Thursday, November 27, 2008

Polling SMS Detik.com :Blogger dihukum setujukah anda?

Pada minggu ini detik.com membuka polling baru, Setujukah blogger dihukum dalam kasus kartun Nabi Muhammad, Polling ini membuka mata saya, kenapa hal yang maya itu menjadi kenyataan saat ini, karena kartun itu menjadi nyata dan ada ketika seorang blogger atau seseorang surfing di internet dan menemukannya dan mengeprint-atau mencetaknya. Bayangkan lebih jahat mana yang mencetak, melihat kemudian menyebarluaskan atau yang membuatnya. Saya kira ini masalah yang sangat sulit.

Entah mengapa saya yang tiap hari juga melihat internet ini tidak pernah kepikiran untuk melihat atau mencari hal-hal yang berhubungan dengan kartun nabi yang sangat saya hormati itu, bilapun menemukan tentusaja tidak sengaja karena saya gak pernah berpikiran ke arah sana, justeru saya seperti jalolee di blognya, mengetahui ada kartun nabi itu dari televisi. Entah mengapa ada yang tahu ada blog lapotuak itu, yang sekarang juga sudah di delete oleh wordpress.com yang terhormat juga.

Entah siapa yang dipersalahkan mungkin tidak penting, tetapi yang salah mungkin ide untuk membuat itu dan kenapa ada orang yang mencari-cari itu juga, mungkin semuanya biasa salah, palagi jika dicetak, sudah barang tentu salah juga...karena membuat kartun itu jadi nyata-nyata ada. Serta jeratan hukum apakah yang akan diterima orang-orang itu, yang mungkin berada diluar jangkauan kita. Karena saya juga pernah baca hukum Cyber crime harus diubah karena yang namanya cyber atau maya artinya adalah tidak ada, atau entahlah.

Memang yang namanya pembela dan pembawa kebenaran seperti nabi yang kita cintai itu selalu saja mendapatkan penghinaan sejak masih hidup hingga sekarang, karena memang yang memusuhinya sangat banyak sekali, berarti hal ini adalah hal yang sudah harus disadari sejak awal betapa orang diluar kita memusuhi atau berseberangan dengan yang kita yakini. Sehingga marilah kita semua mawas diri dan tidak mudah terseret ke arus pemecahbelahan baik dari iman, keyakinan, agama dan hidup kemasyarakatan kita yang menjdai sangat luas dan kompleks karena, di dunia maya kita semua mungkin bertetangga atau berseberangan. Dan yang paling hati-hati adalah munculnya budaya baru saat ini, adalah budaya mengatur dari kelompok yang ingin menjadi dominan, dengan menghalalkan segala cara, entah itu konspirasi, pecah belah, fitnah dan lain sebagainya, dan semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang munafik, wallahualam.

Dari antara, http://antara.co.id/arc/2008/11/24/gus-dur-karikatur-muhammad-saw-untuk-perkenalkan-nabi/

Gus Dur: Karikatur Muhammad SAW untuk Perkenalkan Nabi

Batam (ANTARA News) - Tokoh Nahdatul Ulama Abdurahman Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Dur menyatakan belum tentu ada niat buruk dibalik penyebaran karikatur Nabi Muhammad SAW di dunia maya, karena tidak ada yang tahu maksud pembuat gambar.

"Jangan-jangan untuk memperkenalkan nabi," katanya di Batam, Senin.

Ia mengatakan tidak tahu maksud pembuat karikatur menyebarkan gambar, sehingga tidak bisa menyebut perbuatan penyebar adalah penghinaan.

"Penghinaan apa, saya tidak tahu maksud yang buat," katanya.

Gus Dur juga mengaku belum melihat karikatur yang disebut-sebut menghina muslim.

Sementara itu, pemerhati teknologi informatika Roy Suryo mengatakan pembuat karikatur dipastikan bukan orang Batam.

"Ini bukan kerjaan orang Batam, kalau ada yang bilang begitu, saya akan bela," katanya.

Kepolisian mengusut tuntas kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW yang muncul kembali dalam bentuk karikatur dan tersiar melalui media maya di Indonesia belum lama ini.

"Kita akan selidiki dan usut tuntas kasus karikatur yang terkesan melecehkan Nabi Muhammad itu," ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri menduga, kasus bernada pelecehan nabi melalui blog tersebut diperkirakan melibatkan orang Indonesia.

"Oleh sebab itu kita terus akan selidiki dan usut tuntas kasus tersebut," katanya.

Dugaan Kapolri atas keterlibatan orang Indonesia dalam kasus "blog" yang memuat karikatur Nabi itu sejalan dengan Hasrul Anwar, Ketua Komisi yang membidangi masalah agama di DPR-RI dalam keterangan persnya di Jakarta Rabu (19/11).

Menurut wakil rakyat itu, dari segi bahasa yang digunakan komik online tersebut tampaknya dibikin oleh orang Indonesia.(*)

Gambar dipulung dari detik.com, trimakasih.