Saturday, November 29, 2008

Akankah 2012 Kiamat

Ada website yang isinya persiapan untuk menghadapi kiamat pada 21-12-2012, entah apa lupa namanya tapi isinya juga lucu mencakup pendanaan dan membership untuk bisa selamat dari kiamat itu, salah satunya adalah dengan menggunakan bunker. Mungkin web tersebut hanya untuk cari duit karena iklan google ada banyak sekali disana, tapi bisa juga itu untuk menambah dalam bunker yang akan dibangunnya, agar bisa selamat dari tabrakan asteroid yang mengakibatkan semacam bencana kiamat.

Kalangan umat islam sendiri memiliki pandangan yang beragam tentang kiamat, ada yang mungkin sudah dekat, seperti sinetron dulu itu, dan ada yang menunggu hadirnya al-hujjah imam Mahdi AS. Dan mungkin ada juga yang lainnya karena sepanjang penelusuran saya ada berbagai macam nama yang dikaitkan dengan Al-Mahdi, seperti Muhammad bin Hasan, atau Muhammad bin Abdullah, entahlah, yang jelas di agama yang terbesar di negeri ini pun banyak tafsir mengenai itu. Nah mana yang benar ...hanya waktu dan yang memiliki hak lah yang dapat menentukannya.

Entah kiamat itu nantinya akan dari asteroid, atau memang manusia yang membuatnya dengan takdir yang ditentukan oleh Tuhan tentunya, seperti sekarang tehnologi nuklir mungkin banyak negara yang sudah memiliki dan menguasainya, eh malah di sini ditentang, emang yang nentang ini pasti pro amerika, karena negara nomer satu ini memang tidak ingin ditandingi oleh siapapun. Tak tahu jugalah..pikiren dewe...nek njeblug yo kabeh keno ...gak cuma yang Iran, atau Russia kan...wakakka...semua pasti kena.

Jadi kalo ada Perang dunia ke 3 pastilah rame sekali bom-bom nuklir dan santet dengan rudal...tapi mungkin kita tidak sempat judi taruhan mana yang menang karena mungkin kita kejatuhan satu saja udah amblas, dan yang jelas...gak punya penangkalnya...kecuali keyakina terhadap yang Maha Kuasa tentunya...itupun kalo doa kita dikabulkan karena semua juga tahu...negara ini acak adul..entah ke kanan atau ke kiri, atau ke yang lainnya gak ada yang tahu dengan jelas. Tapi mungkin akan diuntungkan juga karena nanti nggak ada lagi yang nagih utang negara ini yang nominalnya ....busyet.

Banyak juga ramalan yang menerangkan kehancuran Amerika, dan yang aneh NIC mereka dalam Global trends 2025, juga mengakuinya, bahwa poros dunia nantinya akan mengarah ke negara-negara Islam sebagai negara adidaya yang baru. Apakah ini ada kaitannya atau sekedar dikait-kaitkan...wes to pikiren dewe...modaro. Hahaha...pusing deh kalo dipikir, so gak usah dipikir ajalah kiamat yo mati, perang ya ikut perang biar jadi pahlawan, atau minimal bikin dapur umum ajalah...kalo punya duit. Kalo nggak ya berdoa agar tidak ada peristiwa buruk bagi kita semua...mungkin ini lebih baik ya.

Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan

WINA, RABU - Ancaman asteroid yang berpeluang menghantam Bumi seharusnya menjadi isu dunia dan tidak dianggap remeh. Asosiasi Penjelajah Antariksa Internasional (ASE) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi asteroid yang mengancam akan menghantam Bumi.

Dari 5.000 benda dekat Bumi yang sudah dikenal, dan 500.000 lainnya yang diperkirakan akan ditemukan dalam 15 tahun mendatang beberapa puluh di antaranya berisiko tinggi menghantam Bumi. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan lokal atau regional.

Untuk menghadapi ancaman ini, asosiasi mengimbau kepada badan-badan PBB dan negara anggotanya agar mengembangkan kerangka kerja untuk saling bertukar informasi tentang berbagai asteroid yang berbahaya. Selain itu tentu saja mekanisme pengambilan keputusan untuk menghancurkan atau membelokkan lintasan asteroid-asteroid tersebut.

"Kemampuan teknikal untuk mencegah benturan semacam ini dengan Bumi sudah tersedia," tulis ASE, yang anggotanya terdiri atas 320 orang yang telah pergi ke angkasa luar, dalam sebuah laporan yang disampaikan di Wina, Selasa (25/11). Sejumlah opsi sedang dikaji, antara lain menghancurkan sebuah asteroid dengan pesawat antariksa berukuran besar atau senjata nuklir, atau mengubah lintasannya dengan memanfaatkan kekuatan gravitasi dari pesawat yang melayang dekat asteroid.

ASE menyatakan struktur pengambilan keputusan hendaknya disusun segera, dengan keputusan akhir berada di tangan Dewan Keamanan PBB. Dampak terbesar dari benda antariksa dalam sejarah adalah kejadian di Tunguska pada 1908, dimana meteoroid membinasakan hutan Siberia seluas 2.000 kilometer persegi.

WAH

Sumber : Antara dan http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/17185150/jangan.anggap.remeh.ancaman.hantaman.asteroid

Rabu, 26 November 2008 | 13:07 WIB

Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan

Oleh Yuni Ikawati

Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.

Yuni Ikawati
Sumber : Kompas Cetak http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/13072198/isu.kiamat.tahun.2012.yang.meresahkan