Wednesday, June 10, 2009

sang damai

Damai hadir sejak jiwa ini kosong melompong bagai terowongan bahkan tanpa rumput ilalang maupun semut, kering kerontang tiada isi apapun jua kecuali tentunya sang pemilik alam yang memberikan penerangan untuk dapat menerawang serta menjalani kehidupan dengan tegar tanpa pamrih apapun kecuali ketakutan pada neraka namun malu-malu untuk meminta surga yang super keren indah serta sangat agung, tak layaklah jiwa kerontang ini untuk menghuninya jika tidak dipoles agar putih berkilap. Demikian mudahnya Damai meluluhlantakan pengharapan Angel, betul memang bahwa apa yang dibawanya serba damai dan teduh, chamber yang teduh sejuk menenangkan hati beserta penerimaan dilimputi cahaya terang, betul cahaya yang sangat terang dan jelas untuk segera menghiasi ruang kosong melompong bagai terowongan ini.

Perjalanan panjang petualangan untuk mengenali dunia kedamaian sangat indah hingga tidak terasa putaran bulan berlalu berpuluh kali, tiada pernah ada kata caci dan maki, hanya rindu serta kebersamaan menyelimuti hari-hari nan indah. Seperti mimpi entahlah karena semua cahaya selalu ada meskipun malam hari dunia indah dunia damai hanya milikku dan Damai, betapa sang Angel langsung dapat terhapus betapa cintanya demikian mudah kau telan kau hilangkan, benar-benar begitu kejam cinta dan kasih saling mengalahkan satu sama lain, begitupun sentuhan-sentuhan bidadari yang datang silih berganti mengantarkan madu, seakan terhempas oleh kedamaian dan sentuhanmu. Damai kau telah mengalahkan semuanya dengan telak, roboh menjadi debu tak terasa lagi ketika Damai ada di hati.

Lama kumenantikan kepercayaan diri untuk mengakui bahwa kau satu-satunya Damai di hati hingga putaran sang bumi mengitari surya tujuh kali, betapa kau sabar dalam menjalani hari-hari kita, betapa ku harus nakal untuk mengalahkan kesombongan dengan mendaki banyak puncak di negeri ini, betapa kau menanti tanpa kehilangan rasa dan sabar, betapa kasihan kau harus menyaksikan nyawaku yang kuletakkan dalam bahaya hanya sekedar menghilangkan kesombongan dan menguji kepercayaanmu. Hingga tak putus-putusnya kau yakinkan bahwa sampai rambut memutihpun kita bisa bersama tanpa gangguan apapun, sebuah janji dan sumpah diiringi "top of the word" lagu kesayanganmu, meski posisimu juga dalam tebing yang berbeda namun jembatan bathiniah itu bisa menyatukannya entah sampai kapan, sampai kau harus luluh dengan batu pualammu yang kadang juga membuat hati kita sesak, mengapa jurang itu seakan malah bagaikan gunung yang semakin besar dan menindih ulu hati, tuhan kuatkanlah kami.

Mahligai itupun kita naiki bersama untuk menghadapi badai menghadang gelombang kehidupan ujian dan cobaan dari yang kuasa hingga akhir masa..., semoga zaman selalu melindungi pengarungan kita, amin.



ANGELS (Robbie Williams)

I sit and wait
Does an angel contemplate my fate ?
And do they know
The places where we go
When we're grey and old ?
'Cos I've been told
That salvation lets their wings unfold
So when I'm lying in my bed
Thoughts running through my head
And I feel that love is dead
I'm loving angels instead

CHORUS:
And through it all she offers me protection
A lot of love and affection
Whether I'm right or wrong
And down the waterfall
Wherever it may take me
I know that life won't break me
When I come to call
She won't forsake me
I'm loving angels instead

When I'm feeling weak
And my pain walks down a one way street
I look above
And I know I'll always be blessed with love
And as the feeling grows
She breathes flesh to my bones
And when love is dead
I'm loving angels instead

Sekalian pasang poster dari kontjidot, makasih atas tanda damainya dunia... wahaha salam damai buat siapa saja yang mau AWARD silahkan tentunya monggo nggak usah permisi....