Friday, September 4, 2009

beribadah yok

Gempa itu berasal dari wilayah Tasikmalaya, berkekuatan 7.3 SR, tidak tahu betapa hebatnya guncangan di wilayah Jawa Barat. Sebab pada saat tersebut di suryaden terasa lama juga guncangan ke kiri dan ke kanan, cukup membuat pening kepala dan sejenak berpikir ini karena lapar puasa kemudian pusing atau lemahnya badan yang mengakibatkan organ keseimbangan agak lunglai. Namun begitu melihat kenyataan bahwa monitor lcd itu bergoyang, kemudian gantungan lampu jari di atas juga bergoyang meyakinkan pula betapa itu adalah sebuah gempa, baru kemudian simpanan trauma gempa yang bermanfaat tersebut mengguncang untuk segera menggendong si mata wayang keluar dari pintu rumah, ah ternyata lemahnya rasa kemanusiaan masih menyisakan beberapa detik penentuan untuk menyelamatkan diri. Baru berikir apakah karena merapi ataukah dari Bantul yang pernah membuat heboh 3 tahun yang lalu.

Begitulah rasa sadar atau enggak kadang memerlukan waktu sepersekian detik untuk beraksi. Tiada cara lain kecuali memang mengetahui sebelumnya untuk dipersiapkan sebagaimana para bijak bestari yang bisa menyimpan sesuatau namun bisa dengan cepat dan tanggap mengantisipasi segala sesuatunya. Ternyata hanya insan pilihanlah yang memiliki kemampuan ke sana, tak terbayangkan betapa insan-insan manusia yang menghuni gedung-gedung tinggi di wilayah lain merasakan kemudian berusah untuk menyelamatkan diri mencari tempat yang aman dari sebuah gempa yang tentusaja tidak langsung keras namun dari sedikit demi sedikit menjadi lebih keras, untuk kemudian menyisakan perih bagi yang terlambat dalam menyadarinya, innalillahi wa inna illaihi rojiun. Semoga kita semua diberi kekuatan dan bisa beribadah selalu.


Menyambut september ini juga mengingatkan akan lahirnya sebuah Browser hebat satu tahun yang lalu ketika dilaunching menjadi Google Chrome, memang sebelumnya berprojek besar opensource dengan Chromium sebagaimana yang masih digunakan di OS Linux. Untuk kemudian kedepan meski masih dirahasiakan akan dilahirkan pula sebuah sistem operasi komputer Android yang tentunya sudah banyak orang merindukan kehadirannya. Perkembangan tehnologi dengan implikasinya memang membuat rasa kemanusiaan sebagai manusia yang penuh ego untuk segera menguasai ataupun minimal untuk mengetahui dan merasakannya.

Google bagaimanapun juga memberikan sumbangan yang sangat besar bagi perkembangan kemanusiaan untuk mengenali alam dan mencoba untuk mengetahui rahasianya kemudian dipakai untuk mengantisipasi bencana alam, hanya sayang belum banyak orang disini yang dapat mengakses. Semoga dengan berbagai kemudahan dan pertumbuhan informasi dan tehnologi tidak membuat manusia kemudian merasa jumawa, menjadikan akses terhadap informasi sebagai sebuah komoditi untuk kepentingan sendiri apalagi mencelakai pihak lain.

Semoga para bijak bestari dengan ibadahnya bisa menemukan cara untuk bisa menggunakan tehnologi informasi sebaik-baik mungkin demi kepentingan kemanusiaan. Meski semua orang tahu bahwa dibalik kebencanaan dan perkembangan pengetahuan tersimpan banyak nilai dan kaitan hal-hal dari yang logis sampai yang sangat sulit diterima nalar. Dan berharap semua yang terjadi adalah sebuah nilai untuk bisa dimanfaatkan dan memberikan motivasi untuk menjadi lebih baik dan semakin beribadah, entah dengan kacamata apa...



“Beribadah Yok”
oleh “Gigi”

Banyak Manusia Bingung Dengan Keadaaannya
Minta ini Minta itu Dengan Segala Cara
Kadang Sadar Kadang Engga Bikin Jadi Sengsara
Mau Bagus Jadi Hancur Malah Awut-awutan

Minta Diberi Hati
Minta Diberi Jantung
Minta Diberi Harta
Minta Yang Lebih-lebih

Reff :

Beribadah Yok
Jangan Banyak Alasan
Ayo Sholat Yok
Sebelum Di Sholatkan

Back To Reff

Yok Yok

Back To awal

Back To Reff 3x

Back To Reff 2x

Yok Yok

Gambar di comot dari http://lifehacker.com/5351067/happy-birthday-a-look-back-at-one-year-of-google-chrome