Sunday, November 23, 2008

Blogger Indonesia menghentak


Hari blogger nasional dianggap Ndorokakung sebagai hari yang baik untuk mempererat tali silaturahmi antarblogger. Sayangnya meski tumbuh, banyak blog yang masih menganut copy-paste.

"Hari ini merupakan momentum yang baik bagi semua blogger sebagai hari kebersamaan. Ini saatnya kita mempererat tali silaturahmi dan menerapkan pola 'nge-blog dengan asyik'," ujar pria yang memiliki nama asli Wicaksono ini saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (27/10/2008).

Menurut Ndorokakung, blog terus tumbuh di Indonesia sebagai sarana untuk kebebasan berpendapat dan sarana berekspresi. Sayangnya, meski setiap hari puluhan blog bermunculan di Indonesia namun masih banyak blog yang isinya hanya mengutarakan perihal diri pribadi (curhat) dan asal-asalan.

"Blog-blog yang hadir setahun belakangan ini memang cukup banyak. Namun tidak banyak blog yang memiliki konten unik dan bermanfaat untuk masyarakat. Pertumbuhan blog yang ada masih seputar blog curhat yang isinya asal-asalan. Bahkan banyak juga blog yang isinya cuma copy paste," papar Ndorokakung yang mengaku tidak memiliki ritual khusus untuk merayakan hari blogger nasional.

Meskipun begitu, dia cukup bangga dengan meningkatnya pertumbuhan blog di Indonesia. Dirinya hanya berharap, ke depan, makin banyak blog yang muncul dengan tema pendidikan, sosial dan pemberdayaan masyarakat.

"Saya hanya berharap agar ke depannya blog bisa mengarah ke citizen jurnalisme," tandas Ndorokakung.

Di era teknologi seperti sekarang, kebutuhan untuk berinteraksi langsung dengan orang lain mungkin menjadi sesuatu yang mahal. Tak jarang tuntutan pekerjaan yang semakin padat, dan kondisi jalan raya di kota besar menyebabkan interaksi tatap muka langsung sulit untuk dilakukan. Akibatnya pola komunikasi masyarakat pun semakin berubah. Internet pun mulai menjadi sarana komunikasi, mulai dari teman, keluarga, relasi bisnis bahkan curhat pribadi. Sebagian masyarakat lebih memilih e-mail, Yahoo Messenger, Facebook, atau Blog sebagai alat komunikasi di dunia maya.

Blog merupakan salah satu sarana untuk mencurahkan hati di dunia maya. Setiap blogger bebas menumpahkan seluruh isi hati, unek-unek, caci maki dalam sebuah tulisan di blog pribadinya.

Dalam perkembangannya, blog telah berkembang tak hanya menjadi ajang curhat tetapi telah menjelma menjadi sebuah media elektronik yang mampu menyajikan peristiwa-peristiwa secara real time, bahkan melebihi peran jurnalisme online. Perkembangan kedewasaan blog tak pernah lepas dari sejarah blog sejak istilah blog dikenalkan Jorn Barger tahun 1997.

Istilah Blog yang tak lain kependekan dari Weblog pertama kali ditujukan untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update. Tapi sebagian masyarakat berpendapat bahwa blog adalah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan pada sebuah webpage umum. Menurut Roger Yim, seorang kolumnis San Francisco, Gate Blog adalah persilangan antara diary seseorang dan daftar link di Internet. Sedangkan Scott Rosenberg dalam kolomnya di majalah online Salon menyatakan bahwa Blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekedar kumpulan link tapi kurang instrospektif dari sekedar sebuah diary yang disimpan di internet.

Media Blog pertama kali di populerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab yang kemudian diakuisisi raksasa internet Google.Com akhir 2002. Sejak saat itu, Google memperkaya blog dengan aplikasi-aplikasi Open Source. Selain itu, Blog juga tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari.

Kehadiran penyedia jasa blog yang gratis seperti blogger.com, blogsome.com, blogdrive.com, blogwise.com, wordpress.com secara simultan telah meningkatkan jumlah blogger. Adanya fasilitas pendukung (aksesori) blog seperti kotak pesan (shoutbox) dan Publish Comment sangat berpengaruh pada interaktifitas blogger di dunia blogosphere dan pada gilirannya juga mendongkrak sosialisasi penggunaan blog di seantero dunia.

Bahkan seorang blogger dari Batam, Ebmarnawi menyatakan dekade 2000-an ini merupakan dekade ledakan blogosphere. "Meski belum memiliki angka pasti tentang jumlah para blogger, tetapi dengan melihat progressifitas berkembangnya aktivitas nge-blog, kita bisa memprediksi bahwa pada akhirnya nanti, nge-blog bukan saja hanya menjadi sebuah trend cyber-space biasa, melainkan menjadi sebuah kebutuhan untuk bisa eksis," tulis Ebmarnawi dalam blog pribadinya.

Perkembangan blog di Indonesia, menurut Enda Nasution seperti dikutip dalam blog pribadinya, Senin (27/10/2008) mengatakan tahun 2001, Blogger Indonesia dapat dihitung dengan jari.

"Hampir semua saya link dari blog saya, untuk menemukan blog yang menarik tidak ada cari lain selain meng-klik link-link di blog teman kita. Sebaliknya pun untuk membaca blog teman kita, tidak ada cara lain selain dengan memeriksa blog teman kita satu persatu," tulis Enda. Bahkan ia menambahkan bahwa kala itu, tidak ada fasilitas komen yang terintegrasi, tidak ada fasilitas untuk mengupload gambar secara otomatis, tidak ada trackback maupun fasilitas RSS.

Menurutnya, di tengah kemapanan media dan menara gading pusat informasi blog kini mampu menjadi alternatif baru yang mampu memberikan informasi kepada masyarakat secara independen.

Namun lambat laun, fungsi nge-blog yang semula cuma menjadi ajang curhat-curhatan kemudian berubah, seiring ledakan jumlah blogger. Perubahan tersebut terlihat dari banyaknya blogger yang memanfaatkan peluang untuk menghasilkan uang tambahan lewat blog. Seorang Blogger pernah mengakui, bahkan hingga saat ini, dia telah menghasilkan sejumlah uang melalui blog yang dikelolanya sendiri. Tawaran yang diberikan Google Adsense, Adbrite, ADster, Adengage, Bidvertiser, Clicksor, Blogvertise, Banner Boxer, Chitika eMinimalis, Etiology, dan Pheedo membuat blogger berlomba mendapatkan penghasilan tambahan lewat blog.

"Infomasi kini bebas untuk dimiliki siapa saja dan bukan hak kemewahan media beserta redaktur, editor, pemimpin perusahaan dan gerombolan pengiklannya, Informasi kini bebas merdeka dan dapat dimiliki serta dimulai hanya dari seorang blogger. Saat ini Blog adalah blog saat itu, tempat kita berbagi dan berekspresi. Tempat kita mencatat dan bercerita," tulis Enda

"Ketika sebuah tulisan di-posting secara online, tulisan tersebut sudah menjadi masalah karena dibaca banyak orang. Kebebasan seseorang yang melakukan blogging secara otomatis dibatasi dengan kebebasan orang lain. Itulah resiko menaruh sesuatu di tempat publik," terang pimpinan Asia Blog Network, Budi Putra, di tengah-tengah diskusi di Pesta Blogger 2008, Sabtu (22/11/2008).

Menyadari betapa riskannya sebuah blog menyulut suatu perpecahan, Budi menegaskan bahwa blog yang baik adalah blog yang ditulis atas dasar sesuatu yang personal, namun dibawakan dengan cara yang enak dan dikuasai oleh penulisnya.

"Nge-blog adalah sesuatu yang personal, namun sesuatu yang menjadi passion kita, dengan cara yang fun di materi yang kita kuasai dengan baik," tambah Budi.

Memperkuat pemaparan Budi tentang blog yang dianggap sebagai bagian dari keluarga citizen journalism, seorang jurnalis senior, Pepih Nugraha, menyebut blog sebagai jurnalisme rasa baru.

"Dalam dunia musik ada musik indie dan musik rekaman. Bisa dikatakan blog sebagai musik indie. Sebagai elemen jurnalistik yang indie, media mainstream bisa merangkul blog untuk sinergi," papar Pepih.

Memanfaatkan kebebasan yang melekat di blog, menurut kedua bloggger tersebut, blog bisa dijadikan panggung baru untuk media berekspresi, sekaligus tempat pembaca mendapatkan informasi yang tidak didapatkan di media-media besar atau eksklusif.

"Blog itu sangat berguna karena penyebaran beritanya yang sangat cepat dan mengandalkan prinsip pertemanan. Orang-orang lebih cenderung mempercayai perkataan temannya, sehingga blog sangat efektif untuk menyampaikan apa saja, asal dengan batasan dan etika," tukas Budi sekaligus menutup penjelasan.

Menurut Edmond, setiap orang memiliki hak untuk berekspresi, ketika blogger telah melanggar atau menyinggung pihak-pihak tertentu, maka blogger tersebut dapat mempertanggungjawabkan secara objektif

"Hukum itu dibuat sebagai pedoman, ibaratnya 10 pengendara motor di lampu merah, tapi satu pengendara menerobos lampu merah, bukan berarti sepuluh pengendara harus ditangkap," ujar Edmon.

Edmon menambahkan, kesadaran blogger untuk membuat konten blog yang tidak melanggar aturan hukum sangat dibutuhkan. 
Edmon menilai sebagian masyarakat justru banyak yang mencoba menantang UU Informasi dan Transaksi Elektronik untuk membuktikan apakah benar-benar bisa menjerat kejahatan di dunia maya. 

Senada hal itu, Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Warung Internet, Judith MS Lubis, mengatakan masih banyak blog-blog yang lebih positif, bahkan jutaan blog, dibandingkan dengan satu blog yang bernada menghina.

Dunia internet merupakan dunia tanpa batas yang sulit untuk diawasi, dalam diskusi itu terungkap sebaiknya pemerintah jangan terlalu bertindak reaksioner atas setiap pemberitaan yang menyangkut dunia maya, seperti penyebaran e-mail palsu atau blog-blog yang menyinggun SARA. Munculnya blog penghina nabi merupakan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan dengan menciptakan rumor-rumor yang meresahkan.

"Pemerintah seharusnya tidak terlalu reaktif. Serahkan saja semua proses ke penegak hukum," ujar Judith. 

Berawal dari kebiasaan anak-anak muda Jawa Tengah yang suka berkumpul dan mengobrol sampai pagi, empat blogger, Muchammad Syaefulloh, Nanang, Rohibun, dan Bahtiar Rifai, yang merantau mencari rezeki di Jakarta, mencoba menularkan kebiasaan nongkrong sampai larut di Ibu Kota ini.

Pelataran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat pun dipilih keempatnya untuk duduk santai sambil berbicara ngalor ngidul, setelah seharian bekerja. Hasil obrolan itu kemudian diposting di blog mereka masing-masing. Mereka pun kemudian menamakan diri Blogger Bundaran Hotel Indonesi (BHI). Kegiatan nongkrong di Hotel Indonesia itu lama kelamaan semakin banyak mendapatkan peminatnya. Komunitas yang tadinya hanya diikuti empat orang, kini memiliki tidak kurang dari 30 blogger sebagai anggotanya.

Berkumpul setiap Jumat malam menjadi rutinitas wajib bagi kelompok yang berdiri pada 17 Mei 2006 ini. Materi yang diobrolkan pun bermacam-macam, seperti perkembangan terkini yang terjadi di masyarakat. Apalagi BHI kebanyakan diisi orang-orang dengan pendidikan tinggi.

BHI mengedepankan persaudaran sesama blogger yang menginginkan suasana hangat dan mengalir apa adanya, tanpa terikat pada aturan tertentu. Bahkan perangkat pengurus pun mereka tidak punya, hanya salah satu pendiri komunitas ini, Bahtiar Rivai, yang mereka sebut sebagai Presiden BHI.

Namun begitu, bukan berarti perkumpulan ini tidak ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sebab, mereka tidak ingin blogger dicap sebagai komunitas eksklusif. Tepat setahun berdirinya, BHI menggelar kegiatan pengumpulan kambing untuk diberikan kepada anak muda di daerah Bangsari, Cilacap, Jawa Tengah.

Alasan BHI memilih kambing sebagai aksi sosial mereka cukup sederhana. Anak muda di daerah asal Muchammad Syaefullah itu tidak suka diberikan sumbangan berupa uang. Mereka lebih memilih mendapat bantuan yang bisa menciptakan pekerjaan. Nah, hewan kambing dipilih karena dapat dikembangbiakan. Dari 70 kambing yang berhasil terkumpul saat ini sudah bekembang hingga tiga kali lipatnya.

"Di BHI itu sifatnya mengalir apa adanya, prinsipnya bisa melakukan hal postif yang dekat dengan kita, tapi bisa diberikan secara global dan berkelanjutan," ujar Hedi Novianto, salah satu anggota BHI, saat ditemui di Angkringan Wetiga, Jalan Langsat, Kramat Pela, Jakarta, Jumat (15/11/2008) malam.

Berangkat dari prinsip sederhana itulah yang membuat mereka menggelar kegiatan sosial untuk kedua kalinya yang mereka sebut 'Gerakan 1.000 Buku'. Untuk yang satu ini mereka ingin dikelola secara serius. Dengan publikasi yang jor-joran melalui blog ke blog mulai awal Agustus lalu, gerakan ini mampu mengumpulkan buku hingga 1.200 buku. Bahkan gerakan ini menarik minat Kedutaan Besar Amerika di Jakarta untuk turut menyumbang 300 buku ensiklopedia dan bacaan anak-anak.

"Meski gerakan ini sudah banyak diikuti lembaga lain, tapi kami yakin buku itu tidak akan ada habisnya untuk mencerdaskan anak Indonesia. Apalagi kami bersinergi dengan komunitas daerah lain yang lebih tahu rujukan keperluan buku apa saja yang dibutuhkan," sambung Hedi lagi.

Prinsip mengalir seperti air akan terus dipertahankan di tubuh BHI. Sebab dengan prinsip itulah mereka masih bisa bertahan. Ke depannya, BHI berharap dapat memberikan hal positif lain kepada masyarakat. Mereka juga mengimbau agar kegiatan blogging di Indonesia, terutama jurnalisme warga sipil, dapat lebih dikembangkan. Sebab dengan begitu, pengembangan infrastruktur internet di Tanah Air akan lebih mendapatkan perhatian pemerintah.

Pertumbuhan blog yang bagai jamur di musim hujan ini, ternyata mulai dilirik oleh berbagai perusahaan iklan yang ingin menawarkan produknya. Ketimbang situs jejaring sosial, macam Facebook atau Friendster. Blog ternyata jauh lebih menguntungkan.

Demikian penelitian yang dilakukan oleh perusahaan iklan BuzzLogic bersama Yayasan Jupiter, yang dikutip oleh Big News Network, Kamis (30/10/2008), mereka melaporkan bahwa pengenalan produk melalui blog jauh lebih efektif. Para analisis web tersebut mengatakan blog merupakan kunci terpenting, karena semua tinjauan produk dapat dilihat, mencakup rekomendasi produk.

Pentingnya blog sebagai media promosi, juga dibuktikan dari hasil survei yang mengatakan bahwa sebagian pembaca blog berkata isi blog sangat berguna bagi mereka untuk menemukan barang dan mengambil keputusan membeli suatu produk. Mereka lebih percaya apa yang dikatakan di blog, karena biasanya jaringan antar sesama pembaca blog sangat kuat.

"Untuk itu para pelaku bisnis, terutama yang ingin beriklan melalui media internet, sangat dianjurkan untuk menawarkan produknya melalui blog," ungkap salah satu peneliti dari Yayasan Jupiter tersebut.

Dari penelitian tersebut terungkap bahwa, blog mempunyai daya pikat tersendiri, karena di dalam blog ketika menceritakan suatu produk pasti akan berbeda, apalagi blog mempunyai ciri khasnya masing-masing. Apalagi kalau blog tersebut membentuk kelompok pembacanya sendiri.

Blog mampu mengarahkan individu untuk memasuki wilayah citizen journalisme. Namun Enda Nasution hanya menganggap bahwa citizen jurnalisme merupakan bentuk level tertinggi dari blog. 

"Citizen journalisme dan blog sangat berbeda. Sama halnya dengan perbedaan jurnalis dengan seorang blogger," ujar pria yang dinobatkan sebagai bapak blogger Indonesia ini, melalui telepon selulernya, Senin (27/10/2008).

Menurut dia, seorang jurnalis harus memiliki sifat yang obyektif dengan pola tulisan 'cover both side' yang diwajibkan. Artinya, lanjut Enda, jurnalis harus menulis dengan menggunakan pendapat dari pihak-pihak terkait. Sedangkan blogger justru sebaliknya. Mereka menulis dengan sifat yang subyektif, hanya berdasarkan pengalaman dirinya sendiri dan tidak ada keharusan untuk menulis 'cover both side'. Hal ini mengakibatkan perbedaan yang cukup mendasar antara citizen journalisme dengan sebuah blog.

Ke depan, dirinya berharap dunia blog akan menimbulkan pelimpasan antara dunia nyata dengan dunia maya, dengan banyak komunitas yang terbentuk, sampai akhirnya bersama-sama mengadakan kegiatan aktif di dunia nyata.

Enda memprediksi jumlah blogger akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini saja, jumlah blogger telah mencapai 600 ribu. Angka ini meningkat sekira 100 persen dari tahun 2007 yang hanya berjumlah 300 ribu blogger. Bahkan tahun depan, blogger akan bertumbuh pesat hingga mencapai 1 juta lebih.

"Blogger di Indonesia jumlahnya semakin meningkat. Seiring dengan itu saya melihat sudah ada perbaikan kualitas dari para blogger-blogger yang muncul. Baik dari sisi tulisannya yang informatif dan isinya yang lengkap," ujar Enda yang menyatakan bahwa blog dengan tema pengalaman pribadi masih mendominasi dunia blogger nasional.

Sedangkan untuk blog dengan tema unik, menurut Enda, jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk blog dengan tema ini, Enda membaginya menjadi dua kriteria, unik berdasarkan tulisannya dan unik berdasarkan orangnya.

"Kalau saya pribadi, kebanyakan membaca blog karena saya kenal orangnya," ujar Enda yang mengaku memiliki 1.000 RSS blog setiap harinya dengan tema beragam, dari politik, komunikasi, periklanan, media maupun pop culture.

Ketika ditanya mengenai hari blogger nasional yang jatuh pada hari ini, Enda menyatakan bahwa dirinya telah merayakannya terlebih dahulu dengan sekira 100 blogger, akhir pekan kemarin, melalui sebuah syukuran. 

Lima blogger yang telah menyambangi Indonesia sejak 17 November dalam rangka hajatan Pesta Blogger 2008 punya reputasi cukup mentereng dengan blognya masing-masing. Apa kiat mereka dalam meraih sukses?

Dalam kesempatan berbicara di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (19/11) sore, Mark Tafoya dari Amerika, Mike Aquino dari Filipina, Jeff Ooi dari Malaysia, Lee Kin Mun dari Singapura dan Anthony Bianco dari Australia berbagi pengalaman dengan mahasiswa setempat kiat kiat sukses menjadi blogger.

"Kuncinya adalah kualitas isi blog Anda. Jika blog Anda punya isi yang bagus, pembaca akan menyebarkannya ke orang lain dan mereka akan berbondong-bondong mengunjungi blog itu," tutur Lee, blogger asal Singapura yang terkenal dengan konten komedi satiris di blognya, mrbrown.com.

Lee menambahkan, memang tidak ada salahnya menulis hal-hal yang kontroversial untuk meraih trafik yang tinggi. Namun jika isinya tidak bermutu, trafik itu tidak akan bertahan lama dan blog bakal ditinggal pembacanya.

Mark Tafoya, blogger asal Amerika Serikat yang sukses dengan jaringan blog culinarymedianetwork.com juga menyarankan agar blog ditulis dalam bahasa Inggris sehingga bisa menjangkau kalangan yang luas.

"Banyak orang ingin mencari tahu tentang keadaan suatu negara, mengenai hal-hal tertentu. Itulah sebabnya sebaiknya Anda juga menulis blog dalam bahasa Inggris," tutur Mark.

Adapun Mike Aquino dari Filipina mengemukakan saran klasik, yakni agar blog spesifik membahas hal tertentu saja. Misalnya, blog khusus soal pariwisata.

Blog Sebagai Pendukung Demokrasi

Para blogger internasional ini juga berbicara mengenai peran blog dalam mendukung kemajuan demokrasi. Jeff Ooi yang sedikit banyak berhasil menjadi anggota parlemen Malaysia karena blognya berbicara paling lantang.

"Saya banyak bicara mengenai politik di Malaysia dan sering mendapat surat teguran dari pemerintah. Namun mungkin saya memang justru senang menghadapi tekanan semacam itu", tutur Jeff.

Dalam postingan terbaru di blognya, Jeff bahkan menulis bahwa Malaysia seharusnya belajar pada Indonesia dalam soal memberi respek pada blogger sebagai pendukung demokrasi. Ia menulis soal Pesta Blogger 2008 yang didukung penuh pemerintah Indonesia, hal yang belum pernah terjadi di Malaysia.

Di lain pihak, Lee Kin Mun dari Singapura juga mengakui kondisi politik di negaranya amat membosankan. Untuk itulah, ia memakai blog sebagai saluran aspirasi politiknya.

"Sensor ada pada diri kalian (blogger-red.) sendiri, jangan menghina dan merugikan orang lain." pesannya, ketika hadir dalam acara Muktamar Blogger yang digelar di hamparan Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (21/11/2008) malam.

Sebab, lanjut Direktur Wahid Institute ini, blog menyimpan sebuah kekuatan besar di dalamnya. "Contohnya, kemenangan Barack Obama sebagai Presiden AS tak lepas dari peran blog," ujarnya.

Para blogger pun diimbau jangan hanya berperan dengan kata-kata saja lewat tulisan yang dipostingnya. Namun juga harus benar-benar berperan secara kongkret.

Yenny sendiri, secara pribadi ingin memiliki sebuah blog. Namun, ia khawatir blog tersebut tak sempat keurus nantinya karena kesibukannya yang mobile.

Dikutip dari berbagai sumber khususnya detik.com dan okezone.com.