Wednesday, February 25, 2009

reformasi deadlock

kacau balau reformasi amis busuk politik keparat blog suryaden gila mesum gadungan pengacau harapan hidup green side messageBarangkali saat ini kita sudah tidak peduli atau perhatian terhadap asal muasal kekacauan, kekisruhan, kebingungan bahkan kemurtadan terhadap gerakan reformasi pada tahun 1998. Barangkali juga kita sudah tidak peduli dengan apa maunya para penguasa yang duduk manis di kursi empuk dan menciptakan akrobat-akrobat politik beraroma syahwat kekuasaan maupun syahwat memperkaya diri sendiri. Barangkali kita juga sudah tidak pernah peduli dengan jumpalitannya saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan sengaja untuk dimiskinkan untuk kemudian dijadikan sansak latihan para jagoan berseragam atas nama kebersihan, keteraturan, ketertiban bahkan didakwa memiliki kontribusi dalam kekotoran dan musibah banjir yang menimpa permukiman-permukiman mewah apalagi yang kumuh. Barangkali kita sudah tidak peduli lagi apa yang disuarakan partai politik bahkan siapa orang yang diusungnya untuk menjadi aktor baru pesulap politik dan pengkayaan kelompok tertentu yang sebelumnya menjadi gelandangan politik dan sudah dimasukkan dalam recycle bin dunia perideologian dan wacana perubahan.

Barangkali kita adalah orang yang sangat teramat mulia budi pekertinya sehingga dengan rela dan ikhlas memaafkan bahkan melupakan siapa dan untuk apa jeratan kemiskinan dan kesulitan ekonomi saat ini, hingga melihat masalah kemiskinan ekonomi dan paradigma kepragmatisan yang berkembang saat ini sebagai sebuah idea yang tidak terbantahkan, daripada mati kelaparan secara konyol di lumbung padi yang menjadi laboratorium konglomerat penjual pupuk sekaligus racun tanah, beras dan para petani. Duhai sedih dan kelamnya sinyal reformasi dan perubahan yang menuju kearah kebaikan kita semua.

Betapa kata demokrasi sudah menjadi benda yang aneh dan beraroma busuk di hidung kita, dan membuat semua mata dan senyum menjadi sinis bahkan mencemoohkannya....

Proses instalasi yang halus dan meyakinkan seperti ketika menginstal Ubuntu Linux versi teranyar maupun yang versi 6, terjadi sekaligus berbarengan dan berbanding terbalik dengan proses reformasi perbaikan bangsa ini, sehingga tidak menghasilkan sebuah reformasi yang menggelinjang dan memuaskan hasrat rakyat banyak. Pemiskinan terstruktur dalam politik, pendidikan maupun ekonomi yang membuahkan masyarakat yang apolitis pada masa Orba masih sangat berkesan positif dan ditambah dengan para reformis gadungan yang mengacaukan derap langkah reformasi dalam mengorganisir serta mengembangkan partisipasi aktif masyarakat untuk memiliki kesadaran kiritis. Berimbas pada usaha politikus dan kaum muda yang baru terjun dalam politik untuk meyakinkan masyarakat dengan bermodalkan idealisme dan komitmen. Betapa moralitas dan idealisme baru dibenturkan dengan minimnya dukungan masyarakat, yang memang sudah dibuat apathis politik. Oh betapa suksesnya proses pembangunan "Floating Mass" massa mengambang yang berkelanjutan...

Satu dekade reformasi tetap tidak mengubah institusi partai politik, kaum muda kritis yang terjun harus tunduk pada hegemoni dalam mekanisme-mekanisme oligarkhis yang diduduki oleh penguasa tua yang konservatif. Mereka yang muda akan terdepak dan kader terbaik tidak pernah lahir, karena cenderung lebih membuka diri kepada pendatang yang membawa rupiah untuk membeli secara cash pada saat pemilihan-pemilihan di daerah, sementara kader-kader muda hanya dijadikan tim sukses dan sendiko dawuh (harus patuh).

Ruang pembaharuan demokratisasi bagai kaum muda sangat dipersempit hingga tidak bisa bersuara. Keluarnya Undang-undang hasil tarik ulur partai-partai yang sudah kuat plus politik uang dengan isi jebakan-jebakan prosedural pelindung kelompok-kelompok tertentu sangatlah menggencet kaum politikus muda kepada dilema untuk meloncat ke partai besar meski tidak senang dengan pemimpinnya ataukah menunggu saja dalam kepusingan dan resolusi-resolusinya sendiri.

Sementara kita semampunya dapat membuat resolusi-resolusi dan agenda-agenda untuk kehidupan dan berusaha untuk memberikan yang terbaik pada keluarga, lingkungan masyarakat sekitar secara arif sebagai sumbangan nyata pada kehidupan berbangsa untuk bergerak menuju perbaikan dalam aras kekritisan yang tertatih-tatih.... seperti google mail dan blogspot yang sedang crash dan mengalami kerumitan teknis diseluruh dunia saat ini.... huahaha...

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009