Tuesday, October 28, 2008

wayang tunanetra

Pekan lalu, halaman komplek RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) Pemkab Klaten penuh sesak. Hujan rintik-rintik tidak menghalangi ratusan penikmat kesenian tradisional wayang kulit ini untuk berdiri berdesak-desakan. Maklum, pertunjukan malam itu bukan pertunjukkan tidak biasa. Seluruh kru wayang kulit saat itu adalah anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cabang Klaten.

Pantas kalau pertunjukan dalam rangka halalbihalal Pertuni tersebut mendapat perhatian lebih dan bikin banyak orang penasaran. Sebab, secara fisik sangat sulit dipahami jika penderita tuna netra memainkan wayang kulit. Namun, Allah SWT Maha Adil. Di tengah segala keterbatasan, para tuna netra tersebut tak kalah apik mementaskan lakon Bima Suci .

Total semua kru yang mementaskan wayang kulit ada 25 orang. Diantara mereka hanya ada dua orang yang penglihatannya normal, yakni asisten dalang dan penabuh gendang. Sebab, asisten wayang memegang peranan penting, supaya sang dalang bisa memerankan tugasnya dengan baik.

Lainnya, mulai dari pemain siter, seruling, gender , gambang dan slenthem , tidak normal penglihatannya. Begitu juga dengan empat waranggana dan tiga wiraswara .

"Saya belajar menjadi dalang sejak 1997. Selama ini sudah empat kali saya mendalang. Malam ini, saya bersama rekan pengrawit akan membawakan lakon Bima Suci . Cerita ini mengisahkan tokoh pemuda yang amat patuh kepada gurunya. Sehingga, semua perintahnya dijalankan dengan sepenuh hati " ujar Jaka Warsito, sang dalang .

Begitu dalang duduk di tempatnya dan mencabut wayang berbentuk gunungan, penonton terdiam sesaat. Seperti sedang menahan napas, suasana RSPD hening. Semua penonton menunggu aksi Jaka Warsito dan rekan sejawatnya yang senasib. Begitu gunungan wayang dipindah untuk memulai adegan, tepuk tangan riuh rendah. Mereka memberikan aplaus panjang. Bahkan, beberapa penonton di ruang kehormatan memberikan standing ovation .

"Kami ingin seperti warga yang lain. Jangan hanya dikasihani, tapi juga diberi kesempatan untuk mengabdi pada masyarakat dan pemerintahan seperti orang normal " ujar Jaka Warsito, dalang dengan dua orang anak ini.

Tidak hanya masyarakat biasa yang ikut memperhatikan pertunjukan wayang kulit dengan dalang dan pengrawit tuna netra ini. Beberapa tokoh penting di Klaten, Ketua DPRD Klaten Harri Pramono dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Setyawan, terlihat menikmati pertunjukan langka ini. Harri bahkan didaulat untuk menyerangkan wayang tokoh Bima kepada Jaka Warsito.

Menurut Bupati Klaten Sunarna, pertunjukan di RSPD itu merupakan kegiatan yang berpotensi menampilkan kelebihan penderita tuna netra. Meski mempunyai keterbatasan dalam penglihatan, ada kelebihan yang tidak dipunyai oleh yang lain. "Salah satunya adalah semangat juang yang tinggi untuk diterima di masyarakat. Ini sangat penting," tegas Bupati. (tej) http://jawapos.com/

"Mengikat tali informasi dengan jernih".
http://groups.google.com/group/peduli-jateng?hl=id
http://groups.yahoo.com/group/peduli_klaten