Saturday, November 15, 2008

Mengapa warga selalu emosi?

Warga Masih Emosi, 20 Polisi Bersenjata Lengkap Amankan PLTU Banten

Ronald Tanamas - detikNews

Jakarta - Warga yang tinggal di sekitar pembangunan PLTU di Teluk Naga, Mauk, Banten agaknya masih emosi. Setelah membakar mess pekerja bangunan dan 3 mobil Kijang, mereka merusak pos-pos keamanan di lahan seluas 110 hektar itu.

Mereka baru berhenti saat polisi datang ke lokasi untuk mengamankan. Pantauan detikcom, Sabtu (15/11/2008) pukul 11.20 WIB, sekitar 20 polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di depan pintu gerbang PLTU.

Kepada detikcom, Sambas Permana yang menjadi perwakilan warga mengatakan, peristiwa ini dipicu karena tidak adanya transparansi antara kepala desa dan warga sekitar.

"Jadi warga marah dan nekat membakar PLTU," katanya.(ken/iy)

http://www.detiknews.com/read/2008/11/15/114631/1037339/10/warga-masih-emosi-20-polisi-bersenjata-lengkap-amankan-pltu-banten

Sabtu, 15/11/2008 10:55 WIB

Pembakaran Mess PLTU III Banten, 15 Orang Diperiksa

Alamsyah - detikNews

Jakarta - Sebanyak 15 orang telah diperiksa terkait dengan aksi massa yang melakukan pembakaran terhadap Mess pekerja PLTU III Teluk Naga, di Desa Mauk, Tangerang, Banten.

"Kami telah memeriksa sejumlah orang, ada 15 orang yang diperiksa," kata Kasatreskrim AKP Dewawijaya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Sabtu (15/11/2008).

Polisi sekarang tengah menyelidiki inisiden tersebut. Kapolres Metro Kabupaten Tangerang AKBP Agus Adriyanto dan Kasatreskrim AKP Dewawijaya didampingi tiba di lokasi pukul 10.00 WIB.

TKP mulai dipasangi police line. Pihak-pihak yang tak berkepentingan termasuk wartawan dilarang masuk ke TKP.

Kepala Proyek PLTU III Syahril Hamidi di lokais menyatakan, sebenarnya gejolak-gejolak akan adanya aksi itu sudah ada dalam bentuk demo-demo kecil.(iy/nwk)

http://www.detiknews.com/read/2008/11/15/105512/1037315/10/pembakaran-mess-pltu-iii-banten-15-orang-diperiksa

Mengapa ini menjadi trend di Indoneisia sih? apakah diciptakan atau memang sudah parahkah sendi-sendisosial politik negeri ini....yang memang tahu-tahu aja ada yang namanya politik. ditaimbahi lagi dengan lagi-lagi dari detik.com

Sabtu, 15/11/2008 13:06 WIB

Pembakaran Mess PLTU Banten
Laptop, Komputer dan TV PLN Dijarah, 7 Mobil Rusak

Iin Yumiyanti - detikNews

Jakarta - Pembakaran mess pekerja PLTU Banten III di Teluk Naga, Mauk, Banten disertai dengan penjarahan. Laptop, komputer dan TV milik PLN dijarah pelaku.

"Selain penjarahan juga ada perusakan, 7 mobil rusak. Besarnya kerugian sedang diinventarisir," kata Manajer Komunikasi PT PLN, Ario Subijoko dalam rilisnya yang diterima detikcom, Sabtu (15/11/2008).

Pembakaran itu terjadi pada Jumat, 14 Nop'08 pukul 23.25 WIB.
Aparat keamanan setempat sedang menangani sepenuhnya kasus ini.

Proyek PLTU Banten III adalah bagian dari proyek pembangkit 10.000 MW, untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik pada Sistem Kelistrikan Jawa Bali.

PLN sangat mengharapkan dukungan dari aparat keamanan, Muspida dan masyarakat. "PLN akan selalu berkoordinasi dengan Muspida, aparat keamanan dan masyarakat, serta tetap melanjutkan semua pekerjaan konstruksi untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu," kata Ario.

(iy/ken)

Apa sudah menjadi hobi masyarakat, ataukah kebutuhan, lumayan sambil demo dan bakar-bakaran pulang dapat duit, laptop, meja dan lin sebagainya waduh...enak sekali, uang negara milyaran rupiah hilang...apakah orang-orang ini mau tanggungjawab.

wallahualam bisawab...yang mendemo mengatakan dia rugi, apalagi yang didemo juga mengatakan kerugian berapa milyar rupiah gitu...negara rugi...polisi rugi harus jaga dan masang police line...semua rugi...lantas siapa yang diuntungkan?

Sabtu, 15/11/2008 13:20 WIB
Pembakaran Mess PLTU Banten
PLN Sinyalir Pelakunya Ratusan Preman
Iin Yumiyanti - detikNews

Jakarta - Pembakaran terhadap mess pekerja PLTU disinyalir dilakukan oleh sekelompok preman yang jumlahnya ratusan. PLN sangat menyayangkan insiden tersebut.

"Disinyalir aksi ini dilakukan oleh sekelompok preman yg jumlahnya mencapai ratusan orang," kata Manajer Komunikasi PT PLN, Ario Subijoko dalam rilisnya yang diterima detikcom, Sabtu (15/11/2008).

Menurut Ario, aksi tersebut telah menimbulkan ketakutan bagi para pekerja karena sangat mengganggu kelancaran proyek pemeintah dalam hal ini poyek percepatan pembangunan PLTU 10.000 MW.

PLN telah mengevakuasi 94 org pekerja proyek asal China dari lokasi dan saat ini ditempatkan di beberapa Hotel di Jakarta.

"PLN sangat menyayangkan kejadian ini," kata Ario.

(iy/ken)

Jelas sekali pelakunya preman, karena kalo orang biasa saya pikir tidak akan melakukan hal seperti itu...ayo singkirkan semua preman di dunia...