Saturday, January 31, 2009

sesat pikir

sesat pikir sesat pikir sesat pikir sesat pikir sesat pikir negara sesat pikirManusia katanya adalah mahluk sosial, tidak bisa hidup sendiri, harus memiliki jaringan dan pertemanan, saling membantu, jujur tabah dan bersahaja, rela berkorban dan tabah (halah... pramuka), serta seabrek hal-hal lainnya yang membuat kita menjadi manusia seutuhnya baik sebagai pribadi sekaligus dengan habitat masing-masing.

Hal itu akan terasa mudah, mengasikkan, indah, berjalan apa adanya sesuai khitohnya dan membahagiakan bagi pelakunya, namun seiring perkembangan kelompok, habitat, dan hubungan antar kelompok dalam masyarakat yang memiliki watak dan ciri khas sendiri-sendiri, muncullah toleransi dan saling menghormati antar kelompok tersebut, kemudian berkembang lagi dengan hukum atau aturan-aturan yang disepakati bersama, yang pada perkembangannya rembugan itu akan diwakili oleh perwakilan-perwakilan kelompok. Sampai disini sepanjang masih menjunjung kebaikan dan kemanusiaan tidak akan pernah ada masalah yang berarti.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah keluarga dan kelompok bertambah hingga mengharuskan adanya administrasi untuk mengatur jalannya perikehidupan baik sehari-hari maupun berkala, sehingga munculah banyak sekali kesepakatan dari alat tukar hingga kesepakatan identitas-identitas bersama yang membedakan dengan kelompok-kelompok admnistrasi besar yang lainnya, dari banyak kesepakatan inilah muncul diskriminasi-diskriminasi yang seharusnya tidak perlu karena adanya perlombaan adu baik dari masing-masing kelompok untuk mendukung kejayaan nama baik yang semakin lama sebenarnya jauh artinya bagi individu-individu pelaku kehidupan.

Semuanya menjadi semakin kompleks ketika terjadi persaingan dan kompetisi antar kelompok yang semakin berkembang dan acapkali menuai korban, semuanya memiliki latar belakang dan akar-akar yang kuat plus kekuatan memori kolektif yang diturunkan terus menerus baik secara lisan maupun tulisan meskipun sedikit. Dalam hal ini pendidikan yang diselenggaran bersama dapat menjadi jembatan dalam menyusun dan mendokumentasikan perkembangan yang terjadi.

Pendidikan memberikan sumbangan besar dalam perkembangan kehidupan bersama itu, baik dalam pengembangan arsitektur kelompok maupun kemasyarakatannya dalam banyak segi, melalui pendidikan pula sebuah bangsa dapat disatukan dengan temuan-temuannya akan dalam pencarian akar kebudayaan dan lain sebagainya, namun pendidikan juga bisa menciptakan suasana kebangsaan baru berdasarkan intrik-intrik penguasa untuk menghilangkan atau memutus mata rantai kesejarahan dan budaya menurut yang diinginkannya, biasanya dinamakan indoktrinasi.

Saat sangat terasa benturan-benturan dari pendidikan ini terutama dalam masalah kebangsaan indonesia yang entah karena banyaknya orang pinter atau ngawur ditambah dengan penguasa yang selalu ingin dikatakan benar maka banyak sekali teori maupun cerita yang muncul dari hanya sekedar sorry, his story maupun history itu sendiri. Keran demokrasi maupun liberalisasi dalam pendidikan memang sudah terbuka namun masih malu-malu untuk diakui dan diimplementasikan, sekalipun dengan banyaknya versi tentang perkembangan kelompok hingga penghapusan budaya dan atau paham tertentu adalah khasanah kekayaan yang patut untuk selalu dikaji untuk memberi warna atau warning bagi budaya sesat pikir yang berkembang tidak terkendali.

Salah satu sesat pikir yang terjadi saat ini adalah mengapa ketika berpidato tentang ekonomi dan energi selalu digembar-gemborkan untuk penghematan sementara jika hemat maka akan mengurangi produktifitas, dan di lain pihak pemborosan keuangan negara untuk 2 kali pesta besar pilpres dan pileg, serta pilkada-pilkada yang jumlahnya ratusan kali, kenapa kesesatan itu harus dilakukan sementara akan lebih efisien dan mengurangi kecurangan ketika semua hal itu bisa dilakukan dalam satu hari yang sama, untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan tidak terlalu oportunis, tanpa memberi kesempatan untuk curang dengan berlompatan kian kemari, dalam kuitansi dukung mendukung yang hanya merugikan perikehidupan masyarakat sehari-hari, dan menciptakan konflik rekayasa yang samasekali tidak perlu.

Thursday, January 29, 2009

Langit tetap akan runtuh....

Goncangan sudah terasa seiring dengan naiknya cukai rokok sekaligus pengharamannya bagi anak-anak dan ibu-ibu yang hamil, terus terang saja salut dengan meleknya orang-orang tua itu dengan kepedulian kesehatan ibu dan anak-anak. Kemudian pengharaman Golput juga menjadikan saya semakin salut dan marah kepada (pinjam istilahnya grubik, yang membuat cekakaan pada komentarnya di Arisan) MU (Manchester United) Indonesia.

Kenapa salut, karena mereka adalah orang-orang yang sudah kenyang asam garam pengalaman, dan kemungkinan juga punya daya linuwih melihat beberapa tahun ke depan (jumlah rekening tabungannya... ?) bahwa ketika pemerintah tidak memiliki dukungan dari rakyat maka seiring dengan sulitnya kehidupan dikhawatirkan akan lebih cepat menjadi pemicu konflik horisontal maupun struktural di berbagai ranah dan tingkatan.

Mengapa marah, karena menghina sang Nabi dan menggunakan kata "haram" bagi sesuatu yang tidak diharamkan olehnya, meskipun dengan pertimbangan yang panjang namun mereka tidak boleh membuat hukum baru yang jelas-jelas pasti dilanggar banyak orang, betapa nanti kata "haram" itu akan menjadi sebuah lelucon dan tidak sakral sebagaimana mestinya. Dalam hal ini mereka tidak bisa membumikan ayat-ayat-Nya dengan benar, membuat marah sekaligus malu karenanya.

Pengharaman golput jika memang untuk mengantisipasi keruntuhan langit di Andunisiya ini (suka sekali dari blog xkh) seyogyanyalah dibarengi dengan pelaknatan atau kutukan kepada para politisi dan parte-parte yang busuk, tidak memiliki program jelas, tidak merakyat, tidak membumi, tidak jujur, dan membeli suara dengan iming-iming bantuan atau amplop. Bahkan jutaan tiang bendera dan baliho seakan merusak keindahan kota, yang sebenarnya juga tidak pernah ditata oleh yang seharusnya menata, tapi karena kesadaran warga yang ditekan dengan komando dari RT dan RW yang mengatasnamakan lomba atau mengaburkan obyek permasalahan dan tanggung jawab yang seharusnya bukan beban warga.

Langit tetap akan runtuh meskipun harga bahan bakar diturunkan, minyak tanah diganti dengan gas, nakhoda kapal diganti sarjana, akan ada UU kerahasiaan negara, gaji pns dinaikkan, pajak dan bunga bank diturunkan.

Langit tetap akan runtuh meskipun ribuan sarjana lulus kuliah, ratusan partai bermunculan, para bandar narkoba dan miras dipenjarakan, presiden dan kabinetnya diganti, buku sekolah dapat di download gratis dan gedung-gedung kuliah menjadi pencakar langit.

Langit tetap akan runtuh meskipun disangga dengan jutaan tiang bendera partai, dan silat lidah para ahli kotbah di mesjid-mesjid ketika jumatan menghubungkan antara politik, partai dan agama, namun tidak menghargai kenyataan kemajemukan budaya, perempuan, dan kesulitan rakyat kecil semakin mempercepat runtuhnya langit demokrasi, keamanan dan kesejahteraan andunisiya tercinta....

Tuesday, January 27, 2009

Arisan

Rangsangan keempukan dan kehangatan syahwat kekuasaan semakin menjadi, mereka menawarkan bantuan untuk mendulang suara ke pelosok-pelosok desa, sehingga masyarakat pun ereksi terangsang akan ranumnya payudara bantuan tersebut yang bisa berupa seng, genting, aspal, paving, kaos oblong, hingga amplop putih yang isinya maksimal 50 ribuan, maklum untuk rakyat kecil uang segitu sudah terasa gede padahal mungkin hanya untuk membeli rokok untuk sekedar bersosialisasi dengan tetangga sekaligus kampanye caleg yang berjasa memberikan rokok kepadanya.

Masih ditambahkan lagi betapa penting dan halalnya ereksi kekuasaan ini dengan mengharamkan untuk tidak memilih - golput -, kemudian untuk menguatkan ereksi agar tidak impoten maka diharamkanlah rokok, yang sudah sopan sekali dengan menuliskan di setiap bungkusnya bahaya-bahaya merokok. Sangat disayangkan sekali kalau para pewaris tugas-tugas nabi terjebak dalam lingkaran pertengkaran yang tidak begitu penting ini, bukankah rokok juga menyumbang trilyunan rupiah pertahun ke negeri ini, berapa orang yang dihidupi olehnya, malang nasibmu seperti para TKI yang katanya pahlawan devisa namun ketika pulang ke rumah dari perantauannya masih dipalaki.

Kepada pak RT kukatakan bahwa boleh saja kita menerima bantuan dari para pemanah rembulan itu, asal bisa dipertanggungjawabkan sekaligus pendidikan politik bagi warga yaitu dengan rapat bersama dengar pendapat mana orang yang baik dan memiliki track record yang bagus, agar kita semua tidak salah pilih dan tertipu. Usulan-usulan yang cerdas memang muncul namun sepertinya gejolak golput itu sepertinya tidak terbendung lagi meskipun sudah diharamkan," yang mengharamkan itu ngawur mas", kata banyak orang maupun di internet. "Lah emangnya yoga itu makanan apa, dulu malah ada orang yang mengkaitkan gerakan solat dengan yoga, ada bau malingsia disini, weleh gimana to iki to...?".

Suasana arisan itu malah tambah ramai dengan wacana halal haram, malah banyak sekali yang harus diharamkan malah tidak digubris seperti kelakuan para anggota dewan yang tidak berpihak pada rakyat, menghambur-hamburkan uang negara, membuat berhala tentara, hingga yang lucu adalah pengeras suara di tempat ibadah itu haram karena membuat harga tanah jadi murah, membuat tidak nyaman dan meskipun suaranya keras tapi yang datang itu-itu juga... halah...kekekekeke.....

Meskipun lembaga itu hanya berdasarkan akta notaris dan kesepakatan tanpa embel-embel keputusan pemerintah atau apa, namun berani-beraninya mengeluarkan fatwa-fatwa yang aneh bin ajaib, untungnya masih mengharamkan coba kalo mengkafirkan tentunya akan membuat lebih heboh lagi seheboh goyangan inul dulu, dan membuat mereka akan ditinggalkan umatnya. Sepertinya dengan kondisi yang penuh ereksi, nafsu kekuasaan dan semakin menguatnnya kemiskinan akan memunculkan fatwa-fatwa aneh lagi di kemudian hari. Menentukan tanggal 1 ramadhan saja geger apalagi yang lebih abstrak lainnya, opo tumon...

Monday, January 26, 2009

Kebablasan

ziarah blogger timur tengah
"Saya pikir tidak perlu sejauh itu, rokok itu makruh. Makruh itu artinya sebaiknya dihindari. Kalau difatwakan haram terlalu jauh," jelas Sallahudin Wahid
(Detik.com 22/1/2009).
Sebuah reaksi keras yang muncul dari keturunan KH. Hasyim Asyari yang saat ini menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Terlalu jauh artinya kebablasan dan jauh dari tujuan semula alias "pikiren dewe", tidak akan ditulis diposting ini.

Lembaga pewaris tugas-tugas para nabi ini sangat produktif mengeluarkan fatwa, dari haram hingga pelarangan ritual tertentu, selayaknya ditindaklanjuti dengan pembuatan label haram pada barang-barang yang diharamkan secara jelas, bukan malah memberi label pada yang halal saja, sementara yang sangat lucu sekali adalah baik halal maupun haram negara tetap melakukan cukai dan pajak sebagai penghasilan negara. Terlihat jelas kontradiksinya dan masyarakat akan memberi penilaian dengan sudut pandangnya sendiri, ironis sekali, ah... persetan dengan hal itu.

ziarah blogger timur tengahTentang kebablasan juga menjadi pengalaman ketika akan bersilaturahmi dengan rekan-rekan Ziarah Blogger Timur tengah pada 25 Januari 2009 ini, dan akhirnya harus kembali ke jalan yang benar untuk menuju ke rumah Mas Totok Genthokelir, yang ramai sekali dan sedang konferensi via YM merencanakan sesuatu untuk mengisi kekosongan dan tambahan kegiatan persahabatan Blogger istilahnya Brotherhood, mirip lagunya Dire Straits 'Brother in arms' yang lembut.

ziarah blogger timur tengahziarah blogger timur tengahGunungkelir dengan banjir bandwith-nya, plus slogan 'datang tak diundang, pulang tak diantar', terletak di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan acara penjaringan persahabatan komunitas blogger Surabaya TPC, ke komunitas blogger ngalam, blogger Warok, komunitas blogger Madiun, komunitas blogger Ngawi, komunitas blogger Bengawan, Cah Andong, Gunungkelir, kemudian pulang melalui Semarang, Pati, Gresik, untuk melakukan ziarah wali sebenarnya (kata Anang) dan pulang kembali ke Surabaya, semoga berkah sampai di rumah masing-masing.

ziarah blogger timur tengahziarah blogger timur tengahKegiatan ini sangat megesankan sekali melihat insan-insan muda yang bersemangat dan bisa ketemu mas Andi,Mse, Mantan Kyai, Gajah Pesing, Anang, Kyai Slamet, Tukang Nggunem, Genthokelir, dan semuanya maaf yang tidak disebutkan satu persatu, saking banyaknya, dan masih heran dengan YouTube yang langsung play tanpa babibu...., mending cerita pake foto aja...

ziarah blogger timur tengahziarah blogger timur tengahziarah blogger timur tengah

Thursday, January 22, 2009

Jangan ikut mabok

Obama, sangat mengagumkan dan penuh percaya diri memimpin negara paling makmur sedunia itu, menjadikan dirinya minuman yang memabukkan bagi dunia maupun rakyat amerika karena penderitaan dan ketakutan yang tidak beralasan terhadap krisis ekonomi dan memerankannya dengan sangat baik, seperti ketika mengejar-ngejar Michele Obama. Berikut salah sedikit cuplikannya....
.... That we are in the midst of crisis is now well understood. Our nation is at war, against a far-reaching network of violence and hatred. Our economy is badly weakened, a consequence of greed and irresponsibility on the part of some, but also our collective failure to make hard choices and prepare the nation for a new age. Homes have been lost; jobs shed; businesses shuttered. Our health care is too costly; our schools fail too many; and each day brings further evidence that the ways we use energy strengthen our adversaries and threaten our planet.

These are the indicators of crisis, subject to data and statistics. Less measurable but no less profound is a sapping of confidence across our land — a nagging fear that America's decline is inevitable, and that the next generation must lower its sights.

Today I say to you that the challenges we face are real. They are serious and they are many. They will not be met easily or in a short span of time. But know this, America — they will be met .....
Presiden Obama mengakui krisis yang diderita amerika berat dan kesalahan dalam penggunaan energi yang malah memperkuat musuh-musuh amerika, dan mengingatkan warganya untuk tidak terlalu berlebihan dalam mengantungkan harapannya. Pasar bebas yang tidak terkontrol terbukti menghancurkan ekonomi dalam negerinya, maka jangan kaget kalo nanti amerika akan mengurangi kuota importnya, yang berefek internasional.

Mengakui banyak agama di negerinya bahkan orang atheis pun boleh disana, dan sangat menghormati para pahlawan yang bebrapa kali disebut dalam paragraf-paragraf setelahnya. Memajukan tehnologi IT, Kedokteran, revolusi energi dan memperbaiki regulasi-regulasi di dalam negeri. Obama ingin merangkul kalangan muslim, berusaha membantu negara-negara miskin di dunia untuk bisa makmur meskipun tetap akan menghancurkan negara yang masih mengepalkan tinju kepada amerika.

Protes ataupun kekecewaan tentang gaza sangat tidak beralasan karena bagaimanapun juga secara kenegaraan amerika akan menciptakan kedamaian di timteng dengan memenangkan zionis, dari sini sebenarnya sudah jelas posisioningnya. Suryaden meramalkan bahwa orang ini meskipun lulusan harvard dan hatinya baik namun tidak akan menyelesaikan banyak permasalahan dan memuaskan banyak pihak, dia mungkin bisa mengobati sakitnya amerika namun akan memunculkan sakit yang lain di belahan dunia yang lain. Karenanya heran sekali kenapa semua tipi nasional meliput pelantikannya, dan heran keapa saya juga melihatnya, bahkan posting masalah Obama disini... apakah memang benar kalo kita sudah menjadi salah satu negara bagiannya, walah maafkan daku....

Maka kita disini haruslah juga memompa semangat bersama untuk tidak tergantung dengan dunia luar, apapun yang kita bisa buat, produksilah untuk kebutuhan dan kemakmuran kita semua. Semoga pandangan saya tidak benar dan silahkan misuh-misuh disini, akan ditampung dan diarsipkan dengan baik dan selayaknya tanpa mengurangi cinta saya kepada anda....

Merdeka dan persetan dengan Obama....

Wednesday, January 21, 2009

Korban harus seimbang

Konflik pada dasarnya adalah kebutuhan dan vitamin dalam kehidupan, bayangkan jika kita hidup adem ayem tanpa ada gejolak yang memicu adrenalin kita, saluran yang positif untuk berkonflik sebenarnya adalah semacam kompetisi dalam olehraga atau berprestasi, namun itu kadang tidak cukup karena di saat ini mungkin kita mengalami banyak sekali konflik baik dengan diri sendiri, keluarga, lingkungan maupun orang-orang di luar kita. Namun hal itu mungkin kalo ingat aka ada dalam posting yang lainnya.

Semua bentuk konflik pada dasarnya memiliki kesamaan akan adanya perbedaan kepentingan atau perbedaan tujuan (incompatibility of goals) pada para pihak yang terlibat dalam konflik, dan masing-masing pihak berusaha untuk mencapai tujuan dimaksud, namun kadang disertai dengan upaya pihak yang satu untuk menyingkirkan pihak yang lain yang dianggap menjadi penghambat baginya dalam mencapai tujuan.

Untuk berkonflik mestilah ada perencanaan dan strategi, namun kalo sudah menjadi perang yang buas dan tidak ada batasan-batasan aturan mungkin namanya sudah bukan konflik lagi, namun kejahatan yang akan menyimpan dendam yang berkelanjutan. Kemarin ada sebuah diskusi yang santai dan informal dengan mengundang seorang expertise dari maluku yang bernama Robert B. Baowollo, diskusinya panjang dan menyenangkan sekali. Salah satunya yang lucu adalah anekdot dari Papua yang membawa kita untuk memahami seluk beluk kelompok yang berkonflik untuk dapat memberikan andil perdamaian atau resolusinya seperti dibawah ini.

Sejumlah suku di Papua ‘katanya’ memiliki tradisi perang tanding antarsuku. Perang hanya berlaku dari jam tertentu sampai jam tertentu. Di luar jam perang mereka boleh duduk bersama, mengisap rokok bersama, berbagi cerita dan anekdot seolah tidak ada perang. Aturan perang pun jelas: kalau sudah jatuh korban di salah satu pihak maka perang baru akan berakhir jika sudah ada korban di pihak lawan dalam jumlah yang sama. Itulah ‘aturan-aturan’ resolusi konflik. Dalam suatu peristiwa perang antarsuku muncul persoalan baru: siapa yang bisa menjadi wasit yang netral dan bisa dipercaya untuk menghitung jumlah korban pada kedua kelompok suku yang bertikai dan mengumumkan kepada para pihak yang bertikai bahwa jumlah korban pada kedua belah pihak sudah seimbang sehingga perang bisa dinyatakan selesai?

Maka muncul sebuah usul cerdas: “Bagaimana kalau kita mendatangkan orang Eskimo dari kutub Utara untuk menjadi wasit? Orang Eskimo pasti jujur, adil, dan tidak memihak karena ia belum pernah mengenal satu pun orang Papua sebelumnya. Usul diterima, dan wasit dari Kutub Utara pun didatangkan. Namun ketika perang berlangsung, sudah banyak korban yang jatuh pada kedua belah pihak, wasit dari Eskimo masih terus bengong. Ketika para pimpinan kedua kelompok yang berperang itu datang dan mengajukan protes, wasit orang Eskimo itu dengan enteng menjawab: “Ya, maaf tuan-tuan, saya tidak bisa membedakan mana orang dari suku A dan mana orang dari suku B. Semuanya tidak pakai celana, cuma pakai selongsong labu alias koteka untuk menutup ‘burung’ mereka, dan kadang ada yang bawa tas noken. Rambut sama keriting, otot sama kekar, teriakan kalian juga sama keras, tapi saya tidak mengerti apa yang kalian teriakkan.”

Demikian ceritanya dan manfaat yang bisa dipetik adalah bahwa konflik di tingkat akar rumput berjalan dengan logikanya sendiri. Dalam kebanyakan kasus, mereka yang datang dari luar sebagai fasilitator dalam resolusi konflik juga berjalan dengan logika mereka sendiri – kebanyakan menurut textbooks atau manual resolusi konflik yang dibuat oleh para ahli atau diadopsi dari model yang dibuat menurut pengalaman di belahan bumi lain. Menjadi fasilitator resolusi konflik dalam peran seperti wasit orang Eskimo dalam contoh di atas tentu merupakan sebuah kekonyolan yang tidak perlu terjadi. Namun pesan dari anekdot tersebut adalah bahwa para fasilitator perlu mengetahui banyak hal tentang masyarakat yang sedang terlibat dalam konflik. Untuk itu dibutuhkan assessment sebagai bagian dari kegiatan conflict mapping untuk mengetahui situasi yang sebenarnya. Tanpa peta konflik seorang fasilitator resolusi akan tersesat sendiri dan bakal menjadi sasaran empuk para pihak yang berkonflik. Nah lo....

Monday, January 19, 2009

Teror

Aksi terorisme terjadi.... kabooom.., kemudian kutukan terhadap tindakan itu pasti bermunculan dari siapapun. Namun tidak lama kemudian, aksi serupa berulang kembali. Setali tiga uang, perang terhadap kejahatan kemanusiaan diserukan dengan lantangnya oleh berbagai lembaga dan negara di dunia, namun kehidupan saat ini sudah selalu dibayang-bayangi oleh aksi-aksi teror yang sama sekali tidak ramah lingkungan dan user friendly (wakaka..).

Sebagai sebuah perbuatan biadab, kita tentu memiliki kewajiban moral untuk mengutuk perbuatan onar yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan universal dan substansi ajaran-ajaran keagamaan . Namun kutukan dan pelaknatan saja tentu tidak cukup. Juga aksi-aksi frontal melawan gerakan ini jelas tidak pernah cukup, sebab teror bukanlah sebuah virus atau binatang, - seperti dalam pelajaran biologi saja, banyak tikus maka harus melepas ular di sawah-, bukan seperti itu seharusnya namun harus dikaji lebih dalam lagi secara holistik, adil dan obyektif, sebab ini melibatan manusia dengan manusia, bukan manusia dengan binatang atau virus penyakit.

Entah sengaja atau tidak, ereksi emosi dan kecurigaan kita diarahkan kepada fundamentalisme-fundamentalisme keagamaan, kesejarahan atau kedaerahan, tanpa peduli dengan apa yang pernah kita ucapkan, lakukan dan sangkakan. Hal ini semakin menjadikan penyelesaian masalah teror ini berkepanjangan dan tidak akan pernah selesai sebagaimana harapan dari otak konspirasi terorisme dunia. Serta semakin terjebak dalam apriori penyederhanaan persoalan dan segala macam fundamentalisme sebagai biang keroknya.

Mengutip dari Abd. A'la bahwa sekarang ini, pengembangan agama sebagai ideologi muncul bersamaan dengan dampak-dampak negatif yang dibawa kultur modernitas. Armstrong melalui The Battle for God: Fundamentalism in Judaism, Christianity, and Islam (2000) menjelaskan dengan telak bahwa selain memberikan kemudahan, memperluas cakrawala, dan "memberdayakan" umat manusia, kultur modern juga sering menekan harga diri umat manusia.

Pada saat yang sama, pandangan manusia yang serba rasional yang menjadikan diri mereka sebagai tolok ukur segalanya dan telah membebaskan mereka dari ketergantungan kepada Tuhan mengantarkan mereka ke dalam kerentanan moral, serta kelemahan martabat diri mereka. Dalam kondisi seperti itu, akal (modernitas) terkadang (bahkan sering) menjadi demonik dan melakukan kejahatan sebesar atau bahkan lebih besar dari kejahatan yang dilakukan kaum fundamentalis. Keangkuhan sebagian negara Barat dan sepak terjang mereka yang sering melanggar hak asasi manusia di Dunia Kedua dan Dunia Ketiga tanpa sedikit pun merasa bersalah merupakan salah satu bukti konkret dari kejahatan para pembela kultur modernitas itu.

Gerakan ekstremisme ini senyatanya nyaris terdapat pada semua agama yang saat ini hidup di dunia modern. Sebagai secuil contoh, dalam agama Yahudi terdapat kelompok Ortodoks yang dipimpin Gordon yang menekankan perlawanan terhadap modernitas. Untuk itu, kelompok ini harus "bekerja keras" dalam kehidupan dunia, di mana tempatnya hanyalah Palestina. Daerah itu dalam anggapan mereka hanya milik kaum Yahudi, dan kaum atau komunitas lain tidak boleh menduduki tempat itu. Dalam dunia Kristiani, hal seperti itu dapat dilihat dari khotbah Dwight Moody dari kelompok Konservatif yang menyatakan bahwa Kristus akan datang dengan pakaian berlumuran darah dan akan menumpahkan darah umat manusia. Sejarah Islam juga mengenal adanya kelompok-kelompok radikal semacam itu.

Tidak mengecilkan permasalahan itu bahwa negara sampai saat ini masih menteror kita dengan permasalahan-permasalah yang aneh, seperti pendataan agama dalam kartu tanda penduduk, jenis kelamin (harusnya digambar saja), status perkawinan, gurita perpajakan, dan regulasi-regulasinya yang terkesan tidak saling berpagut-pagutan yang menghasilkan efek kenikmatan bagi rakyatnya. Belum lagi goyangan dalam bidang pendidikan, telekomunikasi, transportasi dan lain sebagainya, bahkan yang saat ini sedang hangat adalah mengapa Negara kepulauan ini tidak pernah belajar berenang dan kapal-kapalnya terus menerus tenggelam.

gambar courtessy of Mexican Movement

Friday, January 16, 2009

Perempuan

Di motori gerakan nasionalisme, Indonesia tumbuh dan berkembang sebagai reaksi terhadap ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang diciptakan tatanan kolonial Belanda. Namun dari pelajaran sejarah di sekolah dan buku-buku sejarah konvensional kita tidak pernah mendapat gambaran cukup jelas tentang apa sebenarnya penjajahan itu dan bagaimana Belanda mempertahankan kekuasaannya sedemikian lama. Hanya ditampilkan dalam wacana sejarah pada umumnya adalah orang Belanda jahat, penjajah bengis dan orang pribumi kemudian melawan dalam Perang Padri, Perang Jawa, atau Perang Aceh.

Kemudian urut-urutan klasik menuju Proklamasi Kemerdekaan: pendirian Budi Utomo, Sumpah Pemuda, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan, dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Mungkin karena itulah tetralogi Buru karya Sang Begawan Pramoedya Ananta Toer menjadi jauh lebih populer sebagai sumber pengetahuan sejarah. Tetralogi memberikan pemandangan yang kaya dan bermakna tentang kehidupan sosial masyarakat tanah jajahan dan tumbuhnya rasa kebangsaan di kalangan kaum terjajah. Melalui tetralogi ini sejarah tampil sebagai riwayat, bukan sekedar kronik membosankan tentang orang, tanggal, tempat dan kejadian.

Perempuan yang ditampilkan hanyalah Tjoet Nyak Dhien, Marta Christina Tiahahu, dan lebih celaka lagi adalah Ibu Fatmawati yang menjahit bendera pusaka, serta Ibu Kartini yang digambarkan memiliki hobi kirim-kiriman surat dengan Belanda (lagi). Hal ini masih diliputi warna dari kolonialisme itu sendiri yang sangat rasis, berdasarkan kelas dan seksis. Beruntung sedikit saat ini kita pernah memiliki presiden perempuan dan menteri-menteri perempuan yang cerdas, namun itu hanyalah dipermukaan saja dan karena gerakan-gerakan perempuan yang sudah mulai eksis, namun tetep saja masih diinjak dengan "kuota 30 persen".

Segitunya kaum laki-laki menindas perempuan yang telah berlangsung ribuan tahun bahkan sejarawan feminis Gerda Lerner mempelajari wilayah Mesopotamia, peradaban urban pertama di dunia yang berlangsung pada 3000 sebelum masehi, untuk memahami asal usul patriarki. Di wilayah itulah, yang sekarang menjadi Irak, negara-negara mulai berkembang. Negara didefinisikan oleh satu aparat permanen untuk mengumpulkan pajak dan melancarkan perang. Agar negara bertahan masyarakat harus ditata secara hirarkis. Lerner berpendapat bahwa salah satu unsur kunci dalam hirarki ini adalah keluarga patriarkal.

Setiap suami, yang disebut kepala keluarga, diharapkan memimpin keluarganya seperti sebuah negara dalam negara yang lebih besar. Hukum mengakui kewenangan suami atas keluarganya sendiri. Hukum juga membangun institusi untuk memastikan subordinasi seksual perempuan. Misalnya, Hukum Hammurabi (yang pertama kali ditulis pada 1750 SM) menentukan bahwa seksualitas istri adalah hak milik suami. Jadi, kalau istri melakukan perselingkuhan ia akan dihukum mati karena ia sudah melanggar hak eksklusif suami terhadap dirinya. Tetapi para suami bebas untuk melakukan hubungan-hubungan di luar nikah sesuka hatinya dengan perempuan yang belum menikah.

Nah loh, sejarah kita juga mencatat pemberangusan gerakan perempuan yang bergerak maju dengan bingkai "Penumpasan Komunis", yang di buat menjadi sangat ngeri dimana dikabarkan para cewek bahenol itu menyilet-nyilet kemaluan para petinggi militer yang menjadikan kemarahan yang sangat membabi buta dan meninggalkan kepedihan bangsa yang luar biasa.

Akankah kita menyadari betapa perempuan selalu menjadi korban dalam setiap pentas kekerasan, perebutan kekuasaan maupun di dalam rumah tangga. Akankah kemenangan-kemenangan gerakan perempuan saat ini dalam pengesahan UU KDRT, UU Kewarganegaraan dan kuota 30 persen akan berhadapan dengan gerakan fundamental keagamaan yang keblinger dalam bingkai "Kekuasaan laki-laki" yang selalu ereksi melihat perempuan sebagai ajang pertempuran dan pasti dapat dikalahkan.

Wednesday, January 14, 2009

AWARD dari Atca-Griyaunik


Agar tidak kelupaan mending langsung ngerjain PeeR ini, dari mbak Atca - Griyaunik, sebelumnya dengan ini saya mengucapkan terimakasih karena bisa-bisanya saya dapet ini, kemudian ocehan sahutannya semoga berkenan dan bisa membuat gila bagi membacanya, pertama tama saya ngeblog sebenarnya sudah lama sekali, tapi hanya untuk konsumsi pribadi dan catatan yang nggak bermutu lainnya, dan tentunya berasal dari berbagai sumber yang kucaba kemudian disaring dengan otak dan kegilaan yang sudah bawaan sejak bayi untuk kemudian tumpah dalam tulisan carut marut tanpa sopan santun yang jelas, sudah bosen sebenarnya dengan tulisan sopan yang bercelana necis, pake jas, pake kopiah tapi efeknya menghancurkan dan mengajak orang menjadi tidak waras dan silau dengan kebohongan yang menjerat.

Suryaden adalah sebuah nama wilayah di kawasan jalan bantul jogja, tepatnya kira-kira 400 meter jokteng kulon ngidul bablas, dipergunakan secara semena-mena oleh seorang bernama antok yang berdomisili di situ, pada sekitar bulan juni tahun 2008, untuk masturbasi pikiran, agar lebih segar daripada onani beneran yang menyebabkan sakit berlanjut, dan tidak membuat orang lain senang karena mengkonsumsi kenikmatan sendirian. Dalam blogging kesulitannya adalah bagaimana onani yang dilakukan tidak menyesatkan pembaca dan teman-teman yang suka ajojing blog, maupun orang lain yang memiliki bakat mengintip blog tanpa meninggalkan jejak makian ataupun sharing pengetahuannya.

Bahasan topik seputar kehidupan, lingkungan masyarakat adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai ereksi kebanggaan atas perjalanan kehidupan, sharing, caci maki dan pisuhan yang saya harap konstruktip bagi diri sendiri ataupun perilaku ketidakadilan dalam bungkusan indah. Templit ini digunakan karena tidak kebanyakan image, mudah dikonsumsi dan enak rasanya, setelah blog ini jadi saya langsung bikin kopi, menyulut jisamsu kesukaan saya kemudian langsung onani dengan baik dan benar sesuai petunjuk dokter agar tidak menyebabkan kantuk yang merugikan negara sehingga beberapa kali pemimpin kita itu marah-marah karena audiensnya ngantuk.

Untuk selanjutnya dengan tidak mengantuk saya memberikan AWARD ini kepada, sokabat-sokabat baru saya:
  1. Piter Sianipar,
  2. Agustin Wilujeng,
  3. Nyante aza lae,
  4. itempoeti,
  5. mata hati,
  6. the room,
  7. Gambar kebo,
  8. Jalan hidup,
  9. sebizaku,
  10. Nirmana.
Silahkan posting dengan AWARD kalian, dengan pertanyaan yang harus di jawab sebagai berikut:
1. Dari Mana Blog Kalian berasal?
2. Kapan dilahirkan blog kalian?
3. Kesulitan apa saja yang ada saat membuat blog kalian?
4. Mengapa membahas topik yang kalian bahas sekarang?
5. Kenapa tampilan blog kalian menggunakan template itu?
6. Apa yang pertama kalian lakukan saat blog kalian baru jadi?

Kemudian bagilah kepada rekan-rekanmu sebanyak-banyaknya, yang menurutmu harus diberi AWARD dan PR ini, thanks sobat.

Selesai tidak selesai dikumpulkan....

Sunday, January 11, 2009

PRaWARd dari Indonesia Crying

PR, Award sekaligus gempa

Saya sangatlah kebingungan dengan pekerjaan kayak gini, karena setiap ulang tahun selalu persetan, maklum orang jawa tulen, gak ada ulang tahun yang ada ulang hari... huahaha... jadi pada saat kita lahir namanya weton dan diperingati setiap 35 hari sekali, weton ini melibatkan hari (ahad sampe sabtu) dan pasaran (pahing, pon, wage, kliwon, legi) berlaku juga untuk peringatan hari kematian dinamakan Geblak. Hal ini sangat berhubungan sekali dengan hari naas tiap-tiap orang (kepercayaan jawa loh, nggak percaya tidak dilarang...), karena pada hari-hari itu saudara pendamping 'empat kembar, aluamah, sufiyah, amarah, mutmainah' mendapatkan cuti liburan. Walah malah ngoceh ngalor ngidul gak karuan juntrungnya....

Lanjut ke 'make a wish' yang dilakukan tiap hari, kadang malah sehari lima kali sehabis fardhu, kalo ada waktu senggang.... adalah (ini agak jujur, tidak semuanya ditulis, gak cukup...wakakaa):
  1. lindungi,
  2. berkahi,
  3. sejahterakan,
  4. rukunkan,
  5. tabahkan,
  6. kuatkan,
  7. sadarkan,
  8. menangkan,
  9. selamatkan,
  10. jauhkan dari fitnah,
  11. jauhkan dosa kekejian, kemungkaran, kealpaan, bagi,
  12. seluruh mukminin dan mukminat, saudara-saudaraku, teman-temanku, guru-guruku, dan keluargaku,
  13. jagalah para washi, waliy-Mu, dan ikutkan aku padanya...
  14. pertemukan aku dengan ramadhan dan lailatul qodar tahun depan,
  15. kabulkanlah semua keingingan, harapan, maksud dan doaku.
Demikianlah wishlistku setiap hari bahkan persetan ulangtahun apa tidak, tanggal berapa, hari apa, jam berapa... semoga ini memuaskan harapan dari episentrum 1 dan episentrum 2, yang membuat suryaden gonjang-ganjing menggelinjang seperti iklan k**d*m di tipi, yang bikin bingung anak di bawah umur..., beruntunglah mereka yang memahami arti orgasme, masturbasi, libido, dan hak seksual.

Juga yang bisa menggambari oreo (tanggooong jawaaab!!!), soto sop, templit, benci kopi, provider kopi kental, ngreview, nyuwung, nyeenthings, ngrasani israel, mendidik anak, badanya gede, saya berharap untuk 'stick to your guns' , 'no ads no money', 'no honey menyamun', 'nje rooms di kamars mirip kebo', 'nangkep kupu kecipratan setetes air', 'juwalan tas', 'pasangan bahagia berjiwa muda', 'bermetamorfosa', 'bersubagya', 'satria pedang kalah achilles', 'bisa-bisa aja', 'nggunemi G-spot', 'pak eRTe' dan semuanya maaf yang ketinggalan ... pegel tenan...

Untuk nRa Catatan kecil, garapan PR mu di awas wabah gila, PRpr yang menjadi tanggungan semoga bisa diterima apa adanya, saya tidak akan meneruskan gempa ini kemana-mana, karena masih troma irama gempa dan semprotan merapi tanpa pengaman.... kecuali yang berhasrat .... dipersilahkan...juga untuk mendukung Busby SEO Test, dukung blogger Indonesia...

star of devil

Sudah setengah bulan Israel memeluk dan mencumbui dewi kekerasan, sangat mesra namun menjijikan sekali dengan cipratan-cipratan ejakulasi yang mematikan ratusan warga gaza, wuih .. prek .. cuh.., perang gila tanpa tedeng aling-aling membunuh warga tak bersalah. Terpikir juga kenapa orang Yahudi yang biasanya kikir, ngirit, pelit, itu kok rela mengeluarkan uang untuk membom gaza, tentunya ada perawan dewi kekerasan yang lain di balik selimut nih...

Tapi itu mimpi, karena para tetangga sudah mulai tidak mendukungnya, demonstrasi-demonstrasi di dunia yang membakar bendera 'star of devil' dan ini akan membuat ketakutan tersendiri, hamas hanya akan terluka dan bangkit lagi sementara jika hezbollah ikut-ikutan apalagi bung Ahmadinejad turun tangan walah bisa modar secepatnya tuh Yahudi..., endingnya cuman merengek-rengek minta gencatan senjata....kobis...

Padahal serangan biadab memang hanya sebuah ereksi kekuasaan dari punggawa-punggawa ngacengan Israel yang akan maju di pencoblosan perawan kekuasaan bulan februari depan, betapa hancurnya otak-otak para politikus itu. Semoga para politikus yang sudah ereksi kekuasaan di sini tidak sebegitu teganya seperti mereka, namun jika kita cermati juga andaikata para politikus disini memang sekaya orang-orang sono pastilah konflik-konflik pasca pilkada yang ada akan sangat rame dengan serangan roket dan lain sebagainya, naudzubillah.... semoga saja mereka tetap melarat semiskin-miskinnya..., amin.

Terkait dengan itu rupanya bangsa ini juga mengalami serangan luar dalam, dari para ereksi calon penguasa yang sudah ngomong aneh-aneh, saling jerat, hingga menganggap dirinya sebagai oreo kesukaan lembaga survei. Lebih diperparah dengan hadangan gejala krisis ekonomi lokal, dan bencana yang mengintai setiap saat..., marilah saling berbagi informasi untuk mengantisipasinya meskipun hanya kita lakukan untuk diri kita sendiri....

Meskipun untuk diri sendiri adalah hal paling mikro, namun merupakan sesuatu yang besar karena ketangguhan bangsa ini tidak luput dari peran pribadi masing-masing individu dalam tanda kutip rakyat yang masih memiliki kemampuan dan kewarasan berpikir.... untuk menghindari dan melawan 'star of devil' di sini, jika bukan diri kita sendiri yang memulainya siapa lagi.

Gambar :
Courtessy of DevianArt

Friday, January 9, 2009

tidak100 persen mulus

Untuk yang kedua kalinya aku mendapat kesempatan menjemput Sang Begawan untuk memberikan pemikirannya dalam bentuk kata-kata baik kepada lawannya atau para sohibnya yang kebanyakan adalah anak muda yang haus akan pluralisme maupun tentang akar-akar kebangsaan di negeri antah berantah ini.

Sang Begawan yang memukau ketika berada di dalam forum ini, memiliki banyak sekali penggemar dan penganut sehingga meskipun sudah janjian bisa jadi akan keduluan orang lain yang juga mengincarnya. Pengalaman pertama, dulu ketika akan mempertemukan Sang Begawan ini dengan Begawan lainnya berjuluk Pramoedya Ananta Toer, sangat lucu dan menggemaskan sekali.

Bandara Adisucipto sebagai lokasi interseksi penjemputan sudah kami kepung agar Sang Begawan ini tidak lolos dari genggaman, namun apa lacur, ternyata gerombolan sipil ini tetep saja kalah dengan rombongan yang empunya bandara, sehingga selama beberapa jam kami termangu-mangu kenapa kok bisa ilang begitu cepat...ternyata salah satu petinggi di jawatan seragam biru itu memerlukan kepandaian beliau untuk menikahkan anaknya.

Tidak berapa lama kami sudah bersamanya di rumah putri Sang Begawan, ternyata beliau ini sangat kangen dengan cucu pertamanya. Keadaan sudah tenang dan beliau mau segera berangkat ke Bulaksumur untuk bergabung dengan Pram, walah ...di jalan Sang Begawan mengubah arah ke Kaliurang untuk beli pecel (padahal di Kaliurang lebih kondang jadah tempenya ...), sementara acara sudah dimulai... rasa putus asa dan adrenalin semakin campur aduk di kepala para bandit ini, namun kami berpikir positif bahwa Sang Begawan memiliki maksud baik dan positif.

Hingga akhirnya pecel kami dapatkan di sebelah utara kampus, untuk kemudian kami haturkan sebelum memasuki arena pertempurannya dengan Gus Pram (kata Gus Sang Begawan), dan benar ...ketika Sang Begawan masuk arena, semua tatanan dan formalitas yang sudah ditata dan disiapkan langsung acak-acakan dan semrawut seperti rambut dan sprei dua sejoli mabuk viagra.

Semua sorot mata tertuju kepadanya, memang betul juga kalo Sang Begawan ini sudah datang maka akan membuat jalannya acara menjadi lain. Nah... pada kali kedua ini, aku sudah pengalaman, sehingga begitu turun dari pesawat harus segera di pegang agar tidak kemana-mana, meskipun begitu masih juga keduluan seorang Gus lain, untung bisa diatasi, namun tetep aja minta untuk didampinginya ke acara, dan alhamdulillah berjalan lancar hingga selesai sesuai pesan yang diberikannya dengan tambahan yang lebih banyak lagi.

Humornya ketika ngobrol pas penjemputan, Sang Begawan menceritakan kenapa orang harus memanjatkan doa, sambil menahan tawa dia menjawabnya "karena doa tidak bisa memanjat!" kemudian ketawa lebar .... dan tertegun ketika saya seloroh "...memanjat selesai!", sambil deg-degan, namun kemudian untungnya dia ketawa juga.... huahahahaha....

Monday, January 5, 2009

Star of David jadi swastika

Gaza Strip selalu menjadi ajang pembantaian oleh Israel, entah karena mereka mengidolakan kehebatan Adolf Hitler dengan swastikanya atau saking bencinya sehingga malah meng - copy paste - genocide yang dilakukan kepadanya, memang sebagai korban akan sangat paham betul dan mempelajarinya.

Tidak hanya melakukan rencana penghilangan ras dalam pembunuhan massalnya dengan bonus lahan untuk mereka tempati nantinya, namun juga sarana uji coba strategi perang yang setiap saat diperbaharui, hal ini harus diantisipasi Hamas sebagai sparring partner-nya yang selalu memakai strategi "perisai manusia" sehingga banyak korban warga sipil yang tidak bersenjata, hingga saat ini dalam perang kota milisi Palestina masih menjadi lawan yang tangguh bagi Israel, yang untuk melancarkan misinya agar tidak ditilang polisi sudah membombardir puluhan kantor polisi (mungkin karena dendam pribadi, pernah kena tilang ketika jalan-jalan sama pacarnya tidak pake pengaman di sana).

Sponsor Israel memang gila-gilaan, berbagai senjata baru sudah diperlihatkan saat ini, bakan pesawat-pesawatnya menggunakan bom klaster (Cluster Bomb), depleted uranium dan white phosporus di bagian utara Gaza Strip (mosok di translate ke Bahasa Indonesia jadi Jalur Gaza,...blas beda artinya) yang merupakan senjata nuklir, dulu pernah digunakan ketika menyerang Baghdad Irak dengan letusan menyebabkan kerusakan yang berlipat ganda dan sinar yang sangat menyilaukan mata, hal ini diketahui oleh para responden CNN (yang terhormat) dan dokter rumah sakit yang menemukan tanda-tanda uranium pada tubuh pasiennya.

Serangan dari udara sangat membabi buta dan terstruktur sekali seperti kalo kita main games, bangunan-bangunan penting yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan amunisi Hamas, markas-markas, bahkan rumah sakit tidak luput dari incaran dalam membuat gaduhnya pentas perang ini, pamer kekuatan dan senjata baru ini tentunya membutuhkan biaya besar, saya curiga bahwa duit yang digunakan untuk perang ada kaitannya dengan penipuan Bernie Maddoff yang juga orang Yahudi juga Lehman Brothers yang dilihat dari namanya jelas-jelas orang dari sana juga, dengan mangsa orang-orang Asia, orang Islam yang kaya dan tidak tahu dimana menyimpan uang lagi karena saking kayanya.

Atau untuk menutup kerugian dan kemaluannya karena para ahli ekonominya yang dodol, penipu, merugikan dan menciptakan krisis global maka mereka membuat ulah sekaligus iklan senjata nuklir baru yang canggih dan mematikan, untuk mengembalikan perekonomiannya dengan jualan senjata, yang jelas Front ... apa itu (ah lupa) nggak akan jadi konsumennya (lha... wong senjatanya pedang dan bambu, saking malunya sampai memakai penutup muka...).

Sebagai indikator perang bulan ini adalah Zionis Israel akan mendelete Hamas dari muka bumi karena selalu menyerang wilayahnya dengan roket yang meskipun kecil dan tidak mengakibatkan rusak parah namun membuat orang-orang tua, polisi, pengusaha dan anak muda yang bercinta sembunyi-sembunyi sering kaget dan ejakulasi prematur, beda dengan para pemimpin Hamas (Alm. Rayyan) meskipun di serang tetap di rumah bersama keempat istrinya dan duabelas anaknya yang gugur dirumahnya karena mereka percaya dan yakin dengan Tuhannya. Jika bulan depan masih ada roket dari Palestina atau Hamas yang masih mengarah ke Israel, saya menyatakan dengan jelas bahwa Hamas Palestina menang perang.

Media juga tidak adil karena tidak mengekspose suasana dan serangan yang membabibuta ini, kondisi dan stamina warga sangatlah terbatas apalagi segala macam bantuan dari kelompok-kelompoj Humanitarian Internasional sangat sulit datang kesana, meskipun Otoritas Israel berjanji untuk tidak mengganggu kesejahteraan warga sipil, sementara para pemimpin dunia hanya bisa melongo, dan takut kalo negaranya dijatuhi bom-bom model baru yang sedang dipamerkan, .....kasihan betul Palestina.

Semoga meskipun diatas kertas warga Gaza Strip ini tidak memiliki dan mampu menandingi kekuatan senjata Zionis, namun meskipun tidak pernah diliput berita para pasukan Allah SWT pasti melindungi dengan cara-Nya, semoga.

Gambar bendera di buat oleh:
http://www.patrialatina.com.br/editorias.php?%20idprog=15c00b5250ddedaabc203b67f8b034fd&cod=2948

tepatnya pada :
http://www.patrialatina.com.br/fotos/03-01-2009_15_03_00_.jpg

Friday, January 2, 2009

Dewi Kekerasan Hamil Muda

Cumbuan-cumbuan mesra telah sedikit demi sedikit berkurang, burisrowo lebih suka menonton situs-situs porno, blue film ataupun film-film pendek amatir hasil upload para candid yang semakin lama semakin banyak, untuk dapat segera ereksi dan menuntaskan proses selanjutnya secara instan tanpa bumbu-bumbu cinta yang semakin lama semakin asing didengar.

Juga berlaku bagi para pecinta dunia yang dulu selalu bercumbu dengan investasi yang menghasilkan return untuk menumpuk kekayaanya, dengan meninggalkan penderitaan yang luar biasa sambil menunggu waktu dewi konjungsi ekonomi kembali ke peraduannya untuk dapat dicumbu dan diperkosa beramai-ramai.

Mereka tidak sadar kalo hasil persetubuhan tersebut menghasilkan kehamilan, sebuah hasil dari kemaksiatan massal. Kelahiran-kelahiran anak malang dari persetubuhan-persetubuhan nekat itu antara lain adalah terorisme, kemiskinan, bencana alam, ham, pendidikan, perang dan yang terseksi adalah global warming. Sedang anak yang beruntung adalah tehnologi, informasi, pariwisata, perdagangan, pajak, militer, seks, kucing garong dan konspirasi.

Seiring berjalannya waktu gaya bercumbu dituntut untuk variatif, juga pasangannya. Berhubung dewi ekonomi sedang menstruasi untuk beberapa saat, maka saatnya dewi kekerasan akan dirayu dan dinaikkan ke panggung untuk dinikmati bersama. Seperti biasa panggung dewi ini lebih meriah di Timur Tengah dengan lakon Israel dan Palestina. Keseksian dan lekuk tubuhnya sudah menarik para pencumbunya yang sudah ereksi dan berebut untuk naik ke panggungnya.

Dalih apapun bagi yang masih sabar dan waspada tidak akan terangsang dengan rayuan dewi kekerasan tersebut, sebab sudah terbayang jelas betapapun beruntungnya anak yang dilahirkan oleh dewi kekerasan yang sudah diperawani oleh bajingan konspirasi global.