Saturday, October 17, 2009

why worry


Bagi para cerdik cendekia yang tidak menerima telpon dan panggilan dari pak SBY jangan putus asa atau kemudian bunuh diri karena tidak menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2. Bukankah untuk mengabdikan diri dan menyumbang pemikiran dan karya nyata bagi kebangsaan tidak harus melalui poyek-proyek mercusuar, yang tinggi di awang-awang sehingga lupa kadang kepada kekuatan bangsa sendiri utamanya warga di daerah-daerah Indonesia bagian Tertinggal jauh dari tehnologi maupun informasi apalagi untuk perkembangan ekonominya.

Agak pesimis memang dengan komposisi yang ada, sepertinya tawar-tawara politik masih menjadi hidangan enak yang tersaji dan disuguhkan dalam kabinet ini, tidak mendengar ataupun belajar akan lompatan yang lebih jauh menuju demokratisasi dan praktik yang memiliki road map yang hanya dan hanya untuk kemajuan negara, terbersit langsung ketika melihat komposisi yang sangat safe dan menuju kekuasaan berkelanjutan. Tanpa banyak diskusi memang sudah terkenal dengan kebrilianan tim penggodoknya, sangat percaya diri dan seakan tidak akan ada gejolak atau apa yang perlu untuk dikhawatirkan.

Rakyat kecil dan tak pernah terdengar suara atau batang hidungnya seperti para pejuang masyarakat sipil yang semakin disudutkan dengan pengkriminalan pendapat dan aksi-aksinya di masa ini mungkin hanya bisa melongo, tidak bisa berbuat banyak, terlalu banyak jerat kehidupan dan aktivitas yang makin ruwet, berbahaya dan harus menghadapi sebuah batu raksasa yang setiap saat bisa menggelundung menimpanya, tanpa ampun dan sesal, apalagi dengan permainan informasi tehnologi dan pengalihan-pengalihan pandangan mata atas suatu objek yang makin saja canggih dan halus. Namun bagaimanapun sebagai individu-individu tangguh, yang memiliki pengalaman kolektif telah terjajah selama ratusan tahun, bencana alam, bencana ekonomi, bencana politik maupun banjir tragedi kehidupan.

Asam garam ini akan selalu memperkaya perspektif dan kekuatan mental menghadapi semuanya dengan senyum, seperti kekaguman masyarakat dunia kepada bangsa ini, betapa remuknya kondisi dan peristiwa berat yang dihadapi namun masih selalu bisa tersenyum, entah apa.. kitapun nggak akan pernah sadar, meski sudah terjerumus ke dalam lubang-lubang kekalahan yang kita gali bersama, untuk selamanya hanya bisa menunggu dalam ruang--ruang kekalahan yang maha luas, dan malah kadang dianggap sebagai singgasana kemenangan.

So mari ikhlaskan senyum kita demi dunia yang semakin kejam dan makin saja kejam...



Why Worry
Dire Straits

Baby I see this world has made you sad
Some people can be bad
The things they do, the things they say

But baby I'll wipe away those bitter tears
I'll chase away those restless fears
That turn your blue skies into grey

Why worry, there should be laughter after the pain
There should be sunshine after rain
These things have always been the same
So why worry now

Baby when I get down I turn to you
And you make sense of what I do
I know it isn't hard to say

But baby just when this world seems mean and cold
Our love comes shining red and gold
And all the rest is by the way

Why worry, there should be laughter after pain
There should be sunshine after rain
These things have always been the same

So why worry now