Saturday, November 15, 2008

PKS kamu itu mau rekonsiliasi Apa?

Upaya PKS mendpatkan nama harum rupanya malah berbalik, dengan mengangkat Soeharto dalam iklannya, Soekarno dan tokoh tebuireng Nu Jatim Hasyim Asyari, mungkin niat PKS suci untuk membawa bangsa ini dalam kerukunan, namun apa jadinya jika bangsa ini dipimpin oleh orang dari PKS, buktinya si ketua MPR itu, bisa ngomong apa, eh malah kawin pas sudah jadi ketua MPR.

PKS adalah partai yang baru, mau mengusung rekonsiliasi, sementara rekonsiliasi haruslah rekonsiliasi masa lalu bukan rekonsiliasi, jika rekonsiliasi setiap hari dilakukan apalagi ketika akan ada pemilihan presiden dan kabinetnya...Terus kalo mau rekonsiliasi antar tokoh ISLAM, bukankah kalian semua sudah bersatu, contohnya menggolkan UU Porno, dan lain-lain, atau malah ingin membuat UUD 45 syariah, wah ...silahkan kalo mampu...kita semua tahu kok, bikin partai itu untuk politik, politik untuk pengambilan keputusan, dan siap pengambil keputusan adalah yang berkuasa...jadi ya fair aja lah...dan kalo mau berkuasa juga jadilah penguasa yang baik...menolong rakyat, meninimalisir kejahatan, kriminal, rakyat sejahtera...kesejahteraan rakyat itu suliit sekali loh..definisinya.

Wahai pemuka partai...janganlah kau kibuli masyarakat dengan niatmu yang hanya mau menjadi penguasa saja...berjuanglah yang bagus, sesuai norma jangan kepincut tipu daya lawan-lawanmu. Di iNddonesia ini oarang yang masih konsisten adalah Gus Dur meskipun dalam bicaranya dia ngalor dan ngidul gak karuan.

Akhirnya, Iklan Politik PKS Ditarik
Sabtu, 15 November 2008 - 16:21 wib
Endang Gunawan - Global

BOGOR - Setelah mendapat kritikan atas iklan yang menampilkan sejumlah tokoh-tokoh nasional, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya siap menarik iklan kontroversial tersebut.

"Kita akan tarik," kata Presiden PKS Tiffatul Sembiring saat menghadiri pertemuan dengan tokoh Masyarakat Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2008).

Namun, PKS akan mengganti iklan tersebut dengan yang baru. Dia memastikan, iklan ini berbeda dengan iklan yang menampilkan tokoh-tokoh tersebut. "Nanti saja. Tunggu tanggal mainnya," kata Tiffatul.

Ditanya tudingan menampilkan sosok Soeharto sebagai seorang pahlawan. Tiffatul mengatakan, "Serahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan masyarakat luas, layak atau tidak beliau," tegasnya.

Sebelumnya, iklan PKS yang menampilkan sejumlah tokoh mendapat kritikan tajam dari sejumlah organisasi massa dan partai politik. Beberapa tokoh yang ditampilkan antara lain Soekarno, Soeharto, Mohammad Hatta, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari. (mar) (kem)