Saturday, November 22, 2008

74 Remaja Kalbar positif HIV

KAMIS, 20 NOVEMBER 2008 | 23:44 WIB
PONTIANAK, KAMIS - Sebanyak 74 remaja di Kalimantan Barat (Kalbar) positif mengidap virus HIV, sedangkan 23 orang lainnya terinfeksi AIDS. 
     
"Ini menunjukkan bahwa harus ada penanganan serius terhadap HIV/AIDS, karena jumlah yang belum terungkap juga masih banyak lagi," kata aktivis LSM Global Fund AIDS, Tubercolosis, dan Malaria Kalbar, Rizal Ardiansyah di Pontianak, Kamis.

Menurutnya, sejak ditemukan 1993 lalu hingga Oktober 2008, jumlah warga Kalbar yang positif terinfeksi HIV mencapai 1.606 orang dan manifest AIDS sebanyak 915 orang. 

Sebanyak 244 orang diantaranya telah meninggal dunia. "Kehadiran Voluntary Counselling and Testing (VCT) sangat membantu membongkar fenomena gunung es HIV/AIDS di Kalbar," kata Rizal.

Kota Pontianak memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS terbanyak, yaitu 732 orang HIV positif dan 548 orang AIDS 
dengan 99 orang meninggal dunia. 

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki jumlah pengidap terendah, yaitu hanya 13 orang yang terdeteksi HIV positif, dan tujuh orang meninggal dunia akibat virus mematikan itu.

Untuk mengungkap kasus HIV/AIDS di Kalbar, lanjut Rizal, pihaknya membentuk Voluntary Counselling and Testing di sejumlah kabupaten dan kota. Pihaknya juga telah membentuk VCT mobile. 

"Untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan, kami operasikan VCT mobile. Gerakan ini sudah menunjukan hasil dan masyarakat mulai sadar untuk memeriksakan dirinya," paparnya.

Rizal juga menerangkan bahwa orang yang melakukan hubungan seksual berisiko, pernah menerima transfusi darah, pengguna narkoba suntik, atau yang mengalami infeksi seksual berulang, sebaiknya melakukan VCT. 

Hingga 2008, Kalbar memiliki sembilan VCT yang terletak di rumah sakit, di antaranya Klinik 
Melati di RSUD Soedarso dan Klinik Lazarus di RSU St Antonius.

Selain itu, VCT juga dibentuk dengan berbasis kelompok masyarakat, seperti Puskesmas Pemangkat di Kabupaten Sambas. Bahkan sekarang ini sudah tersedia VCT mobile.

ABD 
Sumber : Antara
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/20/23444386/74.remaja.kalbar.positif.idap.hiv

KAMIS, 20 NOVEMBER 2008 | 16:12 WIB
PONTIANAK, KAMIS- Sebanyak 74 remaja di Kalimantan Barat positif mengidap virus HIV. Sebanyak 23 yang lainnya bahkan sudah terinfeksi AIDS. 

"Ini menunjukkan bahwa harus ada penanganan serius terhadap HIV/AIDS, karena jumlah yang belum terungkap juga masih banyak lagi," kata aktivis LSM Global Fund AIDS, Tubercolosis, dan Malaria Kalbar, Rizal Ardiansyah di Pontianak, Kamis (20/11).

Menurut dia, sejak ditemukan 1993 lalu hingga Oktober 2008, jumlah warga Kalbar yang positif terinfeksi HIV mencapai 1.606 orang dan AIDS 915 orang. 

Sebanyak 244 orang diantaranya telah meninggal dunia. "Kehadiran Voluntary Counselling and Testing (VCT) sangat membantu membongkar fenomena gunung es HIV/AIDS di Kalbar," kata 
Rizal.

Kota Pontianak memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS terbanyak, yaitu 732 orang HIV positif dan 548 orang AIDS dengan 99 orang meninggal dunia. Sedangkan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki jumlah pengidap terendah, yaitu hanya 13 orang yang terdeteksi HIV positif, dan tujuh orang meninggal dunia akibat virus mematikan itu.

Untuk mengungkap kasus HIV/AIDS di Kalbar, lanjut Rizal, pihaknya membentuk Voluntary Counselling and Testing di sejumlah kabupaten dan 
kota. Pihaknya juga telah membentuk VCT mobile. 

"Untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan, kami operasikan VCT mobile. Gerakan ini sudah menunjukan hasil dan masyarakat mulai sadar untuk memeriksakan dirinya," paparnya.

Rizal juga menerangkan, orang yang melakukan hubungan seksual berisiko, pernah menerima transfusi darah, pengguna narkoba suntik, atau yang mengalami infeksi seksual berulang, sebaiknya melakukan VCT. 

Hingga 2008, Kalbar memiliki sembilan VCT yang terletak di rumah sakit, di antaranya Klinik Melati di RSUD Soedarso dan Klinik Lazarus di RSU St Antonius.

Selain itu, VCT juga dibentuk dengan berbasis kelompok masyarakat, seperti Puskesmas Pemangkat di Kabupaten Sambas. Bahkan sekarang ini sudah tersedia VCT mobile.


MSH 
Sumber : Ant
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/20/16124764/awas....hiv.di.kalangan.remaja

Seks Bebas Marak, Kasus HIV di NTT Naik Tajam
KAMIS, 20 NOVEMBER 2008 | 07:59 WIB
KUPANG, KAMIS - Kasus HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT) per 18 November 2008 mencapai 552, terdiri dari 305 HIV dan 247 AIDS, dan meninggal dunia 141 orang. 

Kasus terbanyak di Kabupaten Belu 152, menyusul Kota Kupang 130 kasus, Sikka 106 kasus, Manggarai 34 kasus, Ende dan Flores Timur masing masing 28 kasus. Data per Agustus 2008 hanya 287 kasus HIV/AIDS. 

Peningakatan kasus ini terkait makin lancar sistem pelaporan kasus HIV/AIDS dari kabupaten/kota akhir akhir ini. Staf Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi NTT, Gusti Brewon di Kupang, Kamis (20/11) mengatakan, kasus HIV di NTT ditemukan pertama tahun 1997, dari seorang warga Pulau Adonara, Flores Timur yang baru saja pulang dari perantauan. 

"Kasus itu terus berkembang dari tahun ke tahun. Perkembangan virus HIV di NTT melalui hubungan seks bebas, dan banyaknya perantau yang pulang ke kampung asal dengan mengidap virus HIV," katanya. 

Kasus ini diperparah dengan kondisi ekonomi rumah tangga masyarakat yang sangat rendah, berdampak pada menurunya daya tahan tubuh. Merebaknya perempuan lokal sebagai pekerja seks komersial jalanan, dan makin bebasnya pergaulan yang disertai kegiatan seks bebas di kalangan remaja dan orang dewasa.

Kornelis Kewa Ama Khayam 

http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/20/07590697/seks.bebas.marak.kasus.hiv.di.ntt.naik.tajam