Monday, October 19, 2009

bridge over troubled water


Apa guna persahabatan ketika tak ada rasa saling menghargai, juga apa guna bercinta ketika pada akhirnya hanya akan saling menyakiti. Bukankah cinta dan persahabatan hampir serupa tapi tak sama, namun keduanya bahkan permusuhan diciptakan dengan konstruksi yang hampir sama hanya bertentangan antara positif dan negatif. Apapun pemaknaan yang bisa kau sebutkan semuanya hanya akan terjadi ketika ada tautan dan taut balik antar pelakunya. Ketika salah satu syarat tersebut tiada maka tak akan pernah terjadi kecuali hanya sekedar keinginan tanpa taut balik dan harus disadari tanpa harus membuat kecewa hati dan pikiran sehingga mempengaruhi kesadaran diri yang belum ditemukan juga dimana tempatnya apakah di otak kanan, otak kiri, kuadran mana.. hah para ahli itupun masih mencari dan mencari... dimana letak kesadaran bahkan mungkin ...jati diri...

Kesadaran untuk mencintai, kesadaran untuk dicintai barangkali dua hal yang tidak jauh jaraknya, memang harus dilengkapi dengan hal-hal tehnis yang diluar kesadaran tersebut, unconsiousnes kata Freud, bahwa semuaya harus didukung dengan tindakan untuk memenuhi persyaratan terjadinya kesadaran tersebut,... mencintai secara sadar, dicintai secara sadar, akan meunmbuhkan suatu perasaan dan warna-warna pelangi yang lebih dalam lagi menjadi suatu sensasi yang membuat beberapa bagian dalam otak berbinar, namun apakah itu hanya berada di otak, bukankah perasaan juga memainkan sesuatu dalam teater kesadaran dicintai dan mencintai tersebut.

Sadarkah kita ketika berinteraksi dengan bumi yang kita cintai dengan menanami tanaman dan pohon-pohon yang indah maka bumi akan membalasnya dengan pemandangan hijau dan warna-warni keindahan serta kesejaheraan bahkan dengan memberikan suasana hati maupun cuaca yang sangat bersahabat, lain lagi ketika bumi kita ajak bicara dengan doa-doa indah untuk membuatnya nyaman dan selalu arif ditemani para sahabat yang mencintai tuhan dan nabinya, bumi akan menjawab dengan getaran-getaran indah dan tidak merusak, lain halnya lagi kteika bumi diperlakukan sewenang-wenang dengan di keruk dan dilobangi hingga diambil madunya dengan angkara hanya untuk dijadikan uang-uang digital nggak karuan bentuknya, bumi juga bisa menjawab dengan kemarahan dan rasa tak terima yang dahsyat, bukan hanya bergetar, diapun bisa mengeluar tetes airmata kesedihan yang tentu saja tak peduli siapa yang ada di bawah pelupuk matanya... hmm dialektika interaksi memang seusatu yang sangat menarik untuk mencari akar permasalahan kehidupan.

Interaksi interpersonal dalam menumbuhkan bahkan dalam melaksanakan cinta secara sadar haruslah bisa dilakukan sebagai dasar dalam sebuah hubungan, bukan berarti harus putus asa ketika tidak jadi dalam tanda kutip berpisah untuk selamanya, bagaimanapun meski perangkat cinta itu gagal untuk diinstalkan namun beberapa tautan tetaplah menjadikan sesuatu yang kadang secara nakal disebut sebagai tali silaturahmi, bahwa itu adalah bekas-bekas paku dan hanya bekas bor untuk memasang tali-tali cinta, tak merugikan dan akan sembuh dengan sendirinya seiring pencarian cinta selanjutnya.

Bangkitlah, bahwa dia tak akan memberikan ujian sebagaimana tidak akan tidak kau akan bisa menyelesaikan, menanggung dan sebatas kemampuanmu, kata takhayul itu, pedas memang karena ketidak tahuan ini, dan bagaimanapun bahwa kehidupan ini sudah dimiliki oleh jajaran-jaran keluarga tertentu tanpa cinta hanya atas nama kepentingan dan entah kekuasaan dalam maksud apa, sebagaimana enam ratus enam puluh enam perintah setan yang mereka jalankan. Bukankah pastinya bahwa semuanya akan di selesaikan sementara, menjadi sesuatu era penuh keemasan, keemasan menuju akhir dunia, akhir yang benar-benar akhir, ah terlalu jauh memang, bukankah cinta itu hanya akan berada sejauh mata dan nafas ini bisa mengoperasikan tugasnya, dan degup sekar pisang untuk memompa cinta dalam jalan-jalan darah di tubuh. Hmm.. jangan berpikir terlalu jauh dan dalam... milikilah cinta dan rindumu hari ini, entah besok entah kapan,... bahwa kesadaran sepersekian detik akan selalu terkenang dalam degup sekar pisang untuk mengalir ke seluruh tubuh selamanya, sambil menunggu nabi baru yang harus menyelesaikan kerajaan dunia yang keblasuk ini, bukan karena materi maupun ideologisme, namun sesuaty yang lebih dahsyat dari itu.



bridge over troubled water
Simon and Garfunkel

When you're weary, feeling small,
When tears are in your eyes, I will dry them all
I'm on your side. when times get rough
And friends just cant be found,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

When you're down and out,
When you're on the street,
When evening falls so hard
I will comfort you.
I'll take your part.
When darkness comes
And pains is all around,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

Sail on silvergirl,
Sail on by.
Your time has come to shine.
All your dreams are on their way.
See how they shine.
If you need a friend
I'm sailing right behind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.