Wednesday, November 5, 2008

Mendiknas Persilakan Buku Murah Dibajak

MAGELANG(SINDO) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo memberi kelonggaran dalam pengadaan buku pelajaran.

Dia mempersilakan masyarakat untuk membajak 407 judul buku yang hak ciptanya telah dibeli Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). ”Silakan dibajak ramai-ramai buku Pak Menteri,”katanya saat Pencanangan Peningkatan Semangat Nasionalisme melalui Sistem Pembelajaran di Sekolah oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Lapangan Ngablak,Kabupaten Magelang,Jawa Tengah,kemarin.

Dia menyatakan, buku-buku itu dimaksudkan sebagai buku murah agar terjangkau seluruh masyarakat hingga di pedesaan.Buku murah Depdiknas itu,katanya,boleh dijual, asalkan tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Namun, Mendiknas tidak menyebut HET buku murah tersebut. ”Harganya sepertiga dari harga di pasaran,”katanya. Dia menegaskan,buku-buku itu memiliki jaminan mutu sesuai Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).”Kalau pemda (pemerintah daerah) mau dagang buku murah,silakan, tetapi patuhi HET.

Ini terobosan supaya buku merakyat, terbeli masyarakat,”katanya. Dalam kesempatan tersebut, Mendiknas mengatakan, Bank Dunia memilih program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai objek pendanaannya.

”Bank Dunia akan memberikan pendanaan kepada pemerintah Indonesia. Bank Dunia memilih program yang akan dibiayai itu mana, dia memilih BOS,”ungkapnya. Menurut Mendiknas,program BOS telah dilaksanakan relatif baik selama ini.

Bank Dunia mengakui bahwa program itu berjalan secara efektif.Nantinya dana yang akan diberikan Bank Dunia untuk lanjutan program BOS relatif besar.”Cukup besar, triliunan angkanya, realisasinya tahun ini,”katanya.

Mendiknas juga menyatakan bahwa krisis global tidak memengaruhi pembangunan bidang pendidikan di Indonesia. Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mewajibkan semua sekolah untuk memutar lagu-lagu kebangsaan menjelang jam masuk sekolah.

Langkah tersebut diharapkan bisa menggugah semangat kebangsaan para siswa.”Karena selama ini sikap kebangsaan masyarakat Indonesia semakin melemah,”katanya. Menurut Bibit,seusai pencanangan kemarin,semua daerah harus menindaklanjuti program ini.

”Karena itu,penjaga sekolah harus memutar lagu-lagu kebangsaan ini pukul 06.30 WIB,sebelum masuk pelajaran,”paparnya. Mendiknas Bambang Sudibyo mendukung langkah Gubernur Jawa Tengah itu.Menurutnya,selama ini mata pelajaran muatan lokal menjadi kebijakan masing-masing gubernur.

Pihaknya menginginkan adanya pendidikan nasional yang tidak melupakan kebudayaan masing-masing daerah. Dia menyebutkan, beberapa waktu lalu dirinya telah meminta Gubernur Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk berkomitmen melestarikan bahasa Jawa. ”Dengan komitmen itu, budaya-budaya asli daerah akan terus terjaga,”paparnya. (muh slamet/ant)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/mendiknas-persilakan-buku-murah-dibajak.html