Tuesday, February 10, 2009

kita, petani dan pensiun

sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak taniBukan simpati ato calon contrenger pada april besok, apalagi simpatisan parte "ngeri nggak!!!", "hania nu dan tentara", "pedang panjang" ato "golongan keturunan arab" palagi "peterpan" bukan, .. ini hanyalah sesuatu yang mengganjal saja menjelang krisis ataupun tidak ada krisis, inflasi ato depresi yang akan datang nggak lama lagi lantaran nggak ada ide-ide kreatif dari para pemangku kepentingan di negeri ini selain memutar uang yang kemudian dikatakan semacam bail out atau regulasi baru atau stimulan suntikan "anti depresan" bagi perusahaan-perusahaan dengan pengurangan kewajiban sementara walopun dikurangi tanpa ditambahi dana segar mereka akan tetap ngos-ngosan seperti koneksi internet saat ini...

Selamatkan petani Indonesia, memang menjadi jargon salah satu parte, memang benar harus diselamatkan namun mereka tidak pernah bicara bagaimana caranya, bagaimana mewujudkannya dan mengapa harus diselamatkan, omong kosong seperti itu pun sudah cukup menghibur sementara yang harus diselamatkan harus antri panjang sekali... kapan mereka akan selamat, ketika banjir dan sawah mereka direndam air... mending buka laundry aja kali... hahaha...

Mengapa tidak ada sistem asuransi penjaminan nasional yang bisa di menej dengan baik dan transparan, ketika pak tani tidak bisa panen, ketika pak tani kesamber petir ketika di sawah, atau kecakot ular, atau ketika bingung mau menyekolahkan yuniornya, mengapa mereka dibiarkan saja hidup syukur, kere dan melarat adalah bukan urusan pemerintah atau tetangga, sakit ya harus berobat di rumah sakit negeri yang biayanya swasta, harga beras dan hasil panen ditekan serendah mungkin sementara pupuk harganya dipacu naik, bahkan sampe menghilang di pasaran... mengapa dan bagaimana mereka akan terselamatkan...

Jika tidak ada political will (kemauan politik) dari atas untuk mengatasi ini semua niscaya tidak akan pernah selesai, mengapa tidak melihat negara-negara maju lain yang jelas-jelas memproteksi hasil buminya demi tabungan rakyatnya dan kemakmuran negerinya, mengapa harus dijual murah dan diobral di pasar modal sementara kita menjadi buruh di rumah kita sendiri. Berdagang dengan sesama saudara kita namun hasilnya adalah bos di luarnegeri sono yang menengguk labanya, sementara kalo rugi sedikit kita di PHK dan harus mencari lowongan menjadi buruh di tempat lain dengan kondisi dan resiko yang sama pula. Kita mungkin sudah sedemikian terpuruk dan lupa sudah berada di dalam jurang penistaan kita sendiri, wallahualam...

sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani sawah pak tani
Sudahkah terbersit bagaimana caranya pak tani dengan sawahnya dan kita yang tidak memiliki sawah mendapatkan pensiun dan jaminan dari kesepakatan demokrasi di rumah besar kita ini... akankah kalian menjadi orang kaya dan asing dengan rumah sendiri...