Thursday, December 11, 2008

Survive di saat krisis ekonomi

Sudah barang tentu segenap lapisan dan kelas akan terkena dampak krisis, apalagi krisis ekonomi. Baik inflasi ataupun deflasi kelas atas maupun kelas bawah semuanya akan terkena imbasnya tanpa kecuali. Sebenarnya hal ini adalah hukum alam, atau hukum keseimbangan dimana pendulum perekonomian mencari titik equlibrium yang baru, karena ada bagian yang sakit atau sedang dalam proses penyembuhan. Dan diketahui yang sakit adalah bidang financial subprime mortgage di Amerika Serikat yang melibatkan darah atau uang segar dari seluruh belahan penjuru dunia yang ditanam disana muncrat entah kemana, jadi luka deh salah satu bagian dari tubuh yang namanya ekonomi global.

Wong suryaden disini tidak akan ngebahas bailout, bailout, bailout, yang rame di setiap surat kabar maya dan nyata namun yang dicari adalah seni beladiri, atau coping behavior untuk terus survive meskipun krisis financial mendera, dan sebenarnya yang krisis itu adalah bank, negara, perusahaan besar dan kecil, yang tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada biaya-biaya yang harus dikeluarkan, dan tetap saja korbannya adalah kita-kita yang uangnya dari kerja disana, kalo nggak nganggur. Ass prek lah...

Nanti yang akan terjadi adalah inflasi atau deflasi, dua-duanya sama dan membuat hidup kita jadi sengsara, lumayan kalo masih punya uang jika deflasi, tapi kalo inflasi ya mending gak punya duit aja, karena kalo punya duit ya sama saja, terus habis dan cepat sekali. Namun bagaimanapun alat tukar pembayaran itu kita harus punya karena barter sudah tidak umum lagi, gimana jika gak bisa makan terus jual mobil tapi yang datang mau beli mobil bawanya rumah atau meja...ya apa mau dimakan tuh meja.

Kita memang harus pintar untuk mensiasati ini, diantaranya adalah bekerja untuk menghasikan uang dari pekerjaan yang tidak terkena dampak krisis meskipun itu tidak biasa, seperti:
  1. Bikin sekolahan sendiri, dengan keahlian yang dimiliki harus bisa menjual ilmu dan mendidik orang atau anak yang semuanya butuh pendidikan.
  2. Bekerja dalam bidang basic sosial services, atau jasa-jasa sosial dasar, seperti bidang kesehatan dan layanan lainnya, dan
  3. kalo bisa memproduksi obat-obatan murah sendiri karena nantinya banyak orang sakit, karena layanan kesehatan akan sangat mahal apalagi obat-obatan. dan lingkungan pasti tidak terjaga, kecuali
  4. menyediakan jasa bersih-bersih lingkungan, dengan kata lain cleaning servis yang murah,
  5. jual rambutmu jika sudah panjang dan terpelihara dengan baik, atau kumis, atau apalah yang tumbuh di tubuh sepanjang tidak terkena aturan pornografi dan haram,
  6. Gunakan halaman atau pot untuk menanam tanaman yang bisa dijual atau dimakan,
  7. pelihara binatang, siapa tahu sudah nggak ada yang jualan kambing atau ayam, jadi bisa dijual mahal atau dimakan sendiri,
  8. Cari barang-barang seperti emas, gigi emas, rambut emas, atau semua yang bisa didapatkan dari alam yang berupa tambang atau peninggalan nenek moyang.
  9. belajar silat atau bela diri, karena kejahatan dan kriminalitas pasti menghantui dan jadi bahaya laten, atau jadi preman sekalian saja biar ketangkep polisi dan dihukum, lumayan dipenjara dapat makan gratis, kalo gak malah didiemin saja karena negara baru tidak bisa ngasih,
  10. jadi tentara bayaran, siapa tahu bisa ekspedisi ke Afrika atau antartika jika mau yang dingin,
  11. Jangan ngemis karena tidak baik dan saingannya pasti banyak,
  12. berdoa semoga krisis ekonomi tidak jadi atau cepet selesai agar yang kaya tidak ikut miskin dan yang miskin masih bisa hidup karena tidak terlalu lama laparnya,
  13. jangan boros, beli sembako saja untuk makan,
  14. pajak...? nggak tahu...
Itulah beberapa saran kenhir yang bisa dipakai untuk survive disaat krisis, seandainya saja kenthir duluan niscaya, sudah immun terhadap cobaan yang akan mendera...tapi selama masih inget sama Tuhan, semua akan selamat karena toh rezeki yang ngatur adalah Dia yang maha Kaya.

Barangkali ada tambahan yang lebih gila dan nyaman untuk dilakukan, dan lebih survive juga...suryaden mengundangnya dan sangat berterima kasih sebelum semuanya jadi kenthir ato ikut-ikutan kenthir.