Friday, January 2, 2009

Dewi Kekerasan Hamil Muda

Cumbuan-cumbuan mesra telah sedikit demi sedikit berkurang, burisrowo lebih suka menonton situs-situs porno, blue film ataupun film-film pendek amatir hasil upload para candid yang semakin lama semakin banyak, untuk dapat segera ereksi dan menuntaskan proses selanjutnya secara instan tanpa bumbu-bumbu cinta yang semakin lama semakin asing didengar.

Juga berlaku bagi para pecinta dunia yang dulu selalu bercumbu dengan investasi yang menghasilkan return untuk menumpuk kekayaanya, dengan meninggalkan penderitaan yang luar biasa sambil menunggu waktu dewi konjungsi ekonomi kembali ke peraduannya untuk dapat dicumbu dan diperkosa beramai-ramai.

Mereka tidak sadar kalo hasil persetubuhan tersebut menghasilkan kehamilan, sebuah hasil dari kemaksiatan massal. Kelahiran-kelahiran anak malang dari persetubuhan-persetubuhan nekat itu antara lain adalah terorisme, kemiskinan, bencana alam, ham, pendidikan, perang dan yang terseksi adalah global warming. Sedang anak yang beruntung adalah tehnologi, informasi, pariwisata, perdagangan, pajak, militer, seks, kucing garong dan konspirasi.

Seiring berjalannya waktu gaya bercumbu dituntut untuk variatif, juga pasangannya. Berhubung dewi ekonomi sedang menstruasi untuk beberapa saat, maka saatnya dewi kekerasan akan dirayu dan dinaikkan ke panggung untuk dinikmati bersama. Seperti biasa panggung dewi ini lebih meriah di Timur Tengah dengan lakon Israel dan Palestina. Keseksian dan lekuk tubuhnya sudah menarik para pencumbunya yang sudah ereksi dan berebut untuk naik ke panggungnya.

Dalih apapun bagi yang masih sabar dan waspada tidak akan terangsang dengan rayuan dewi kekerasan tersebut, sebab sudah terbayang jelas betapapun beruntungnya anak yang dilahirkan oleh dewi kekerasan yang sudah diperawani oleh bajingan konspirasi global.