Saturday, December 20, 2008

Bilakah kuasa ereksi tulus?

politisi busukMemahami keinginan pasangan agar bisa mencapai puncak kenikmatan bersama sangat diperlukan sehingga irama, gerak dan tenaga yang diperlukan bisa sinkron, sinergi, tidak membuat lecet atau efek depan lainnya. Persiapan awal sangat menentukan untuk memastikan foreplay atau treatmen awal. Sentuhan-sentuhan halus disertai dialog, kontak mata, ditambah ekspresi mimik wajah ceria atau tanpa beban akan memberikan jalan masuk yang smooth untuk melancarkan stimulus rangsang serangan balik dari respon yang bisa diprediksi dan memberi kenikmatan balik yang sesuai. Jangan terlalu liar atau agresif, berikanlah ruang dan jeda sela untuk memberinya waktu memutuskan bagian mana yang akan dinikmatinya dandibutuhkan saat itu seperti mengulum, mengelus balik, atau sentuhan-sentuhan yang tak terbayangkan pada awalnya akan berjalan secara alamiah.

Ketika telah siap memulai babak kenikmatan selanjutnya kudu dipersiapkanlah posisi dan pikiran yang relaks, jangan tergesa-gesa karena meskipun sudah licin namun masih saja resiko lecet dan luka masih ada, jalankanlah dengan pelan dan smooth tidak lupa sentuhan-sentuhan yang mendukung jalanya pelaksanaan tugas berat ke ending bersama, untuk diulangi lagi seterusnya...biar puas, puas, puaaas sampai masing-masing sang ereksi selesai bertugas.

Hal diatas bisa dilakukan secara sempurna oleh orang yang dikaruniai perlengkapan yang sempurna, entah apa yang dilakukan oleh orang-orang yang menyandang "ambiguous genitalia" yaitu ketidakjelasan bentuk alat pria dan wanitanya karena ketidaksempurnaan hormon dan kromosom XY dan XX nya, meskipun perwujudan luar mereka jelas laki-laki atau perempuan. Mereka bukanlah interseks, namun masih seperti kebanyakan orang yang heteroseksual, semoga ada obat yang bisa menyempurnakan para penyandangnya.

Ambiguous Genitalia ini seperti yang dilakukan oleh para politisi busuk di sini -maaf-, yaitu maunya ereksi ingin menyetubuhi kekuasaan dan rakyatnya namun tidak jelas dalam pelaksanaan tugas-tugas untuk mencapai kenikmatan bersama secara formal, belum lagi para pengikutnya yang melakukan persetubuhan dengan mulut, perut dan angkaranya. Celaka lagi adalah mereka selalu mengalami ejakulasi prematur, bahkan sudah muncrat ketika baru membayangkan atau membicarakannya, karena mereka hanya menerima duitnya namun tidak langsung terjun ke masyarakat menunaikan tugas seperti awal ketika melakukan foreplay, sebelum dilakukannya penetrasi kartu di bilik suara, yang sekarang diganti dengan contreng...haha..

Jangan sampai para politisi busuk berkuasa, karena mereka menganggap kekuasaan hanyalah pemuas ereksi angkaranya, seperti yang dipraktekannya baik secara lahir maupun bathin, apakah pertiwi ini hanyalah bagai pemuas nafsu yang diam-diam menyimpan dendam karena selalu disalahkan, dilecehkan dan dikorbankan?