Sunday, October 4, 2009

hey you


Bukan kebetulan ketika tuhan menciptakan aku dan kamu tinggal di negeri yang makmur pada permukaannya. Bahkan ketika semuanya mengajukan diri dalam kepribadian yang sangat moralistis dalam balutan-balutan kedigdayaan sejata dan seragam yang cukup lama membuat jutaan warga tak berdosa trauma, takut bahkan memusuhinya. Itulah permukaan wajah negeri penuh kemakmuran dalam balutan kenikmatan yang memabukkan. "Rings of Fire" kata orang sono yang pinter dalam melihat kedalaman tanah negeri ini, cukup mengerikan sekali betapa di permukaan yang penuh dengan suasana yang nantinya akan ricuh ini di kedalaman pun ada ancaman bukan main yang juga dengan hitungan detik mampu membuat sebuah kota yang dekat dengan israel di sana.

44 tahun yang lalu pun ada kemarahan di permukaan negeri ini yang juga meluluhlantakkan persendian kebangsaan, dengan menyisakan keperihan yang dalam meski banyak pula yang bisa mengambil manfaatnya hingga didengung-dengungkan hingga sekarang, seperti spanduk pesanan yang muncul periodik itu. Angka 4 menurut orang Jepang atau mungkin bangsa lain menunjukkan arti kematian, begitupun saat ini mungkinkah ada hubungannya dengan peristiwa 44 tahun yang lalu, ah saya meracau tentunya..., sudah barang tentu tidak ada hubungannya lha gempa yang ada di jambi atau samoa pun ternyata tidak ada hubungannya dengan gempa di sumbar, entah bagaimana cara memisahkannya wong buminya aja satu dan dengan tanah dan air laut bahkan udara yang sama.

Manusia di dunia saat sekarang memang harus saling memahami dan tolong menolong dalam arti yang sesungguhnya, belajar dari perbedaan-perbedaan pandangan dan pemikiran yang pastinya ada untuk saling memperkaya, bukan untuk saling menjatuhkan seperti kampanye calon partai gurem namun memiliki dua stasiun tivi raksasa itu, sangat tidak jelas kepentingan apa yang akan diambilnya ketika bisa menguasai sebuah partai yang memang semakin mengecil saja penggemarnya. Praktek-praktek pelupaan kepentingan warga memang sudah jengah untuk di tuliskan.

Bukan hal keren memang ketika harus ingat dan waspada akan bahaya di permukaan maupun darii bawah maupun dari atas lingkungan hidup kita, dimana udara sudah dipenuhi virus yang setiap tahunnya ada yang baru, luapan kemarahan bumi sang penyangga kehidupan dengan air dan api muntahan dari dalam yang selalu saja dengan ijin penguasa alam menunaikan misinya untuk mengingatkan penghuninya. Semoga saja orang-orang dengan dasi, jas, maupun batik serta fasilitas dari hasil utang atau pajak kita itu bisa menyadari dan legowo dalam mengambil kebijakan, sehingga tidak perlu khawatir akan luapan api dari kemanusiaan. Semoga saja kepandaian mereka tidak untuk sekedar mengakali aturan yang dibuatnya sendiri pula.

Pink Floyd - Hey You


Hey You
Pink Floyd (Waters) 4:39

Hey you, out there in the cold
Getting lonely, getting old
Can you feel me?
Hey you, standing in the aisles
With itchy feet and fading smiles
Can you feel me?
Hey you, dont help them to bury the light
Don't give in without a fight.

Hey you, out there on your own
Sitting naked by the phone
Would you touch me?
Hey you, with you ear against the wall
Waiting for someone to call out
Would you touch me?
Hey you, would you help me to carry the stone?
Open your heart, I'm coming home.

But it was only fantasy.
The wall was too high,
As you can see.
No matter how he tried,
He could not break free.
And the worms ate into his brain.

Hey you, standing in the road
always doing what you're told,
Can you help me?
Hey you, out there beyond the wall,
Breaking bottles in the hall,
Can you help me?
Hey you, don't tell me there's no hope at all
Together we stand, divided we fall.