Friday, November 28, 2008

Kenapa harus tidak jelas?

Begawan IT kontroversial yang sukanya ngecek gambar dan suaranya siapa ini, mencoba bertindak garang dengan menyemprot kelompok musik beken Dewa 19, karena memakai latar belakang merah putih yang ditengahnya ada gambar sesuatu (saya tidak jelas).

Beberapa hari yang lalu saya mendengar bahwa Dhani memang diperingatkan oleh istana tentang hal tersebut, dan khabarnya juga sudah minta maaf. Tetapi oleh sang begawan yang sekarang nyaleg di partai salah satu peserta coblosan ini tetap akan dilaporkan ke pulisi atau aparat hukum negeri ini.

Oke-oke sajalah peristiwa ini sepanjang murni untuk jiwa patriotisme dan nasionalisme yang mulia. Namun janganlah rasa yang mulia itu dipergunakan untuk menyakiti atau menyalahkan orang lain, apalagi memenjarakannya karena mungkin kelalaian atau kealpaan,apalagi jika untuk mencari nama atau mendongkrak popularitas. Persetan bung masyarakat sekarang lebih butuh urusan perut daripada yang sebatas normatif apalagi khayalan idealisme. Jujur aja deh mungkin semua juga urusan perut.

Yang paling membuat geli adalah serangan atas nama warganegara biasa, bukannya jika warganegara biasa kita tidak akan didengar oleh para aparat, yang juga memiliki hak sama, semakin celakalah rakyat kecil karena yang kaya atau warganegara berkelas juga meminta hak yang sama, tapi nominalnya beda. Ampun seribu ampun, setiap hari saya memohon maaf kepada para pahlawan atas kejadian demi kejadian yang menimpa negeri yang menurut sejarah yang saya dengar dan dapatkan disekolah adalah dengan perjuangan berlumuran darah kita dapat merdeka, kasihan sekali para pahlawan yang dengan rela hati mempertaruhkan nyawanya, tapi yang meneruskannya kelupaan atas jasanya.

Harus disadari memang seni itu adalah dunia tak bertepi dimana kreativitas akan berkembang, sehingga secara normatif hukum posotif kita juga seharusnya menulis atau menyepakati apa yang namanya bendera itu bukanlah hanya warna merah diatas dan putih dibawah, tetapi haruslah ditetapkan berapa lebar dan ukurannya, secara detail maksimal dan minimalnya, sehingga jelas jika kain yang sangat besar atau sangat kecil tidak dapat disebut bendera.

Hal inilah yang kadang menjadi anomali dan dapat digunakan untuk mempersalahkan orang lain, yang kebetulan tidak mengetahuinya, karena tidak pernah dengan jujur dan tulus didefinisikan dengan gamblang. Mohon maaf saya disini hanya menuliskan yang menjadi ganjalan saja, bukan untuk membela salah satu pihak, karena perut saya juga tidak terpengaruh.

Tanggapan artis tersebut:

01/12/2008
Ahmad Dhani: Roy Suryo Konyol

Hartono Kamaruddin

INILAH.COM, Jakarta - Pelaporan Roy Suryo terhadap dirinya dan Dewa, dianggap Ahmad Dhani pelaporan konyol. Dhani, Dewa dan pihak EMI pun tidak pernah minta maaf dan menarik maaf. Semuanya gosip. lagipula yang digunakan di video klipnya adalah backdroup, bukan bedera.

"Atas pelaporan yang sudah terjadi, sama sekali tidak mengganggu Dewa. Kedepannya, kita akan mengikuti kasus ini secara prosedural. Jadi kalau ada pelaporan dan panggilan, kita akan memenuhinya," kata Arnel Affandi, Managing Director EMI, selaku produser Dewa, di Studio Musik Ahmad Dhani, di Jalan Pinang Mas III No. 1-2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin petang (1/12).

Lebih lanjut, Ahmad Dhani mengatakan, "Tentang minta maaf terus menarik permintaan maaf, semuanya hanya gosip. Itu tidak ada dan tidak akan pernah," tegas Ahmad Dhani.

Ditambahkannya, "Saya bilang, saya tidak pernah menarik video klip, semuanya yang melakukan adalah pihak produser (EMI, red). Atas kejadian ini produser saya sudah siap. Sekarang saya tidak mau membahas Roy Suryo, karena dia tidak sekelas dengan saya."

Atas apa yang sudah dilaporkan Roy Suryo tersebut, Dhani menganggapnya sebagai pelaporan konyol dan tidak masuk akal. "Itu pelaporan konyol. Video klip itu bukan saya yang memproduksinya dan bukan saya pemiliknya. Begitu juga dengan latar belakang merah putih dengan simbol di video klip itu bukan bendera, tetapi backdroup. Bendera itu punya bentuk dan ukuran tertentu," kata Dhani.[aji]
http://artis.inilah.com/berita/2008/12/01/65708/ahmad-dhani-roy-suryo-konyol/

01/12/2008
Dhani: Roy Suryo Provokator Bermulut Besar

Hartono Kamaruddin

INILAH.COM, Jakarta - Pelaporan Roy Suryo terhadap dirinya ke Bareskrim Mabes Polri, karena melakukan pelecehan terhadap bendera Indonesia, tidak membuat Ahmad Dhani bergeming. Bahkan, Dhani menganggap Roy Suryo provokator bermulut besar.

"Roy sama sekali belum berpengalaman dalam masalah hukum. Masalahnya, yang digunakan di video klip Dewa, bukan bendera merah putih, tetapi backdroup. Bendera itu punya bentuk dan ukuran tertentu," tegas Ahmad Dhani, di di Studio Musik Ahmad Dhani, di Jalan Pinang Mas III No. 1-2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin petang (1/12).

Atas apa yang sudah dilaporkan Roy Suryo tersebut, Ahmad Dhani menganggapnya sebagai omong kosong semata. "Roy Suryo itu bermulut besar dan apa yang dikatakannya tidak ada buktinya. Itu hanya provakasi. Roy Suryo Provokator," jelas Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani pun sama sekali tak bergeming. "Untuk itu tidak ada satupun yang bisa mencegah saya," kata Dhani.[aji]

http://artis.inilah.com/berita/2008/12/01/65719/dhani-roy-suryo-provokator-bermulut-besar/