Tuesday, November 18, 2008

Permasalahan di Indonesia Rawan Disusupi Komunis dan Gerakan Radikal


Masyarakat Indonesia baru-baru ini melewati dua peristiwa penting, yakni disahkannya undang-undang anti pornografi dan eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I, Amrozi Cs. Dua peristiwa ini disinyalir rawan disusupi gerakan komunis dan gerakan radikal.

Pernyataan kerawanan ini disampaikan oleh Panglima Daerah Militer (Pangdam) IX Udayana, Mayor Jendral TNI Hotmangharaja, ketika menggelar jumpa pers di Bali. Menurutnya, gerakan komunis Indonesia yang selalu berusaha menunjukkan eksistensinya merupakan salah satu bentuk kerawanan yang perlu diwaspadai. Komunis juga dinilai masih terus berusaha untuk memutarbalikkan fakta sejarah hancurnya komunis di Indonesia guna menarik simpati masyarakat.

Disamping itu, anak kandung Jendral DI Panjaitan yang tewas oleh kebrutalan Partai Komunis Indonesia ini juga menekankan perlunya mewaspadai gerakan radikal. Terutama terhadap gerakan sekelompok orang yang memanfaatkan konflik untuk kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan agama tertentu.

Pasca peresmian undang-undang anti pornografi, sejumlah masyarakat daerah dan kebiasaan adat di sejumlah provinsi di Indonesia merasa terancam, hal ini dikarenakan budaya berpakaian dan berkesenian mereka terkategori melanggar undang-undang anti pornografi. Sedang pasca eksekusi terpidana mati Bom Bali I, Amrozi Cs, timbul pertentangan dari beberapa kelompok agama, para pendukung Amrozi Cs bahkan telah menyiapkan jalur hukum untuk menuntut tindakan eksekusi terhadap rekan mereka.

Menurut Mayor Jendral TNI Hotmangharaja, permasalahan-permasalahan ini sangat rawan akan penyusupan gerakan komunis dan gerakan radikal yang akan berujung pada kekacauan. Karena itu dirinya meminta masyarakat Indonesia mewaspadai ancaman aksi dari gerakan komunis maupun gerakan radikal yang mungkin terjadi. (ntd-bali/adi)