Tuesday, December 9, 2008

Wedhuzz, nasibmu kini, sapi juga ya...

Tercengang, dua hari ini menonton berita di sejumlah televisi nasional tentang antrian dan kericuhan pengambilan kupon untuk mendapatkan daging kurban dari lembaga atau instansi tertentu yang menyelenggarakannya. Aneh dan mengenaskan adalah di Mabes Polri yang pintu besi atau pagarnya ya ...lupaa malah ambrol.

Belum lagi dikota-kota laennya, yang tidak dicover oleh media bergambar gerak ini, menjadi suatu clurit eh tanda tanya yang besoar sekali dihati ini, kenapa kok bisa begini ya...apakah mereka ingin mendapatkan daging itu untuk sekedar di makan, karena mungkin memang daging itu menyehatkan dan tentu saja enak. Tapi hati ini juga tersirat...apakah untuk dijual lagi...dasar watak pedagang...komentar untuk diri sendiri, yang kalo tidak punya duit juga kelabakan setengah mati.

Melihat antrian yang demikian panjang seperti orang-orang kaya yang akan wukuf di Arafah sana...walah .. ini bukan mencari pahala dari Yang Maha Esa, tapi untuk mencari daging kambing..untuk dimakan, untuk mengenyangkan perut. Namun bisa juga mereka rela untuk berdesak-desakkan ini apakah ada yang menyuruhnya dengan kata lain apakah ada yang menggerakkannya untuk memberitahukan kegagalan pemerintah misalnya, dalam hal kemiskinan...tapi saya rasa juga tidak mungkin. Berarti mereka seperti saya juga yang ngiler pengin makan sate kambing...wakakak....

Kalo mau dikatakan potret kemiskinan atau kelaparan di negeri ini, ini bukan potret lagi namanya...sebuah poster raksasa atau baliho kemiskinan...atau baliho kelaparan...yek...

Meskipun begitu kita harus bersukur dan ingat kepada pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim yang pertama kali mengalami ujian dari Tuhan dalam hal keikhlasan dan kerelaan. Kalo bukan Nabi jelas cerita dan manfaatnya tidak sampai saat ini dong ya...Amin