Wednesday, December 2, 2009

menunggu adonan

Semua dari kita mafhum bahwa adonan cinta dalam hati dan rahsa terpadu dengan logika dengan berjuta rasa takut, takut tentang apapun namun bukan berarti cinta adalah rasa takut dan suka saja, masih ada ragam adonan dan warna ajaib yang selalu saja membuat mata hingga syaraf-syaraf yang terkait menjadi berbinar laksana ledakan nuklir yang sebenarnya indah namun menakutkan karena mematikan.

Adonan itupun kadang menyembul kesana kemari mencari ruang dan waktu untuk sekedar menunjukkan eksistensinya maupun mewarnai apapun yang disukai, semuanya tidak akan pernah berkurang, tumbuh dan tumbuh apabila kanker itupun bernama cinta maka sukalah orang yang mengidapnya. Diapun bisa memiliki warna terang maupun gelap sebagaimana apa yang kadang kita rasa, ada duka hingga gembira yang semuanya bersatu dalam adonan bernama aneh yang sangat dipuja banyak insan.

Bagaimanapun waktu juga yang akan berbicara dan memutuskan, bukan siapa-siapa, kenikmatan terasa penderitaan itupun pastilah akan selesai tanpa pernah menyisakan sesuatu yang memang tidak akan pernah tersisa. Dihatimu yang memiliki adonan itupun memerlukan eksistensi untuk dapat kau selesaikan dengan tuntas, hanya menunggu yang bisa diperbuat, berat dan dalam mana adonan itu merasuk dalam suksma dan raga, meski jarak jasmaniah tak bisa menipu bahwa keterdekatan jasmaniah dapat mengalahkan keberadaan adonan ruhaniyah yang pada saatnya ketika tiba akan meledak dan meluluh lantakan semua keterdekatan jasmaniah sebagaimanapun kau masak adonan itu hingga menjadi warna dan jeratan-jeratan siksa karena pengingkaran di awal pertemuan.

So mau apa lagi selain menjadi saksi, penonton sekaligus peraga dari ejawantah adonan tersebut, just i'll be waiting.