adalah Cah Andong, Bloger Warok, TPC, Loenpia, GunungKelir, Gresik, Malhikdua dan mbuh lainnya nggak hapal apalagi blogger gentayangan sentosa seperti suryaden... wahahaha.....

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

Settingan acara sederhana yang meriah sekali, entah karena mungkin para blogger dan bloggerwati itu kurang hiburan atau memang karena sangat senang sangat ramai sekali sorak sorai apalagi ketika ada cheerleader yang superheboh, sayang acara yang diteruskan hingga pagi di TBS saya tidak bisa ikut serta, meskipun begitu dengan bangga dan semangat yang berkobar mengucapkan 'Mangayu Bagyo Blogger Bengawan' teruslah berkarya, mengalirkan warna, aroma, kreatifitas, dan mengembangkan diri sekuat-kuatnya.

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

suryaden syarikat indonesia pemilu kampanye yogyakarta 2009 damai indah sejuk blogger gentayangan hantu lelembut sumpah serapah gajah mada internet maya pada wayang jogloabang advokasi politik busuk jawa guru dunia rapal mataram warga budaya islam ketuhanan merah sosialis komunisme neoliberalisme kapitalisme religi religion musik diam bisu tuli ngetik lenovo gombang pakem suryodiningratan hitam pekat

'Nderek Mangayu Bagyo Blogger Bengawan'

Friday, February 20, 2009

jaooouuuiiiiaaanncooook

Best of the Bestmemang persahabatan tidak bisa diwakili dengan sekedar menggunem jancok dan jancook meskipun kata seorang gus, non gus, sesudah gus, mantan bapaknya gus ataupun gentho yang bermimpi ketemu gajah di kamar dalam rangka kejuaraan lomba mengejar gadis seksi meskipun rumahnya jauh namun bisa tetap berkomunikasi secara lancar bagai seorang ibu yang mencintai anak dan suaminya sambil nulis novel, cerpen, uneg-uneg di blog, minum kopi, muntah-muntah, memasak, hamil, ditemani kucing yang suka kawin sembarangan di atas genting dan teriak orgasmenya kedengaran kupu-kupu yang jadi ngiler.

nggak jelas kan, memang karena sekawanan blogger yang tergabung dalam TPC mengasosiasikan kata jancok dengan sebuah persahabatan sejati, bukankah ketika sudah akrab dan karib maka segala kata kotor dan jorok itu bisa terucap tanpa melukai perasaan seseorang, entah mungkin ada juga yang normanya lain.

Tulisan kering ide karena terpelanting dari halaman 4 iseng dukung kontes seo Kampanye damai pemilu indonesia 2009 ke halaman 25 [siyalan], ini membuat terjungkalnya ide ke Pe eR yang mungkin seharusnya dikerjakan, maka akan diborong disini aja sekalian biar sekali tepuk pundak dua tamparan membalasnya dengan keras, karena salah menepuk pundak sebelah depan teman cewek sekelas ketika masih kuliah dulu. halah... itu adalah pengalaman gila juga ya... selesai satu dah... dan sumpah itu hanya kebetulan saja karena kebetulan beliauwati itu berbalik arah ketika akan disapa dengan sharing ideas online dan poetrynya Ipanks yang inspirasinya dari remasan payudara sapi pak Jarwo... weks... crots...[mesti misuh-misuh bocahe] kemudian alasan ngeblog yah seperti motonya mas dede itu... dan makasih untuk mas Baka Kelana yang memberikan award top mbacot di blognya sebanyak 3 kali di Aneukgamaceh dan Sexybloging.

Best of the Best Best of the Best Best of the Best Best of the BestBest of the Best Best of the Best Best of the Best Best of the Best Best of the Best
Kemudian ada tags lagi dari Linda Belle yang sangat mengagetkan karena untuk mengobarkan apa yang tidak disukai halah, udah gitu soalnya sulit lagi :
  1. Buatlah daftar 10 hal dan kebiasaan (buruk) yang tidak disukai, namun apabila merasa terdapat lebih dari 10 hal/kebiasaan buruk yang tidak disukai maka silahkan ditulis semuanya.
  2. Sebutkan juga alasan mengapa Anda tidak menyukai hal-hal/kebiasaan-kebiasaan tersebut.
  3. Setelah selesai membuat daftar dan penjelasan seperti yang tertera pada poin 1 & 2, maka silahkan men-tag 10 blogger lainnya. (Kukopi secara tidak sopan dari mbak -G-)
Dengan modal pertanyaan tidak jelas karena itu kebiasaannya siapa, orang ato kucing nggak jelas deh karena malaikat pun punya kebiasaan juga apalagi setan yang malah lebih kreatif karena malah bisa jadi duit atau saham yang sekarang ludes dimakan setan yang lainya juga. Mencoba untuk pura-pura sopan dan bijaksana dalam menjawab ini, yang paling saya benci adalah:
  1. Acara pagi hari, karena saya selalu bangun kesiangan,
  2. Peta undangan kawinan yang tidak jelas, saya selalu tersesat dan telat karenanya,
  3. Dosen ato guru sok pinter, karena bikin males liat orang sombong tapi pelit bagi ilmu,
  4. ruangan ber AC trus ada tulisan wanti-wantinya, bikin global warming dan yang disalahkan adalah rokok yang asapnya generik, bukan asap kenalpot huh...
  5. pesolek, jijay saya...
  6. tepat waktu, karena tidak suka dianggap kayak robot
  7. pentargetan, aku kan bukan sniper...
  8. cocot orang MLM, weks... skema ponzi lagi...
  9. budaya karyawan, datang absen ngrumpi pulang akhir bulan minta gaji...
  10. sok ilmiah dan membela, mosok Ponari udah bisa cari duit 50 jt sehari masih disuruh sekolah, biar goblog apa...
  11. sok agamis, memang konflik antar agama bisa diseleseikan dengan ayat masing-masing... wakakaka...
  12. sok logis, emang angka dan huruf didapat dari penelitan dan riset... wahaha...
  13. sok positif, emang nggak takut hamil diluar nikah...
  14. sok suci, pindah ke tanah suci aja...
begitulah semoga yang baca bisa marah-marah dan bisa mengeluarkan uneg-unegnya agar segar kembali da fresh... kemudian yang akan dibagiin tags sepertinya tidak ada karena wabah ini sedang menggila dan rata kena tags semua tapi biarlah saya akan memberikan kepada itikbali, gdenara, awie, pencerah, chairani, mama hilda, wewarna, attien, pendaki gunung, endarfirianto, chiquitte, keboaja, pongpet dan advintro.

semoga mau kebagian wabah gila ini... wahahaha...
[maaf kalo nggak kebagian tags, karena udah ngantuk dan bloonnya kumat]

Wednesday, February 18, 2009

Mimpi aja lah....

pemilu neoliberalisme mimpi kampanye damai pemilu neoliberalisme mimpi kampanye damai pemilu neoliberalisme mimpi kampanye damai pemilu neoliberalisme mimpi kampanye damai pemilu neoliberalisme mimpi kampanye damai pemiluAkankah berlangsung damai kampanye pelimu pemilu di Indonesia, sudah barang tentu akan sangat damai, kenapa tidak karena saat ini para pemain bola yang adu jotos di lapangan aja di tangkap polisi. Kecemasan akan konflik sudah menjadi-jadi lantaran kita punya koleksi senopati perang saat ini belum ada yang pengalaman menang perang kecuali menang dalam hal penculikan, penghilangan bukti dan silat lidah di pengadilan dan sebagainya.

Begitupun dengan watak birokrasi yang setali tiga uang dimanapun, meskipun tampak rapi di depan tapi pada puncaknya sepertinya sama saja karena untuk menyaring dan memfilter terjadinya kudeta-kudeta ide yang lebih baik dan waras. Opo tumon ketika sesorang atau banyak orang melakukan demonstrasi yang isinya sangat substansial seperti penurunan harga kebutuhan pokok yang harus berhadapan dahulu dengan para ksatria tingkat bawah yang sama sekali tidak memiliki suara dan dianggap otak udang oleh atasannya.

Seperti watak birokrasi lainnya, menurut Stiglitz, problem mendasar dari birokrasi - birokrasi dunia itu adalah terjadinya penyumbatan aspirasi masyarakat. Para representatif di dalam lembaga-lembaga itu, termasuk PBB, tidak selalu atau bahkan sering bertentangan dengan kebutuhan dan kepentingan orang banyak di negara-negara masingmasing. BD diwakili oleh para gubernur bank sentral, sedangkan IMF diwakili menteri keuangan, sementara WTO oleh menteri perdagangan dari masing-masing negara anggota. Dengan demikian pula, kecuali negara-negara yang “secara gagah berani” menentang peran mereka seperti beberapa negara di Amerika Latin, maka hampir keseluruhan birokrasi negara di dunia adalah kepanjangan tangan dari neoliberasisme.

Stigilitz memperkirakan, kini 80 persen ekonomi dunia dikuasai oleh tidak lebih dari 20 persen orang, sedangkan 20 persen aset dunia terdistribusi kepada 80 penduduk dunia. Sebagian besar rakyat di negara dunia ketiga dan bekas negara komunias berpenghasilan US $ 1 sampai US $ 2 per hari. Komposisi yang sama, menurut Direktur ECONIT Hendri Saparini, tercermin dalam penguasaan aset nasional Indonesia. Jika mesin birokrasi dunia ini terus berjalan seperti sekarang maka mungkin dengan berjalannya waktu komposisi itu tidak semakin adil melainkan semakin senjang.

Tetapi fenomena yang ditunjuk oleh Stigilitz itu sebenarnya persis berbalikan dengan dasar filosofi dari neoliberalisme itu sendiri. Dasar filosofi itu adalah bahwa seluruh kegiatan ekonomi bertumpu pada individu, bahwa semua individu adalah wiraswatawan/ti dimana negara tidak diperlukan, termasuk di dalamnya tentu saja adalah lembaga dunia seperti PBB, WB, IMF maupun WTO (B. Herry Priyono, 2003). Setiap orang diperlakukan sama sebagai pelaku ekonomi, dengan demikian semua orang dan individu akan memanfaatkan pasar bebas yang terbuka tersebut.

Namun dalam sistem neoliberalisme, negara justeru berbalik menjadi monster bagi warga negara dan instrumen telanjang dari neoliberalisme, yaitu menjadi kepanjangan tangan dari birokrasai dunia yang dikuasasi oleh neoliberalisme. Negara atau birokrasi tersebut, dengan demikian, juga menjadi penjaga dan alat bagi neoliberalisme itu sendiri.

Sampai dimanakah kekuasaan atas harta dan akses atas sumberdaya ini bisa merata sampai keseluruh pelosok dunia, atau di negara kita yang kadang sangat berbelit-belit untuk mencari informasi apalagi akses. Betapapun niat para penggoda hati rakyat dengan iming-iming puluhan ribu rupiah dan pameran gombal logo partai serta pamer kenarsisan wajah.

Serta betapa malu seharusnya jika ada juga yang nggak berani narsis lantaran tokoh parte itu tidak memasyarakat sama sekali, akankah kita diatur oleh birokrasi yang memiliki sifat bottle neck sedemikian rupa itu dengan boss penguasa yang sama sekali tidak kenal, bahkan kepribadiannya.

Saya bermimpi memiliki seorang pemimpin yang tidak haus kekuasaan dan mampu memotong akses-akses birokrasi dengan cara yang cerdas dan bermartabat, atau minimal sigab bertindak, peka, dan memiliki ide cemerlang untuk itu. Maka bangunkanlah saya ketika ada orang mulia seperti dalam mimpi ini.

Monday, February 16, 2009

NLP - Neuro Linguistic Programming

Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming NLP NLP NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLP Neuro Linguistic Programming NLPBuset, jancook, bangsat, dahsyat, mantap, seksi, cinta, romantis, weks ..... adalah sebuah kata yang bisa bermakna negatif ataupun positif, tergantung intonasi penggunaan dan konteks ketika kita mengucapkannya. Kata-kata dan kalimat yang kita dengar kadang membuat kuping merah, marah, malu dan menjadikan kita semangat lagi untuk menapaki kehidupan. Betapa kalimat dan ucapan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, entah bagi orang awas maupun para difabel yang sering berinterakasi dengan kita.

Betapa perkataan, tulisan dan apapun yang kita dengar atau lakukan akan masuk ke alam pikiran dan alam bawah sadar seseorang, baik keluarga, mantan pacar, klien, anak-anak maupun rekan kerja sekantor dan akan memberikan memberikan perubahan perilaku yang signifikan, baik yang kita harapkan ataupun tidak ternyata semuanya ada sangkut pautnya dalam berbagai kategori seperti stimulus respon ataupun aksi dan reaksi. Dalam hal ini ternyata ada orang dari Amerika (lagi-lagi Amerika lagi... bosen sebenarnya) yang meneliti hal ini terhadap para ahli terapi. Orang itu bernama Dr. Richard Bandler seorang ahli komputer dan matematika dan Dr. John Grinder seorang ahli Linguistik yang secara bersama mempelajari keahlian pakar dan ahli terapi yang sukses di bidangnya.

Penelitian itu menghasilkan sebuah teori yang saat ini sedang digandrungi oleh orang-orang di Indonesia saat ini mulai dari eksekutif, pengusaha, psikolog sampai para politisi, dan seringkali meskipun tidak dengan sadar kita pasti sudah sering melakukannya. Hal itu adalah NLP - Neuro Linguistic Programming, sebuah kata-kata yang aneh dan sangat sadis artinya karena kalo diterjemahkan secara bebas artinya adalah Pemrograman otak dengan kata-kata, seperti sebuah indoktrinasi, sugesti atau hipnotis, dan memang seperti itulah sebenarnya namun dikemas secara lebih tertata dan bisa dipertanggungjawabkan secara empiris.

Karena Neuro merujuk pada otak atau pikiran yang mengorganisasikan kehidupan kita secara mental. Linguistik untuk bagaimana kita mempergunakan bahasa untuk memberikan makna dan pengaruh. Dan Programming untuk mengurutkan proses mental yang akan mempengaruhi perilaku dalam proses pencapaian tujuan tertentu, dan dari sinilah didapatkan rumus-rumus bahasa tertentu untuk dapat memodifikasi proses mental tersebut.

Intinya dengan memakai susunan tatabahasa yang baik dengan arah yang jelas akan mengubah perilaku tertentu seperti ketika adik kecil kita tidak mau minum obat ketika sakit karena takut rasanya pahit, maka kita dapat memberikan saran dengan berkata "Ayo kita campur obatnya dengan sirup yang rasanya manis agar tidak terasa pahitnya", dengan kata lain ajaklah melakukan sesuatu dengan bahasa yang disukainya. Bukan seperti MUI yang mengajak untuk mensukseskan Pemilu Indonesia 2009 secara damai namun dengan mengharamkan Golput yang semuanya pasti sangat cinta damai.

Berbeda dengan hipnotis yang secara langsung dapat memberikan perubahan perilaku langsung dengan kata-kata yang dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadarnya seperti yang dilakukan seorang kepala sekolah SD di Kebumen untuk menggenjot prestasi anak didiknya,... ada-ada saja ya... dan NLP ini menjadi salah satu rahasia para motivator yang sedang ngetren dan laris karena kata-kata teduh dan memotivasi seakan menjadi obat bagi kelelahan-kelelahan neuro bos-bos dan eksekutif di negeri ini....

Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming Neuro Linguistic Programming NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP NLP
Marilah kita berkata-kata dan mencoba memberikan kalimat-kalimat yang kita program sendiri demi kebaikan anak, adik, keluarga, lingkungan dan kepada siapapun kita berinteraksi... wakaka... memangnya saya bisa... kekekekee...

Thursday, February 12, 2009

Sorry Day, setahun sudah arrgh ... andaikata...

Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry Day Kevin Rudd on Sorry DayPidato PM Australia Kevin Rudd, pada 13 Februari 2008, setahun yang lalu yang dikenal juga sebagai Sorry Day.. entah sebenarnya kan tanggal 26 Mei dan bukan hari libur nasionalnya mereka... mencoba refleksi dan menginternalisasi semangatnya... halah...
That today we honour the Indigenous peoples of this land, the oldest continuing cultures in human history.
We reflect on their past mistreatment.
We reflect in particular on the mistreatment of those who were Stolen Generations—this blemished chapter in our nation’s history.
The time has now come for the nation to turn a new page in Australia’s history by righting the wrongs of the past and so moving forward with confidence to the future.
We apologise for the laws and policies of successive Parliaments and governments that have inflicted profound grief, suffering and loss on these our fellow Australians.
We apologise especially for the removal of Aboriginal and Torres Strait Islander children from their families, their communities and their country.
For the pain, suffering and hurt of these Stolen Generations, their descendants and for their families left behind, we say sorry.
To the mothers and the fathers, the brothers and the sisters, for the breaking up of families and communities, we say sorry.
And for the indignity and degradation thus inflicted on a proud people and a proud culture, we say sorry.
We the Parliament of Australia respectfully request that this apology be received in the spirit in which it is offered as part of the healing of the nation.
lengkapnya ada di sini dan videonya disini.

Perjuangan kaum aborigin atas diskriminasi dan perlakuan buruk orang kulit putih disana mulai tahun 1770 dan baru sukses pada 13 Februari 2008, meskipun pada tahun 1998 sudah ada laporan dari Komisi hak asasi dan persamaan kesempatan yang bertitel "Bringing them home", yang mencatat kisah-kisah oral history dari para korban. Betapa kata "maaf' menjadi suatu penyembuh meskipun secara simbolik bagi para indigenous people bangsa Aborigin pemilik tanah Australia yang hak, beserta implikasi-implikasi tindak lanjut setelahnya. Dimana mereka menjadi the stolen generation karena dicerabut dari tanah dan keluarganya untuk dimasukkan ke lembaga-lembaga maupun rumah-rumah tangga untuk dididik menjadi seorang kulit putih, sempat difilmkan dalam Rabbit-proof fence sebuah kisah dari buku Follow the Rabbit-Proof Fence oleh Doris Pilkington Garimara.

Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie posteratas: poster film Rabbit-proof fence . bawah : pagar kelinci pada tahun 1927

Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster Rabbit-proof fence movie poster
Tentang seorang anak aborigin yang dicerabut dari keluarganya kemudian setelah besar ingin mengetahui asal-usulnya, namun yang dia ingat hanyalah pagar pembatas kelinci yang ternyata panjangnya ribuan kilometer, hingga dia... entah saya baru akan melihatnya bulan juni besok... wakakaka.... dan musiknya pun yang nggarap Peter Gabriel wah... nggak sabar nih nunggu kirimannya...
Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_poster Sorry_Day_posterSorry Day poster

Sebelum palentin ini saya berandai-andai jika dinegeri kita bisa melakukan "sorry day" untuk kesalahan-kesalahan yang dilakukannya pada rakyatnya sendiri, memang pernah dilakukan oleh Abdurrahman Wahid tapi malah menjadi alasan untuk melengserkannya... celaka deh, ketika dia meminta maaf untuk permasalahan 65, namun sukses juga meski juga dicaci maki ketika mengganti nama irian (ikut ri anti nederlan) menjadi papua, sang begawan dan bangsa ini memang harus terantuk tembok keras dan senapan untuk menjadi bangsa yang waras dan damai, tanpa anarki yang sudah tiap saat dilirik oleh Salma Hayek, Breastfeeding and One Very Public Service dewi kekerasan.... semognya semoga...

Illustrasi comot sini, sini, sini dan sini.

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Tuesday, February 10, 2009

kita, petani dan pensiun

sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak taniBukan simpati ato calon contrenger pada april besok, apalagi simpatisan parte "ngeri nggak!!!", "hania nu dan tentara", "pedang panjang" ato "golongan keturunan arab" palagi "peterpan" bukan, .. ini hanyalah sesuatu yang mengganjal saja menjelang krisis ataupun tidak ada krisis, inflasi ato depresi yang akan datang nggak lama lagi lantaran nggak ada ide-ide kreatif dari para pemangku kepentingan di negeri ini selain memutar uang yang kemudian dikatakan semacam bail out atau regulasi baru atau stimulan suntikan "anti depresan" bagi perusahaan-perusahaan dengan pengurangan kewajiban sementara walopun dikurangi tanpa ditambahi dana segar mereka akan tetap ngos-ngosan seperti koneksi internet saat ini...

Selamatkan petani Indonesia, memang menjadi jargon salah satu parte, memang benar harus diselamatkan namun mereka tidak pernah bicara bagaimana caranya, bagaimana mewujudkannya dan mengapa harus diselamatkan, omong kosong seperti itu pun sudah cukup menghibur sementara yang harus diselamatkan harus antri panjang sekali... kapan mereka akan selamat, ketika banjir dan sawah mereka direndam air... mending buka laundry aja kali... hahaha...

Mengapa tidak ada sistem asuransi penjaminan nasional yang bisa di menej dengan baik dan transparan, ketika pak tani tidak bisa panen, ketika pak tani kesamber petir ketika di sawah, atau kecakot ular, atau ketika bingung mau menyekolahkan yuniornya, mengapa mereka dibiarkan saja hidup syukur, kere dan melarat adalah bukan urusan pemerintah atau tetangga, sakit ya harus berobat di rumah sakit negeri yang biayanya swasta, harga beras dan hasil panen ditekan serendah mungkin sementara pupuk harganya dipacu naik, bahkan sampe menghilang di pasaran... mengapa dan bagaimana mereka akan terselamatkan...

Jika tidak ada political will (kemauan politik) dari atas untuk mengatasi ini semua niscaya tidak akan pernah selesai, mengapa tidak melihat negara-negara maju lain yang jelas-jelas memproteksi hasil buminya demi tabungan rakyatnya dan kemakmuran negerinya, mengapa harus dijual murah dan diobral di pasar modal sementara kita menjadi buruh di rumah kita sendiri. Berdagang dengan sesama saudara kita namun hasilnya adalah bos di luarnegeri sono yang menengguk labanya, sementara kalo rugi sedikit kita di PHK dan harus mencari lowongan menjadi buruh di tempat lain dengan kondisi dan resiko yang sama pula. Kita mungkin sudah sedemikian terpuruk dan lupa sudah berada di dalam jurang penistaan kita sendiri, wallahualam...

sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani
Sudahkah terbersit bagaimana caranya pak tani dengan sawahnya dan kita yang tidak memiliki sawah mendapatkan pensiun dan jaminan dari kesepakatan demokrasi di rumah besar kita ini... akankah kalian menjadi orang kaya dan asing dengan rumah sendiri...

Monday, February 9, 2009

Merapi

merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi merapi Gunung Merapi adalah gunung berapi yang paling aktif di seluruh dunia. Dengan ketinggian 2968 m. di atas permukaan laut (kondisi tahun 2001) atau 3079 meter di atas kota Jogja, Gunung Merapi terletak pada 7'32,5' Lintang Selatan dan 110'26,5' Bujur Timur dan secara administratif gunung ini memiliki batas-batas langsung atas wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Jika sedang pilek gunung ini mengeluarkan lava pijar yang indah sekali bila dilihat, tapi sangat panas jika dipegang bisa-bisa beresiko jadi gosong, atau malah bisa menghapuskan hutang karena penagih utang udah nggak bisa nyari lagi...

Merapi ini juga kadang sangat sensitif dengan isu-isu nasional, kata banyak orang menjadi pertanda kejadian beberapa saat sebelum kejadian, entah apa itu benar atau tidak belum ada penelitian yang jelas kakakaka...., khawatir juga seandainya nanti ada krisis besar-besaran lagi moga-moga nggak ikut ketularan pilek atau marah besar, maklum udah lama dia berselimut terus, dan sangat mencurigakan karena biasanya setelah diam gitu tahu-tahu batuk-batuk... waduh Mbah Maridjan pasti jadi rujukan lagi..., ngeri juga karena kejadian saat ini selalu menimbulkan korban-korban yang puluhan seperti kebakaran semak di ostrali kemaren, pesawat trobel, kapal tenggelam belum lagi perang berkobar dimana-mana makin rame, ambon yang udah aman aja kumat lagi... walah... dasar udah hobi perang ya sulit dicegah..., asal nggak seperti kejadian baru-baru kemaren itu, dipukul pake tangan kiri aja bablas... memalukan....

merapi gunung merapi gunung merapi gunung merapi gunung merapi gunung
Hari minggu kemaren kesempatan bisa walking-walking around merapi, meskipun pas mau berangakat udah liat ada kampanye motor ijo-ijo... wah pengin sekali ikut seperti saat dahulu kala yang ganas, indah dan romantis... (maklum mantan pegiat) dari suryaden berputar ke klaten, boyolali sambil njagong teman (telat lagi), kemudian muter ke barat via Selo, bagi yang sering mendaki Merapi lewat utara pasti tahu deh, dan tujuan utama adalah Ketep Pass yang selalu saja membuat rindu sekalian bayar hutang karena udah kadung sering janji sama keluarga, kesempatan nih buat menepati sekali-sekali ... kekekke... padahal pengin juga mampir lagi ke tahu pojok magelang, sayang nggak kelewatan...

Sepanjang perjalanan dari timur antara merapi dan merbabu, wadoh... banyak sekali muda-mudi yang asyik dipinggir jalan sambil menikmati pemandangan luas, dipinggir jalan dan diatas tebing-tebing indah tapi curam tersebut, betapa memang mencari pemandangan dan hawa segar sudah sampe ke pelosok-pelosok pedalaman gitu, namun jalan yang bagus dan masih aman juga mendukung untuk sekedar touring swasta bersama pasangannya masing-masing wekekeke...

Dari Ketep Pass ini bisa melihat merapi merbabu dengan sangat jelas sekali, bahkan kalo pas merapi pilek menjadi sasaran favorit para pyromania yang terkagum-kagum lava pijar yang wow... tak terbayangkan dahsatnya..., sayang hari itu angin besar sekali sehingga nggak bisa berlama-lama, kemudian dilanjutkan ke Muntilan untuk kemudian finish di suryaden lagi... wahahha.. lunas....
selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo selo

Foto: nggak minjem

Sunday, February 8, 2009

tahu pojok magelang

Salah satu sasaran adalah tahu pojok Magelang ketika jalan-jalan keluar kota ke Magelang. Memang menyenangkan apalagi kalo jalanan tidak macet, namun berhubung sedang musim wiken, dari Jogja ke Magelang memakan waktu lebih dari sejam, padahal rencana mau ke Wonosobo, ngunjungin teman yang udah lama gak bersua.

Memasuki magelang, sebuah kota kecil yang ramenya minta ampun langsung laper, dan langsung terbayang warung favorit di jalan tentara pelajar (belum tamat-tamat) apalagi kalo bukan tahu pojok Magelang, wah ... langsung aja ngacir ke situ, dah kebayang tahu empuk dan gurih minus aroma tanah kayak tahu sumedang, benar-benar gurih sekali dan ketupat yang biasanya ketemu pas hari idul fitri aja...

Friday, February 6, 2009

damai itu hak

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009Kontes menyamun SEO tentang kampanye damai pemilu 2009 membuat teror dengan banyaknya postingan blog yang motifnya tentang kampanye damai itu, lebih sayang lagi jika hanya untuk mendapatkan hadiah yang totalnya hanya limaratus dollar itu, bukan berarti saya tidak mau uang tapi apakah motivasi para peserta kontestan itu hanya utnuk mencari hadiah, ajang pamer skill optimasi SEO, berharap bukan itu yang menjadi latar belakang mereka ikut kontes itu, jika hanya menginginkan hadiah atau pamer kepintaran aja apa bedanya dengan para peserta kampanye pemilu legislatif 2009 itu, di permukaannya damai, namun didalamnya mereka perang untuk memenangkan kontes, walahiyung...

Kagum juga dengan ide kontes tersebut, untuk mengalihkan energi para pegiat dunia maya yang setia bergentayangan demi kecintaannya pada dunia nirprasangka ini, semoga saja dia bukanlah seseorang yang memiliki niat untuk mengalihkan perhatian anak-anak muda yang seharusnya kritis berkarya untuk bangsanya terlebih mengkritisi program-program yang ditawarkan jawara SEO politik untuk memikat hati rakyat melalui keyword penurunan BBM, sembako murah, restorasi budaya, pendidikan gratis, dan sebagainya, atau mencatat janji-janji yang diucapkan para caleg. Semoga kecurigaan saya itu tidak beralasan dan super salah, dan berharap agar kontes yang diikuti ribuan orang itu menjadi semacam doa bagi perdamaian dalam pesta demokrasi anak bangsa yang digelar sekarang, serta tidak membuat server om google tidak kerepotan mengindeks keyword yang panjangnya minta ampun.

Bukan hanya damai yang seharusnya menjadi tujuan namun masa depan kita ini yang lebih baik dan praktek-praktek keberpihakan dan pensejahteraan warganegaralah yang menjadi tujuan, bukan hanya roadmap kampanye terus kursi-kursi di gedung legislatif itu terisi namun lebih dalam dari itu tentunya, terlalu enak mereka meneguk kekayaan dan madu kemenangan pemilu jika kampanyenya hanya damai dowang tanpa melalui perjuangan keras untuk merebut hati para pemilihnya, dan sialnya memang golput diharamkan juga, sudah tentu pemilu tahun ini adalah pemilu yang paling enak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi meskipun dengan resiko friksi-friksi yang tidak masuk diakal. Semoga kontes ini tidak ada sangkut pautnya dengan fatwa pengharaman golput.

Damai, damai, damai ini bisa jadi adalah tameng dari para politisi busuk agar dengan enaknya bersembunyi di balik ketiak mahluk damai itu sendiri, agar mereka aman dan terhindar dari aksi-aksi yang mengejutkan dan menohok langsung atas kejahatan dan kebusukannya, semisal untuk kasus Lapindo dan sebagainya. Betapa mereka harus membayar mahal untuk kembali duduk di kursi itu, sementara kita selalu dibuai dan dijinakkan dengan kata damai anti kekerasan, damai anti kekerasan, damai anti kekerasan dan damai anti kekerasan. Mengapa sebuah kata kunci milik kita dipakai untuk menjinakkan kekritisan kita oleh mereka, damai itu hak dan milik kita namun kalau para politisi itu berdamai tentulah ada perawan dibalik selimut eh... udang dibalik selimut eh... salah ada anunya ... wakakaka..., wallahualam...

Tuesday, February 3, 2009

mengintip jurus pemanah rembulan satu

Nuwun sewu dan maaf sebelumnya jika tulisan saat ini agak menggelikan eh... menggelinjang ...kleru maneh ash... menohok, bukan maksud hati demikian namun hanyalah sekedar urun rembug atau sharing informasi tentang salah satu isu strategis seorang raja yang ingin memanah wanita eh rembulan dalam arena dimana sopan santun, unggah-ungguh, inggah inggih, bahkan tidak ada namanya penghormatan kepada saingan selain dibibir saja, sebuah rimba tanpa ujung, sebuah persaingan dan pertaruhan yang melibatkan banyak sekali kepentingan. Atas nama DEMOKRASI dan kebangsaan.

Restorasi kebudayaan mungkin akan lebih sering terdengar sebagai salah satu jargon nantinya jika masih dinikahi eh dipake oleh salah satu ksatria yang akan meminang sang dewi. Budaya mungkin sesuatu yang sangat seksi saat ini disaat para kawula muda digiring masuk ke dalam ranah zaman serba digital, pergaulan bebas (lain dengan dahulu, maksudnya), pendidikan yang semakin berat serta persaingan baik karir, pekerjaan maupun usaha yang mau tidak mau menyudutkan pelaku kehidupan ini dituntut untuk mengerjakan segala sesuatunya dengan efektif, efisien, singkat dan menghasilkan laba yang banyak bagi perusahaan atau dirinya sendiri.

Tidak ada yang salah dengan hal diatas namun dengan tercurahkannya waktu untuk bekerja dan beraktifitas untuk kebutuhan hidup, tentulah banyak hal yang hilang, meskipun jika mau bersosial bisa dengan blogging, Friendster, Facebook, Twitter, plurk, chatting dan layanan jejaring sosial lainnya yang lumayan bisa diteruskan dengan kopi darat, namun sangat terbatas sekali tidak seperti ketika dunia masih santai belum sesibuk saat ini bahkan kadang bagi para penyuka touring, clubber, fisher dan lain-lain juga mungkin hanya bisa menikmatinya meskipun selalu tidak terpuaskan rasanya.

Masih heran dengan restorasi kebudayaan, seperti yang dahulu pernah menjadikan dilakukan Meiji di Jepang, dengan mengorbankan banyak samurai yang jago untuk kemudian menjadi ronin karena harus menyimpan samurainya, dan kemudian menjadi penguasa-penguasa daerah. Mungkin ini impian beliau, untuk memajukan bangsa, cukup bagus dan mempesona memang sekilas dengan implikasi yang seabrek, melihat begitu banyaknya pekerjaan rumah dan pegal-pegal sang dewi setelah gagal orgasme berkali-kali. Namun dimana para ronin negeri ini saat ini, para ronin itu juga malah saling jegal untuk mendapatkan kecupan-kecupan mesra dan berlomba-lomba untuk saling mengulum bagian-bagian sensitif sang dewi ....

Menimbang konsep isu diatas, bukankah negeri merdeka ini adalah sebuah spesies baru, satu bentuk yang memiliki karakter, pondasi dan visi yang sangat berlainan dengan tebaran dewi-dewi a.k.a kerajaan masa lalu, sebuah negeri yang diimajinasikan demokratis, memiliki nasion dari sabang sampai merauke, sistem sosial, pendidikan dan kewargaannegaran yang sangat berbeda dengan tinggalan budaya pada masa lalu, dan saat ini memang sedang mengalami silang sengkarut untuk menjadi tumbuh dewasa dan mematangkan karakternya sendiri.

Dialog yang harus dibangun secara positif dengan beradu konsep kadang harus menghadapi atau diakhiri dengan konflik kekerasan, bahkan kejadian seorang ketua dewan harus meregang nyawa karena aksi kekerasan yang berlandaskan isu kedaerahan dan kelokalan juga, banyak sekali memang dialektika yang muncul saat ini dan mau tidak mau harus dapat diselesaikan dengan kepala dingin, lapang dada dan jiwa satria menerima konsep yang berwawasan kebangsaan keindonesiaan.

Kebijakan dan jiwa kelokalan memang bisa dipahami dan diterima dengan nalar, namun jangan sampai hal tersebut menjadi sebuah mata pisau untuk sekedar unjuk diri mencari eksistensi kedaerahan atas nama projek atau kekakayaan daerahnya, sehingga melupakan rasa nasinalisme yang dengan susah payah dibangun oleh para pendahulu kita. Kepadatan penduduk dan pemiskinan warga haruslah diatasi dengan sebuah kemauan politik yang sarat dengan rasa kasih sayang, kejujuran, transparansi dan berpihak pada rakyat miskin.

Akankah sang ksatria dari kota tujuan wisata ke 2 setelah Bali ini, yang sejak kecil hidup dalam sangkar emas dapat memahami arti kemiskinan dan penderitaan, sanggup memberikan obat bagi luka-luka sang dewi, memahami dan memisahkan budaya demokrasi dari kungkungan aturan memori kolektif eksotisme kedaerahan dan erotisme kejayaan masa lalu, ataukah lupa perkataan sendiri "tahta untuk rakyat", dengan memanah rembulan yang akan disayembarakan melawan para ksatria karier dan profesional yang tak jemu-jemunya juga mengincar keelokan sang dewi. Bukankah lebih baik beliau memasuki ruang kebangsaan dan kebudayaan yang indah kemilau, daripada sebuah ruangan sempit namun tempat perselingkuhan para pengeruk kemolekan sang dewi dan pusat harapan rakyat bercengkerama....

Sunday, February 1, 2009

Differently abled People

Entah mengapa aku teringat perjuangan masa lampau, seperti mahluk purba aja lampau .. huh .. padahal sampe detik ini juga masih..., sebuah kata dahsyat sedahsyat penemunya, kata itu adalah DIFABEL, tidak ada dalam kamus apalagi di translate.google.com nggak mungkin ada, lah memang diciptakan sendiri oleh almarhum Dr. Mansour Fakih, yang dulu adalah pegiat sosial dan ham, pernah juga menjadi komisioner di komnasham, entah tahun kapan sudah lupa....

Kadang hati kita terhanyut dan kasihan melihat seseorang, teman, keluarga atau kenalan baru kita yang buta, tuli, berkursi roda atau pakai alat bantu lainnya. Dari hal sepele ini - rasa kasihan -, ternyata malah membuat perasaan mereka itu tidak enak dan menciptakan sebuah jurang atau anggapan bahwa kita harus menolong atau lebih parah lagi menempatkan mereka sebagai individu yang berbeda dengan kita yang normal dan sehat -menurut kacamata kita- sehingga menciptakan sebuah kondisi untuk pembedaan terhadapnya, dan acapkali memang menganggap mereka itu CACAT, hal itu sangat menyakitkan sekali, terlebih dengan kata-kata yang diperhalus seperti tuna netra, tuna rungu dan lain sebagainya yang memberikan address kepada kondisi tertentu secara sepihak.

Perlu digarisbawahi memang kalo tuhan pada awal penciptaannya tidak menginginkan hal seperti ini terjadi, namun dalam perjalanannya (pembuahan, kesempurnaan kromosom dan kondisi kesehatan, kecelakaan, maupun kondisi lingkungan lainnya setelah lahir) yang menjadikan pendengaran bisa hilang, kebutaan dan lain sebagainya mengenai saudara-saudara kita itu. Namun bagaimanapun juga mereka tetap seorang manusia yang memiliki kemampuan dan hak-hak sebagaimana layaknya manusia yang lain, dan mereka sempurna pada kesempurnaannya sendiri.

Berangkat dari itulah maka seorang Mansour Fakih dalam memberikan istilah maha dahsyat bagi perjuangan mereka dalam merengkuh persamaan kemanusiaan yaitu DIFABEL (bukan disabled) sebagai singkatan dari Differently Abled People (orang dengan kemampuan yang berbeda), meskipun diantara para pejuang itupun ada dialog yang terus menerus terjadi namun para intelektual muda dari kalangan itu lebih setuju dengan kata-kata ini, sebagai orang dengan kemampuan yang berbeda, dan sekali lagi bukan orang sakit atau cacat. Termasuk dalam difabel ini adalah orang-orang tua, ibu hamil hingga anak-anak yang memerlukan perlakuan khusus.

Perjuangan memang sangat panjang dan saat ini sudah menghasilkan banyak difabel yang mandiri bahkan sekolah hingga tinggi sekali, bagi yang buta pun mendapat kehormatan dari nokia dengan kemampuan HP yang aksesibel, komputer dengan JAWS, dan penerimaan dari institusi pendidikan dengan pendidikan inklusif (inclusive education), dimana sekolah-sekolah biasa harus bisa menerima difabel dengan memberikan tambahan pelayanan khusus, tidak seperti SLB yang merupakan penjara bagi mereka yang sebenarnya pintar namun dianggap sebagai pesakitan. Tidak terbayangkan kemarahan mereka terhadap SLB yang selalu kekurangan dalam layanannya dan hanya menghabiskan dana depsos saja.

Meskipun begitu banyak orang masih tidak memahami arti perjuangan mereka, berbagai penolakan untuk masuk sebagai mahasiswa di UGM misalnya harus didemo secara besar-besaran oleh teman-teman, penolakan Gus Dur menjadi calon presiden karena dianggap tidak sehat jasmani dan rohani, walah..., serta berbagai diskriminasi lainnya benar-benar membuat bias hak asasi di negara ini.

Apakah kita sudah melek terhadap hak-hak dan kemampuan mereka, karena mungkin dalam hati para difabel itu jika disakiti juga bisa berdoa untuk masa depan kita dan keturunan kita apakah akan sepertinya.... yang tidak punya tangan, pincang, buta, tuli dan lain sebagainya....