Monday, November 3, 2008

SBY Presiden RI Kotbah Bencana (Terus-terusan)

SBY: Kita Harus Siap Tinggal di Negeri Bencana
Sabtu, 1 November 2008 - 17:17 wib
Amirul Hasan - Okezone

BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa kita tinggal di negara yang rawan bencana. Oleh karenanya masyarakat diminta untuk mengetahui sedini mungkin untuk mengantisipasi datangnya bencana.

"Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampak bencana itu, kita harus siap dan akrab tinggal di negeri sendiri yang rawan bencana dan bencana itu tidak bisa diprediksi kapan tibanya," ujar Yudhoyono saat memberikan pembekalan kepada peserta Gladian Panji Geografi di pusat Latihan Kopassus Setu Lembang Bandung, Sabtu (1/11/2008).

SBY menambahkan selain berada di antara patahan lempeng Asia, lempeng Pasifik dan lempeng Australia, pengaruh? global warming? menjadikan wilayah Indonesia selalu ditimpa bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan banjir.

"Kita seperti? living on the edge, kita semua harus mengenal tanah air kita sendiri," tukas SBY di hadapan 687 peserta gladian yang mewakili 26 propinsi di Indonesia.

Di akhir pembekalannya, SBY meminta kepada semua peserta untuk aktif memberikan informasi kepada masyarakat di daerahnya masing-masing mengenai potensi bencana dan potensi kemakmuran alam Indonesia.

"Kalian sebagai patriot yang memahami negerinya sendiri sumber-sumber kerawanannya dan sumber-sumber kemakmurannya ceritakanlah kepada orang lain," ajak SBY. (hri)

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/01/1/159697/sby-kita-harus-siap-tinggal-di-negeri-bencana

Presiden Minta Setiap Warga Tanggap Bencana
By Republika Contributor
Sabtu, 01 November 2008 pukul 19:10:00

LEMBANG -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta setiap warga Indonesia harus terbiasa hidup dengan situasi geografis yang rawan bencana.Dalam pidato penutupan acara Gladian Panji Geografis di mess Danjen Kopassus, Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, Presiden mengingatkan geografi Indonesia yang terdiri atas tiga lempeng bumi yang saling bertumbukan dan lingkaran gunung berapi."Ada yang katakan hidup di Indonesia ini adalah `living in the edge`. Hidup di ujung tepian bumi yang memang rawan tantangan alam, di antaranya bencana alam," tutur Presiden.

Setiap warga, kata Presiden, harus akrab dan terbiasa hidup di negeri sendiri dengan segala kerawanan alamnya.

Untuk itu, harus diupayakan pula segala cara mitigasi bencana dan penanggulangan bencana sehingga setiap orang paham apa yang dilakukan jika terjadi bencana alam."Mari lakukan segala upaya untuk mitigasi bencana, mulai dari konstruksi rumah, bangunan kota, di mana ada patahan-patahan lempeng atau secara historis itu rawan bencana," ujarnya.

Kepada 687 peserta Gladian Panji Geografis dari kelompok pencinta alam 26 provinsi di Indonesia, Presiden Yudhoyono mengucapkan terima kasih karena sudah memelopori mitigasi bencana dan penanganan bencana.Presiden mengatakan perbuatan mereka adalah contoh dari patriotisme dan kesetiawakanan yang tinggi.

Para pencinta alam peserta Gladian Panji Geografis sejak 28 Oktober 2008 mengikuti berbagai pelatihan mitigasi bencana alam.Menurut Danjen Kopassus Mayor Jenderal Pramono Edie Wibowo, pelatihan tersebut dimaksudkan menyiapkan kelompok yang dapat membantu pemerintah dalam situasi tanggap bencana.ant/kp

http://republika.co.id/berita/11247.html


Presiden Minta Setiap Warga Tanggap Bencana

Lembang (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta setiap warga Indonesia harus terbiasa hidup dengan situasi geografis yang rawan bencana.

Dalam pidato penutupan acara Gladian Panji Geografis di mess Danjen Kopassus, Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, Presiden mengingatkan geografi Indonesia yang terdiri atas tiga lempeng bumi yang saling bertumbukan dan lingkaran gunung berapi.

"Ada yang katakan hidup di Indonesia ini adalah `living in the edge`. Hidup di ujung tepian bumi yang memang rawan tantangan alam, di antaranya bencana alam," tutur Presiden.

Setiap warga, kata Presiden, harus akrab dan terbiasa hidup di negeri sendiri dengan segala kerawanan alamnya.

Untuk itu, harus diupayakan pula segala cara mitigasi bencana dan penanggulangan bencana sehingga setiap orang paham apa yang dilakukan jika terjadi bencana alam.

"Mari lakukan segala upaya untuk mitigasi bencana, mulai dari konstruksi rumah, bangunan kota, di mana ada patahan-patahan lempeng atau secara historis itu rawan bencana," ujarnya.

Kepada 687 peserta Gladian Panji Geografis dari kelompok pencinta alam 26 provinsi di Indonesia, Presiden Yudhoyono mengucapkan terima kasih karena sudah memelopori mitigasi bencana dan penanganan bencana.

Presiden mengatakan perbuatan mereka adalah contoh dari patriotisme dan kesetiawakanan yang tinggi.

Para pencinta alam peserta Gladian Panji Geografis sejak 28 Oktober 2008 mengikuti berbagai pelatihan mitigasi bencana alam.

Menurut Danjen Kopassus Mayor Jenderal Pramono Edie Wibowo, pelatihan tersebut dimaksudkan menyiapkan kelompok yang dapat membantu pemerintah dalam situasi tanggap bencana.(*)

http://www.antara.co.id/arc/2008/11/1/presiden-minta-setiap-warga-tanggap-bencana/