Saturday, June 6, 2009

Love Me Like There's No Tomorrow

Mungkinkah niat Presiden Obama untuk mengajak saling pengertian dengan para muslim, baik yang garis keras maupun garis biasa saja. Akankah dia sendirian meskipun sebagai presiden Amerika, kalangan muslimpun jelas tidak akan mudah untuk percaya dengan Amerika beserta bejibun kepentingan di belakangnya. Ataukah ini sinyal dari Obama untuk kaum muslim bahwa inilah saat-saat terakhir agar tunduk dengan Amerika, memang kalo dipikir dan ditafsir agak mendalam jadinya malah makin angkuh saja ini Amerika, sebuah ideologi agama yang turun dari langit harus tunduk dan berdamai dengan sebuah agama baru bikinan manusia yang muncul pada tahun 1776 tersebut.

Membuat bingung juga apabila disoroti dengan ketajaman nurani, negara islam mana sih yang bisa mengusung demokrasi setingkat Amerika dengan liberalisme kapitalismenya yang sanggup pula menghancurkan sosialis komunis Uni Soviet yang legendaris pula, namun tanpa bantuan kaum muslimin Mujahidin Afganistan atau muslim Nahdlatul Ulama ketika memberantas habis komunisme di negeri ini. Bukankah negara sekuat itupun harus menggunakan kekuatan-kekuatan lain untuk melancarkan misinya, meskipun saat ini saya yakin bahwa nuklir yang sudah diproduksi dan dimiliki negara-negara pengembangnya sudah cukup untuk meluluhlantakkan bumi ini menjadi serpihan debu, namun akhirnya tak ada yang menang akhirnya karena mati semuanya.

Jelas sebagai insan semuanya takut untuk menghadapi kematian, wajar, makanya banyak jalan harus ditempuh untuk mengkampanyekan perdamaian, baik lokal, regional maupun internasional. Betapa sebenarnya Amerika dengan krisisnya saat ini sudah bisa dipandang sebelah mata, semuanya sudah akan rontok serontoknya, bangkrut sebangkrutnya, para ahli ekonomi yang bijak bestari selalu optimis bahwa semua akan kembali dengan baik dan pulih. Jelas membutuhkan waktu yang lama, karena uang menguap jelas tidak hilang begitu saja namun pindah tangan ke negara atau diri pribadi seseorang entah dimana, dan akan menguasai dunia ini. Tiada jalan lain bagi semua saat ini hanya dan hanya mencintai perdamaian untuk dapat memulihkan gejolak-gejolak yang selalu ditutupi. Bukankah masih ada mesin cetak untuk membuat uang, itu jika sudah tidak ada jalan lain, atau menjual bumi ini kepada UFO mahluk planet lain yang mungkin lebih kaya....

Mengapa tidak menyinggung keberadaan tuhan saat ini, entahlah karena mungkin kekuasaannya saat ini sudah ditutupi aksesnya oleh yang namanya Undang-Undang dan Peraturan dari Presiden sampai tingkat lokal, betul sekali betapa melihat ibu berjilbab itu selalu menangis tidak bisa melawan kekuatan ancaman kurungan penjara hanya karena menuliskan keluh kesahnya akan sebuah layanan kesehatan. Secara tidak sadar memang berhala-berhala aturan itu sudah diciptakan menyaingi tuhan, karena secara hati dan logika sangat sulit untuk dicerna. Seperti yang selalu dikatakan para pemuda berseragam di jalan-jalan itu bahwa ini sudah peraturan, dan tidak bisa ditawar, entah mengapa keadilan dan kedamaian itu semakin meninggalkan ruang waktu kehidupan.

Masih beruntung ketika ibu itu masih bisa pulih dan sehat, bukankah pernah juga seorang penderita AIDS yang dibuang di jalan di sebuah propinsi bernama Sumatera Utara. Betapa orang-orang yang mengidap HIV dan Aids ini sangat membutuhkan kepastian untuk bisa hidup, karena memang sudah divonis mati karena katanya belum ada obatnya. Hanya ARV sajalah yang bisa membuatnya masih bisa bertahan hidup. Bukannya karena takdir atau kesalahannya karena suka bergonta-ganti pasangan namun sudah tahukah kita betapa orang yang hidup dengan HIV atau Aids ini semakin bertambah banyak. Dan semakin bertambah menyedihkan karena mungkin hanya layanan dari para volunteer saja yang bisa merengkuhnya, betapa mereka tidak menginginkan itu, betapa kita tidak tahu bahwa ibu itu kena karena suaminya. Lebih parah lagi dengan ketakmampuan sistem yang dianggap sudah menjadi tuhan itu meletakkan permasalahan kesehatan sebagai bagian dari sistem sosial dan hak yang harus dipenuhi negara. Sudah tahukah anda bahwa penderita HIV dan AIDS di Papua dipasangi chips pengenal agar ketahuan kalo dia mengidap, betapa insan yang harusnya kita kasihi hari ini karena tidak tahu besok masih hidup atau tidak malah diperlakukan sebaliknya.



Love Me Like There's No Tomorrow

Words and music by Freddie Mercury

You had to kill the conversation,
You always had the upper hand
Got caught in love and stepped in sinking sand,
You had to go and ruin all our plans
Packed your bags and you're leaving home,
Got a one-way ticket and you're all set to go
But we have one more day together so

Love me like there's no tomorrow,
Hold me in your arms tell me you mean it
This is our last goodbye and very soon it will be over,
But today just love me like there's no tomorrow

I guess we drift alone in separate ways,
I don't have all that far to go
God knows I've learned to play the lonely man.
I've never felt so low in all my life
We were born to be just losers.
So I guess there's a limit on how far we go
But we only have one more day together so

Love me like there's no tomorrow.
Hold me in your arms tell me you mean it
This is our last goodbye and very soon it will be over.
But today just love me like there's no tomorrow

Tomorrow god knows just where I'll be.
Tomorrow who knows just what's in store for me
Anything can happen but we only have one more day together.
Just one more day forever so

Love me like there's no tomorrow.
Hold me in your arms tell me you mean it
This is our last goodbye and very soon it will be over.
But today just love me like there's no tomorrow

Love me like there's no tomorrow
Hold me in your arms tell me you mean it.
This is our last goodbye and very soon it will be over
But today just love me like there's no tomorrow.